-->

REUNI KAFAPET UNSOED 85 HADIRKAN DUA REKTOR DAN PERDANA LIVESTREAMING YOUTUBE

Foto bersama, dari kiri: Sutadi Ronidipuro, Novie Andri Setianto, Hary Soegijono, Prof Akhmad Sodiq, Sinung Nugroho, Dr Achmad Iqbal, Prof Noor Farid, dan Dr Agus Susanto. (Foto-foto: Istimewa)

Reuni Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) angkatan 1985 berlangsung sukses dan meriah di Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 23-24 Mei 2026. Kegiatan silaturahmi dua tahunan ini dihadiri sekitar 70 alumni beserta keluarga dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah pimpinan Unsoed dan dari Fapet turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Rektor Unsoed Prof Dr Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Prof Noor Farid, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Dr Achmad Iqbal yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Unsoed periode 2014-2018, Dekan Fapet Unsoed Dr Novie Andri Setianto, serta Wakil Dekan Dr Agus Susanto. Hadir pula Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro serta perwakilan sponsor yang mendukung terselenggaranya reuni.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak acara pembukaan hingga malam keakraban. Kegiatan kemudian dilanjutkan Minggu pagi dengan senam bersama dan ramah tamah antaralumni. Selain itu, reuni juga diisi diskusi santai, hiburan, serta kegiatan wisata belanja ke Pasar Batik Setono yang diikuti sebagian peserta.

Ketua Kafapet 85, Ir Sinung Nugroho, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan reuni tahun ini. Menurutnya, reuni bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga sarana memperkuat jejaring dan semangat kebersamaan antaralumni.

“Alhamdulillah teman-teman masih menjaga semangat silaturahmi sesuai moto alumni Fapet 85, yaitu guyub dan lestari. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Dr Ir Hary Soegijono MTh, yang mengapresiasi kerja sama para panitia yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Pantura, Purwokerto, Jabodetabek, hingga Yogyakarta dan sekitarnya.

“Sungguh menjadi kebahagiaan bagi kami karena Pak Rektor Unsoed, di tengah kesibukan beliau sepulang dari acara di Surabaya, masih menyempatkan hadir bersama wakil rektor, mantan rektor, dekan, dan wakil dekan. Terima kasih juga kepada Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang yang turut hadir dan memperkenalkan program unggulan Kabupaten Batang,” katanya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsoed, Prof Dr Akhmad Sodiq, mengaku bahagia dapat hadir di tengah para seniornya, mengingat dirinya juga merupakan alumni Fapet Unsoed angkatan 1987. Ia mengajak para alumni untuk terus menjaga semangat perjuangan Jenderal Soedirman.

“Maju terus pantang mundur, tak kenal menyerah. Insyaallah dengan memegang semangat itu, kita akan diberi kelancaran dan kesuksesan,” ujarnya seraya mengingatkan kembali pentingnya menjaga moto alumni Unsoed, yaitu Kompak, Semangat, Hebat.

Pada kesempatan itu, Prof Sodiq turut menyampaikan perkembangan terbaru Unsoed, yang saat ini memiliki 103 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 25.000 orang, meningkat jauh dibandingkan masa ketika angkatan 1985 masih menempuh pendidikan.

Ia berharap para alumni dapat ikut berkontribusi melalui program kuliah praktisi dengan berbagi pengalaman dan ilmu lapangan kepada mahasiswa. “Kami memiliki program kuliah praktisi. Silakan para alumni berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa,” tambahnya.

Foto bersama usai senam pagi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam reuni kali ini adalah untuk pertama kalinya acara disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KafapetUnsoedTV, kanal resmi milik Kafapet. Melalui livestreaming tersebut, alumni yang tidak dapat hadir secara langsung, termasuk yang berada di luar negeri, tetap dapat mengikuti jalannya acara secara virtual.

Langkah ini mendapat apresiasi dari banyak alumni karena dinilai mampu memperluas keterlibatan keluarga besar Kafapet Unsoed. Hal tersebut terlihat dari antusiasme komentar dan percakapan selama siaran berlangsung. Rekaman livestreaming reuni bisa dilihat di: https://www.youtube.com/live/oNa8cAu-H_Q?si=d7vS5zdscIB_HzAc

Acara reuni dipandu oleh Krusharto atau yang lebih dikenal dengan nama panggung “Mbah Gobed”. Dengan gaya humor khas Banyumasan, ia berhasil mencairkan suasana dan menjaga keakraban peserta sejak awal hingga akhir acara. Mbah Gobed sendiri merupakan alumni Fapet Unsoed angkatan 1985 yang kini dikenal sebagai MC profesional di wilayah Jawa Tengah, khususnya Banyumas Raya.

Di sela-sela reuni, para peserta secara aklamasi kembali menetapkan Sinung Nugroho sebagai Ketua Kafapet Unsoed angkatan 1985. Sinung menyatakan kesediaannya untuk kembali mengemban amanah tersebut dan berharap semangat kekeluargaan antaralumni tetap terjaga.

Ia juga menggagas adanya program iuran bulanan alumni guna meringankan biaya penyelenggaraan reuni mendatang. “Harapan saya reuni dua tahun mendatang bisa lebih ringan pembiayaannya karena sudah ditopang dari iuran rutin teman-teman,” ujarnya.

Reuni Kafapet Unsoed angkatan 1985 sendiri secara rutin digelar setiap dua tahun. Sebelumnya reuni dilaksanakan di TMII Jakarta pada 2024 dan Baturraden pada 2022. Sementara lokasi reuni berikutnya yang akan diselenggarakan 2026 masih akan dibahas lebih lanjut. (INF)

SEARY 9.0 UNSOED ANGKAT ISU KEMANDIRIAN PANGAN DAN OPTIMALISASI SUMBER DAYA LOKAL

Foto bersama dalam acara SEARY 9.0 Unsoed. (Foto-foto: Istimewa)

Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan (UP3) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) sukses menyelenggarakan Soedirman Event of Animal Husbandry ke-9 (SEARY 9.0) dalam bentuk talkshow nasional yang mengangkat isu strategis seputar inovasi, pangan, dan pengelolaan sumber daya lokal.

Mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Mendukung SDGs dan Kemandirian Pangan Nasional”, kegiatan ini digelar pada Sabtu (2/5/2026) di Ruang Konferensi Lantai 1 Gedung B Fapet Unsoed.

Acara dipandu oleh moderator Hilmy Abdurrasyid Ammar SPt MSc selaku dosen Fapet Unsoed, dan menghadirkan narasumber utama Ir Bambang Suharno selaku Direktur Utama PT Gallus Indonesia Utama sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Infovet.

SEARY 9.0 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari Pulau Jawa maupun luar Jawa, di antaranya Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, UGM, UNDIP, UI, IPB, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Unsoed dan sejumlah kampus di Purwokerto. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari fakultas peternakan, tetapi juga lintas disiplin ilmu seperti MIPA, ekonomi, biologi, dan pertanian yang relevan dengan isu SDGs.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unsoed, Prof Akhmad Sodiq. Turut hadir dalam acara tersebut Dekan Fapet Unsoed Dr Novie Andri Setianto, Ketua LPPM Unsoed Prof Elly Tugianti, Wakil Dekan Dr Agus Susanto, Pendiri UP3 Adila Haqi, Pembina UP3 Dr Tri Rachmanto Prihamnodo SPt MSi, Ketua Umum UP3 M. Fikri Maulana Ibrahim, Ketua Panitia SEARY 9.0 Maulana Dwi Rahmaputra, serta sejumlah alumni UP3 dan pejabat kampus lainnya.

Dekan Fapet Unsoed menyampaikan harapannya agar forum ini dapat menjadi wadah untuk menggali pengetahuan praktis dari narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Sementara itu, Rektor Unsoed memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak perwakilan kampus dari berbagai daerah.

Ketua Umum UP3 M. Fikri Maulana Ibrahim, Ketua Panitia SEARY 9.0 Maulana Dwi Rahmaputra, serta Pembina UP3 Dr Tri Rachmanto Prihamnodo SPt MSi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas suksesnya penyelenggaraan acara ini. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas dukungan para alumni, termasuk para pendiri, yang terus setia mendampingi mahasiswa UP3 dalam berbagai kegiatan.

UP3 sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa Fapet Unsoed yang telah berdiri selama 34 tahun. Organisasi ini berawal dari aktivitas mahasiswa yang saat itu dipimpin oleh Adila Haqi dengan nama Aspirasi Mahasiswa (ASMA) . Hingga kini, alumni UP3 telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari industri peternakan, akademisi, birokrasi, hingga pelaku usaha. Sejak berdiri, UP3 terus berkembang dan turut membawa nama Fapet Unsoed dalam berbagai forum ilmiah di bidang peternakan.

Dari tiga kiri: Dr Agus Susanto, Dr Novia Andri, Bambang Suharno, Adila Haqi, Prof Akhmad Sodiq, Irlan (alumni), dan Prof Elly, saat seremoni pembukaan SEARY 9.0.

Dalam sesi talkshow, Bambang Suharno menegaskan pentingnya peran sektor peternakan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), baik sebagai penyedia sumber gizi maupun penggerak ekonomi masyarakat.

Ia juga menyoroti tantangan dalam sektor peternakan, khususnya terkait rendahnya konsumsi produk peternakan di Indonesia. “Konsumsi telur di Indonesia sekitar 200 butir per orang per tahun, sementara konsumsi rokok mencapai 1.300 batang per orang per tahun. Padahal harga satu batang rokok setara dengan satu butir telur,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor peternakan. Apalagi saat ini sering terjadi oversupply ayam dan telur yang solusi jangka pendeknya mengandalkan afkir dini dan cutting produksi DOC . Belum ada upaya konkret yang menjadi langkah utama yaitu peningkatan konsumsi ayam dan telur. Padahal jika ini dilakukan, dampaknya tidak hanya menguntungkan peternakan, tetapi juga meningkatkan gizi serta pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menambahkan, jika setiap orang di Indonesia meningkatkan konsumsi satu butir telur saja, maka dibutuhkan tambahan sekitar 280 juta butir telur, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu orang.

Melalui forum ini, diharapkan lahir pemikiran dan kolaborasi lintas disiplin yang mampu mendorong optimalisasi sumber daya lokal guna memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendukung pencapaian SDGs. (INF)

PROF AKHMAD SODIQ KEMBALI TERPILIH JADI REKTOR UNSOED

Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq. (Foto: Fapet Unsoed)

Profesor Akhmad Sodiq kembali terpilih menjadi rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto periode 2026-2030. Ia dinyatakan menang atas dua kandidat lainnya melalui sidang senat tertutup.

Pemilihan digelar di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, dengan melibatkan unsur Senat Akademik serta perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsoed, Prof Dwi Nugroho Wibowo, mengatakan dalam kontestasi ini Prof Akhmad Sodiq bersaing dengan dua kandidat lain, yaitu Prof Ali Rokhman dan Dr Adi Indrayanto.

“Berdasarkan hasil penghitungan, Prof Ali Rokhman meraih 35 suara, sementara Prof Akhmad Sodiq mengantongi 87 suara,” kata Dwi dalam siaran resminya, Rabu (1/4/2026).

Dwi memastikan seluruh tahapan pemilihan telah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, seluruh proses pemilihan rektor telah dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebelum masuk tahap pemilihan, panitia telah menjalankan berbagai proses mulai dari penjaringan bakal calon, seleksi administrasi, hingga penyampaian visi dan misi kandidat.

“Seluruh tahapan mulai dari pendaftaran hingga pemungutan suara, telah dilaksanakan sesuai mekanisme. Tahap pemilihan ini menjadi bagian paling krusial dalam keseluruhan proses,” jelasnya.

Ketua Bidang Media dan Publikasi Pengurus Pusat Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed (PP Kafapet Unsoed), Farid Dimyati, menambahkan bahwa Prof Akhmad Sodiq merupakan alumni Fapet yang memiliki segudang pengalaman birokrasi.

Sebelum menjabat menjadi Rektor Unsoed periode 2022-2026, ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fapet Unsoed selama dua periode, kemudian Wakil Rektor Unsoed Bidang Akademik, serta Rektor Pertama Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.

“Jadi soal pengalaman mengurus birokrasi, Prof Sodiq sudah tidak diragukan lagi pengalaman dan jam terbangnya,” ujar Farid.

Ia melanjutkan, meski memiliki banyak kesibukan, Prof Akhmad Sodiq tercatat sebagai alumni yang rajin hadir dalam berbagai kegiatan kealumnian, baik di Purwokerto, Jakarta, maupun wilayah lain.

“Salah satu kelebihan beliau adalah rajin menyambung silaturahmi. Meski sibuk, beliau selalu hadir saat kegiatan alumni. Kami bangga beliau kembali terpilih menjadi Rektor Unsoed. Semoga mampu membawa Unsoed menjadi lebih maju dan mendunia ke depannya,” pungkasnya. (INF)

KOLABORASI USSEC DAN FAPET UNSOED, GELAR WORKSHOP PENTINGNYA NUTRISI PADA TERNAK

Workshop USSEC bersama Fapet Unsoed. (Foto: Istimewa)

United State Soybean Export Council (USSEC) bersama Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed), menggelar workshop selama dua hari pada 14-15 Agustus 2024, bertempat di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Pendidikan Fapet Unsoed.

Workshop dengan tema “Fundamentals Animal Nutrition and Feed Formulation” menghadirkan narasumber di antaranya Engr Conrado U. Bulanhagui ME (Independent Consultant dari Filipina) Prof Budi Tangendjaja PhD (peneliti utama dalam bidang pakan dan nutrisi ternak) Ibnu E. Wiyono (Country Director Indonesia USSEC), Nanik Setiyaningsih SPt MSi, Ir Alfred Kompudu SPt MM IPM ASEAN Eng (Technical Consultant USSEC), serta Ir Yahya M. Sofwan SPt MP IPM (Technical Consultant Animal Protein USSEC).

Dekan Peternakan Fapet Unsoed, Prof Dr Ir Triana Setyawardani SPt MP IPU ASEAN Eng, mengungkapkan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini ialah untuk mengedukasi mahasiswa perihal pentingnya nutrisi pada sektor peternakan.

Ia menambahkan bahwa tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi Fapet Unsoed dapat menjadi bagian dalam menyelenggarakan kegiatan workshop bersama USSEC. “Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi USSEC dengan Fapet Unsoed. Diharapkan kegiatan ini akan berlanjut pada kerja sama antara USSEC dan Fapet Unsoed,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, workshop ini mengharapkan agar mahasiswa dapat menyerap ilmu yang diperoleh selama kegiatan, mengingat materi yang diberikan belum ada di dalam dunia usaha dan dunia industri, terutama untuk mahasiswa menambah wawasan dan ilmu sebagai bekal di masa yang akan datang.

“Semoga materinya bermanfaat untuk membekali mahasiswa sebagai bekal di masa depan dan bisa mereka gunakan ketika mereka kerja,” terangnya.

Sementara itu Ir Yahya menuturkan, “Fapet Unsoed tahun ini menjadi bagian dari perguruan tinggi lain yang berkesempatan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan workshop. Ada dua perguruan tinggi yang kebagian sebagai penyelenggara, yaitu Fapet Unsoed sama salah satu perguruan tinggi di jawa timur.”

Pada kesempatan itu, narasumber pertama yakni Nanik Setiyaningsih membawakan materi “Feed Raw Material Quality Control”, dilanjutkan Prof Budi dengan materi “The Principles of Feed Formulation”. Pada sesi berikutnya paparan dilanjutkan secara pararel, Prof Budi melanjutkan paparan di Ruang Aula dengan peserta mahasiswa, sedangkan kelompok dosen mengikuti paparan dari Conrado U. Bulanhagui dengan tema “The Principles of Good Feed Manufaturing”.

Pada hari terakhir workshop, lima narasumber menyampaikan materi secara estafet yang diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penutupan workshop, yang dilanjutkan sesi foto bersama. (fapet.unsoed.ac.id/INF)

PERINGATAN DIES NATALIS KE-56 FAPET UNSOED

Foto bersama usai pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 Fapet Unsoed. (Foto: Infovet/Ridwan)

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) atau Dies Natalis ke-56 Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), diselenggarakan kegiatan Orasi Ilmiah dan Tasyakuran secara luring di Ruang Seminar I Fapet Unsoed dan daring, Kamis (10/2/2022).

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Prestasi”, kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Hal tersebut seperti disampaikan Ketua Panitia, Ir Nunung Noor Hidayat MP. “Dalam memperingati Dies Natalis kami melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya melaksanakan malam Tirakatan dan beberapa kegiatan lomba,” ujarnya.

Lebih lanjut, “Kita juga akan melaksanakan kegiatan seminar nasional, temu wicara, pengabdian masyarakat yang masih kita opsionalkan mengingat pandemi, serta kegiatan ekspo untuk menampilkan karya seni dan penelitian bagi para dosen dan mahasiswa. Itulah serangkaian kegiatan yang sudah dan akan kita laksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 ini.”

Kegiatan Orasi Ilmiah dan Tasyakuran yang dimulai pukul 08:30 WIB, menghadirkan Dekan Fapet Unsoed, Dr Triana Setyawardani SPt MP dan Rektor Unsoed Prof Suwarto yang turut memberikan sambutan.

“Tahun ini kita laksanakan Dies Natalis yang sederhana namun berjalan hikmat, seraya menatap harapan baru dengan tema yang sangat menginspirasi untuk meraih prestasi harus melakukan kolaborasi,” ujar Triana.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah dari Prof Dr Ir Dattadewi Purwantini MP mengenai Karakteristik Genetik terkait Prolactin Gene Berbasis SNP pada Itik Tegal dan Magelang serta Persilangannya. “Semoga ini bisa dimanfaatkan dan sebagai sharing ilmu bagi kita semua,” tutur Dattadewi.

Acara kemudian dilanjut dengan pengumuman Lomba Kebersihan dengan kategori Ruang Dosen diraih Ruang Pemuliaan Ternak Terapan (Juara I), Ruang Sosial Peternakan (Juara II). Kategori Ruang Administrasi diberikan kepada Ruang Prodi Magister Peternakan (Juara I), Ruang Perpustakaan (Juara II). Kategori Ruang UKM diraih Ruang Lembaga Pers Mahasiswa (Juara I) dan Ruang ASAS (Juara II), serta pemberian cinderamata kepada para purna tugas. (RBS)

PELANTIKAN PENGURUS PUSAT KAFAPET UNSOED PERIODE 2021-2026

Pelantikan Pengurus Pusat Kafapet Unsoed melalui daring. (Foto: Istimewa)

Setelah sukses menyelanggarakan Musyawarah Nasional V Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Munas V Kafapet Unsoed) pada Juni lalu, Ketua Umum terpilih beserta calon Pengurus Pusat Kafapet Unsoed periode 2021-2026 dilantik pada Sabtu (21/8/2021). Acara terselenggara secara hybrid yakni di Purwokerto, Jawa Tengah dan secara daring.

Menurut Ketua Umum Kafapet Unsoed terpilih, Bambang Rijanto Japutra, pelantikan pengurus ini merupakan mandat Munas, sehingga harus segera terselenggara. Meskipun pelantikan masih dalam suasana pandemi, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat para panitia maupun calon pengurus.

“Karena masih ada kebijakan PPKM, acara luring dihadiri sangat terbatas dengan protokol ketat. Selebihnya para calon pengurus hadir secara daring dari rumah masing-masing,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, kepengurusan yang baru dilantik merupakan representasi dari lintas angkatan dan wilayah dengan total pengurus berjumlah 34 orang dengan komposisi 10% dari angkatan 80-an, 40% angkatan 90-an dan 50% angkatan 2000-an, dengan calon pengurus termuda berasal dari angkatan 2015. Adapun latar belakang calon pengurus berasal dari beragam profesi, birokrat, praktisi, akademisi, industri, media dan lain-lain.

“Setelah dilantik, kami akan mengadakan Musyawarah Kerja (Musker) yang rencananya dilakukan pada September besok. Untuk mekanismenya masih dibahas karena kondisi juga masih pandemi,” ucap dia.

Dalam menjalankan roda organisasi ke depan, ada beberapa rencana prioritas program kerja yang akan dilakukan, seperti pembukaan wilayah/cabang baru di setiap kabupaten/provinsi, program beasiswa alumni, pelatihan dan kuliah umum. Sejauh ini sudah terbentuk 17 Kafapet wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara untuk target kepengurusan, akan membentuk 13 wilayah baru lagi sehingga nanti bisa mencapai 30 Kafapet wilayah.

“Saya berharap dalam lima tahun masa kepengurusan nanti rekan-rekan pengurus tetap semangat untuk mengabdi kepada almamater, bangsa dan negara. Melalui semangat gotong royong, saya yakin program kerja yang nanti diputuskan bisa terlaksana dengan baik dan sukses,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Kuat Puji Prayitno SH MHum, turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas soliditas alumni peternakan di tengah kesibukannya masing-masing.

“Alumni merupakan bagian keluarga besar Unsoed yang menjadi mitra pengembangan faksultas dan universitas untuk menjadi lebih baik lagi. Alumni mengambil peran dan sangat berkontribusi untuk kemajuan fakultas,” kata Kuat.

Sementara, Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Dr Ir Triana Setyawardani MP, mengharapkan dukungan dari alumni untuk bersinergi, harmonis dan kolabortaif dengan pihak kampus, sehingga rencana kerja organisasi diharapkan bisa selaras dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

“Pada program MBKM yang sudah dicanangkan Kemendikbud, ada program magang. Di sinilah peran alumni memberikan fasilitas kepada adik-adik mahasiswa untuk magang di industri alumni tersebut berkiprah. Kami berharap peran serta alumni lebih besar,” kata Triana. (INF)

SEMINAR INTERNASIONAL VIA DARING ALA UNSOED

AnSTC 2020 digelar melalui daring


Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) menggelar seminar internasional via daring selama dua hari pada 4-5 November 2020 yang lalu. Acara yang bernama Animal Science and Technology Conference 2020 (AnSTC 2020) tersebut dilaksanakan untuk kedua kalinya. Bedanya, dikarenakan wabah Covid-19, acara tersebut dilaksanakan via daring. Tema yang diusung pada seminar kali ini adalah Advancing Animal Production Systems for Rural Development and Environment Sustainability.

“Kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-54 Fapet Unsoed ini berlangsung secara daring dengan media Zoom Meeting dan ditayangkan secara live melalui streaming YouTube “Fapet Unsoed” pukul 08:30 - 15:30 setiap harinya," ujar Ir Alief Einstein M Hum, Humas Dies Natalis Fapet Unsoed.

Ketua panitia Moch Sugiarto SPt MM PhD menambahkan,  kegiatan ini akan diikuti 187 peserta berasal dari Indonesia, Afrika Selatan, India, Zimbabwe, Philippines dan Sudan. 

“Harapkan kami acara ini dapat menjadi wadah bertukar pengetahuan dan berbagi perspektif dalam memanfaakan peluang untuk memajukan industri masyarakat pedesaan secara berkelanjutan,” ujar Moch Sugiarto yang juga merupakan Sekjen PERSEPSI (Perhimpunan Ilmuwan Sosial Ekonomi Peternakan Indonesia).

Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber yakni Prof Henny Akit Ph D (University Putra Malaysia Malaysia), Prof Dr Yanin Opatpatanakit (Maejo University Thailand), Prof Bibin Bintang Andriana Ph D  (Kwansei Gakuin University Jepang), sementara itu Prof Vu Dinh Ton Ph D. (Vietnam National University of Agriculture Vietnam) bertindak sebagai keynote speaker.

Selain itu hadir juga Prof Suyadi (Universitas Brawijaya), Prof Edy Kurnianto (Universitas Diponegoro), Prof Dr Triana Setyawardani (Universitas Jenderal Soedirman), Prof Budi Guntoro (Universitas Gadjah Mada), Prof Juni Sumarmono Ph D (Universitas Jenderal Soedirman) dan Prof Dr Racheal Bryant (Lincoln University, New Zealand) sebagai pembicara tamu. (CR)



Peternakan di Jawa Barat Jadi Tujuan Praktikum Mahasiswa Fapet Unsoed

Foto: unsoed.ac.id


Sebanyak 247 mahasiswa, 12 asisten mahasiswa, dan 5 dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unsoed selenggarakan kegiatan praktikum di peternakan yang ada di kawasan Jawa Barat, Minggu (11/11/2018).

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini, mahasiswa didampingi penanggung jawab kegiatan praktikum yaitu Ir Nunung Noor Hidayat MP dan juga di dampingi dosen pengampu matakuliah Agribisnis diantaranya Ir Oentoeng Edy Djatmiko MP, Ir Hudri Aunurohman MP, Ir Sri Mastuti MP dan Sugiarto, SPt MM PhD.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan praktikum di Jawa Barat ini untuk menambah pengetahuan mahasiswa agar lebih mengenal dunia usaha peternakan, dan pengenalan teknologi pada industri peternakan, serta bagaimana cara mengolah pakan ternak”, ungkap Ir Nunung, seperti dikutip dari laman unsoed.ac.id.

Praktikum dilaksanakan dengan mengunjungi beberapa tempat di Jawa Barat. Peternakan kambing perah As Salam Farm di Tasikmalaya menjadi tujuan pertama, dilanjutkan ke peternakan ayam broiler Sukahari Farm masih di Tasikmalaya.

Lokasi berikutnya peternakan ayam layer Akaw Farm di Garut, kemudian PT Agro Investama (domba potong), Andika Pakan Ternak PS (feedmill) di daerah Ciamis, dan kunjungan terakhir di PT Citra Agro Buana Semesta di Malangbong, Garut.

“Diharapkan para mahasiwa bisa mengamati, mencermati, menentukan pilihan sasaran usaha dan mengukur pengetahuan yang ada serta mengambil spekulasi penentuan arah usaha dibidang peternakan nantinya”, pungkas Ir Nunung. (NDV)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer