-->

FIKKIA UNAIR BANYUWANGI LAHIRKAN DOKTER HEWAN LAGI

Pose bersama usai pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan periode II FIKKIA UNAIR Banyuwangi. (Foto: Infovet/Heru)

Senin (28/9/2026), Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi kembali melahirkan dokter hewan baru sebanyak 24 orang pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan periode II yang dibuka Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), Dr dr Rahadian Indarto Susilo SpBS (K), bertempat di Pendopo Bupati Graha Shaba Suagata Banyuwangi.

Dekan FIKKIA UNAIR Banyuwangi dalam sambutannya mengucapkan syukur atas dukungan Pemkab Banyuwangi untuk kemajuan kedokteran hewan UNAIR Banyuwangi dengan disediakannya lahan untuk pembangunan gedung baru dan fasilitas kampus lainnya. Ia juga menyampaikan selamat atas diraihnya gelar sebagai dokter hewan dan fakultas akan mengikuti perjalanan dokter hewan baru dalam bekerja dan berkarya. “Jadilah orang yang bermanfaat, bekerja keras, dan selalu membawa nama baik almamater,” katanya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Drh Andi Wijanarko, yang turut hadir juga memberikan pesan agar seorang dokter hewan harus mempunyai kompetensi dasar, cara berpikir profesional, berintegritas, memiliki kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

“Hari ini saudara lulus sebagai dokter hewan, tetapi sesungguhnya hari ini saudara baru memiliki pendidikan yang sebenarnya, pendidikan dari kehidupan, masyarakat, pasien peternak, klien, senior dan pengalaman. Dokter hewan harus siap bekerja di mana saja di wilayah Indonesia, maka jadilah dokter hewan yang mempunyai kompeten dalam ilmu, berintegritas dalam profesi, dan mempunyai empati dalam pengabdian,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyuwangi, Ir H. Mujiono MSi, menambahkan dokter hewan baru mendapat amanah untuk menjaga kesehatan hewan, menjamin keamanan pangan, melindungi kehidupan peternak, dan ikut melindungi kesehatan manusia.

“Banyuwangi telah memiliki basis peternakan rakyat, kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dengan FIKKIA UNAIR Banyuwangi akan terus berlanjut, sehingga secara langsung akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banyuwangi. Semoga dengan kolaborasi dan sinergi ini, ke depan akan menjadi kampus yang maju dan terdepan. Selamat bekerja, mudah-mudahan ilmu bermanfaat dan mensejahterakan masyarakat,” katanya. (HR)

SERATUS TAHUN ND, 55 TAHUN FKH UNAIR: DARI ANCAMAN VIRUS HINGGA VISI KAMPUS

Pembicara pada Seminar Perunggasan yang digelar SAGAVET UNAIR. Dari kiri: Prof Suwarno, Henri E. Prasetyo, dan Bilqis. (Foto: Istimewa)

SAGAVET UNAIR menggelar Seminar Perunggasan dan Hewan Kecil sekaligus launching buku “55 Tahun FKH UNAIR” di Hotel Wyndham Surabaya, Sabtu (23/5/2026). Acara yang dihadiri lebih dari 300 peserta dari kalangan industri, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan alumni ini dibuka oleh Ketua SAGAVET periode 2025-2030, Drh Syailin bersama Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Lilik Maslachah.

Pada sesi perunggasan, Prof Dr Suwarno membahas Newcastle disease (ND) atau tetelo yang telah menjadi ancaman industri unggas selama 100 tahun sejak pertama kali ditemukan di Batavia pada 1926. Virus ND kini mengalami banyak mutasi dan mampu menginfeksi lebih dari 250 spesies unggas.

Salah satu strain paling berbahaya adalah genotipe VII (GVII) yang menyebabkan tingginya angka kematian dan kerugian ekonomi besar. Menariknya, strain lentogenik ND juga memiliki potensi sebagai virus onkolitik yang dapat menghancurkan sel kanker manusia.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Henri E. Prasetyo memaparkan pentingnya precision nutrition dalam menghasilkan produk unggas berkualitas, sehat, aman, dan berkelanjutan. Menurutnya, perubahan tren konsumen global mendorong industry perunggasan melakukan transformasi strategi nutrisi berbasis functional food dan animal welfare.

Pada sesi hewan kecil, Prof Wiwik Misaco dan Dr Lina Susanti membahas tantangan diagnosis penyakit saraf dan mata pada hewan piaraan.

Selain pemaparan seminar, acara juga ditandai dengan peluncuran buku “55 Tahun FKH UNAIR” oleh Dr Rizky F. Meriawan yang menggambarkan perjalanan FKH UNAIR menuju institusi Teaching Industry berbasis One Health, SDGs, dan inovasi riset global. (Henri E. Prasetyo)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer