-->

KEMATIAN MASSAL AKIBAT PANAS EKSTREM DI PETERNAKAN UNGGAS PRANCIS

Sejumlah besar ayam baru-baru ini mati di peternakan unggas di Prancis karena panas. Suhu di negara itu, yang berada di pusat cuaca ekstrem, naik hingga jauh di atas 40°C minggu lalu.

Menurut Reuters, organisasi unggas Prancis ANVOL melaporkan bahwa 2 wilayah unggas utama negara itu, Brittany dan Pays de la Loire, telah paling parah terkena dampak kematian berlebih. Ketua ANVOL Yann Nedelec mengatakan kepada Reuters bahwa perkiraan menunjukkan setidaknya beberapa ratus ribu ayam telah mati karena panas.

Seorang peternak unggas Prancis dari kota pesisir Beauvoir-sur-Mer (di wilayah Pays de la Loire) mengatakan kepada media berita ekonomi Prancis BFMbusiness bahwa ia merasa tak berdaya sementara hewan-hewan di peternakannya mati. Ia telah memasang kipas tambahan untuk menjaga agar udara tetap bergerak, tetapi tidak ada yang mampu mengatasi suhu di atas 40 derajat.

Peternak tersebut memelihara ayam sesuai dengan konsep Label Rouge Prancis, ayam yang tumbuh lambat dengan akses ke luar ruangan, di 4 kandang, masing-masing menampung 4.400 ekor hewan. Selain itu, ia juga memelihara 35.000 burung puyuh. Ayam-ayam tersebut mati baik di dalam maupun di area luar ruangan di antara pepohonan. Ia memperkirakan bahwa setengah dari ayam-ayamnya kini telah mati, dan persentase yang sedikit lebih rendah untuk burung puyuh.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer