Industri perunggasan Indonesia terus berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan daging ayam yang efisien, sehat, dan berkualitas tinggi. Namun, dinamika di lapangan tak pernah mudah. Fluktuasi harga bahan baku, tekanan terhadap performa, tuntutan pengurangan antibiotik, serta ekspektasi konsumen terhadap keamanan pangan membuat banyak pelaku industri mencari solusi yang lebih menyeluruh. Salah satu konsep yang kini banyak diperbincangkan adalah pendekatan pakan holistik atau holistic feed concept.
Berbeda dari pendekatan formulasi konvensional yang fokus hanya pada energi dan protein, konsep pakan holistik melihat pakan sebagai bagian dari sistem biologis ayam secara utuh. Artinya, pakan tidak hanya berperan menyediakan zat gizi, tetapi juga memelihara kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan efisiensi metabolisme, memperkuat sistem imun, hingga berkontribusi terhadap kualitas akhir daging ayam. Pendekatan ini berupaya menjawab tantangan industri modern dengan cara yang lebih berimbang antara nutrisi, kesehatan, dan keberlanjutan produksi.
Melampaui Energi dan Protein, Nutrisi yang Lebih Fungsional
Formulasi pakan modern kini bergerak dari sekadar memenuhi angka kebutuhan nutrisi menuju pemahaman tentang fungsi biologis nutrien di dalam tubuh ayam. Misalnya, sistem energi bersih (net energy system) kini lebih banyak digunakan karena memberikan gambaran lebih akurat mengenai energi yang benar-benar dimanfaatkan untuk pertumbuhan, bukan hanya energi yang dicerna. Sistem ini membantu mengurangi kehilangan panas metabolik yang sering menjadi kendala dalam produksi broiler di daerah tropis.
Sementara itu, fokus pada protein juga telah berevolusi. Dahulu formulasi hanya memperhatikan lysine dan methionine sebagai asam amino utama, kini pendekatan holistik menekankan pentingnya keseimbangan ideal amino acid ratio, termasuk threonine, valine, dan tryptophan. Ketiganya berperan dalam menjaga integritas usus dan sistem imun, serta mendukung pembentukan jaringan otot yang efisien. Tidak kalah penting, keseimbangan mineral seperti zinc, mangan, dan tembaga organik turut diperhatikan karena memiliki peran vital dalam menjaga kekuatan tulang, integritas kulit, dan performa metabolik secara keseluruhan.
Bahan Baku Bukan Sekadar Angka Nutrisi
Dalam konsep pakan holistik, bahan baku tidak dilihat sebatas sumber... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Maret 2026.
Ditulis oleh:
Henri E. Prasetyo Drh MVet
Praktisi perunggasan, Nutritionist PT DMC

