![]() |
| PRDC menyebabkan penyakit parah pada peternakan babi, namun beberapa kasus terkadang ringan dan bersifat sementara. (Foto: Dok. Joko) |
Penyakit pernapasan kompleks pada babi (Porcine respiratory disease complex/PRDC) adalah satu penyebab utama kerugian ekonomi pada industri peternakan babi secara global. PRDC merupakan penyakit multifaktor yang disebabkan interaksi patogen viral dan bakterial, yang dipengaruhi stresor dari lingkungan, manajemen, dan faktor spesifik pada babinya.
Pada PRDC, beberapa agen viral dan bakterial dapat dideteksi dengan bermacam kombinsai yang dikenal sebagai infeksi polimikrobial. Agen-agen tersebut berperan sebagai patogen primer dan sekunder. Patogenenesis PRDC pada peternakan babi secara umum disebabkan oleh infeksi primer virus yang memicu infeksi sekunder bakteria. Penyakit pernapasan pada babi secara umum mencakup rhinitis, pneumonia, dan pleuritis, yang terkait satu sama lain ataupun tidak terkait.
Beberapa patogen viral yang terlibat dalam PRDC meliputi Porcine reproductive and respiratory syndrome virus (PRRSV), Porcine circovirus type 2 (PCV2), Swine influenza virus (SIV), Pseudorabies virus (PRV), dan Porcine respiratory coronavirus (PRCV) yang merupakan penyakit endemik pada peternakan babi.
Patogen viral tersebut menimbulkan dampak signifikan yang berbeda antar peternakan, dari sisi produktivitas, regional, antar negara, dan menimbulkan kesulitan dalam pengendalian serta penanganan. Walaupun PRDC menyebabkan penyakit parah pada peternakan babi, namun beberapa kasus tersebut terkadang ringan dan bersifat sementara.
Walaupun beberapa patogen bakterial potensial yang berkoloni di rongga hidung atau tonsil babi, mekanisme pertahanan tubuh normal pada saluran dan organ pernapasan mencegah terjadinya kerusakan dan penyebaran pada paru. Patogen primer dari viral memiliki kemampuan merusak epitel organ pernapasan atas, menyebabkan infeksi pada parenkim paru, dan memicu terjadinya infeksi sekunder bakteri, serta memperparah perkembangan PRDC.
Beberapa agen bakterial tersebut adalah Mycoplasma hyopneumoniae dan Pasteurella multocida, Streptococcus suis dan Actinobacillus pleuropneumoniae dapat berperan sebagai agen infeksi primer ataupun sekunder tergantung pada beberapa situasi. Jika infeksi primer melanjut sebagai infeksi kompleks dengan infeksi sekunder bakteri menyebabkan penyakit yang lebih parah dan penyakit pernapasan kronis serta menimbulkan kerugian ekonomi peternakan.
PRDC menyebabkan morbiditas 40% dan mortalitas lebih dari 50% pada piglet dan babi lepas sapih, serta 60% pada fase grower/finisher. Angka kejadian tertinggi terjadi pada peternakan skala kecil-menengah, tingkat kepadatan populasi, manajemen pemeliharaan, pembesaran, penularan penyakit, serta persistensi agen penyebabnya.
PRDC juga menyebabkan kerugian ekonomi peternakan hingga... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juni 2026.
Ditulis oleh:
Dr Drh Joko Susilo MSc APVet (Wartawan Infovet Daerah Lampung)
& Drh Catrine Relia Patrecia Gultom (Kementan)

