-->

BERKUTAT DENGAN NEWCASTLE DISEASE SELAMA SEABAD

Prediksi penyakit ND masih tertinggi. (Sumber: GPS Ceva, 2026)

Seratus tahun adalah waktu yang panjang dalam sejarah ilmu pengetahuan. Dalam rentang itu, manusia berhasil memecahkan struktur DNA, mendarat di bulan, hingga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Namun di balik semua kemajuan tersebut, ada ironi yang diam-diam bertahan, sebuah penyakit unggas bernama Newcastle disease (ND) masih terus menjadi ancaman nyata bagi industri perunggasan Indonesia, Asia, dan dunia.

Sejak pertama kali dilaporkan pada 1926 di Newcastle upon Tyne dan hampir bersamaan di Indonesia, ND tidak pernah benar-benar hilang. Ia tidak lagi hadir sebagai wabah misterius yang membunuh tanpa penjelasan, tetapi juga belum sepenuhnya terkendali sebagai penyakit yang bisa dieliminasi. Ia berada di antara dua dunia, dipahami secara ilmiah, namun tetap sulit dikendalikan secara praktis.

Pertanyaan yang muncul setelah satu abad bukan lagi sekadar “apa itu ND?” atau “bagaimana cara mencegahnya?”. Pertanyaan yang lebih jujur dan mendasar adalah mengapa dengan segala kemajuan yang ada, masyarakat peternak masih hidup berdampingan dengan penyakit ini?

Dari Misteri Menjadi Ilmu Pengetahuan
Pada awal kemunculannya di Newcastle dan Hindia-Belanda, ND bak teror yang tidak memiliki nama jelas. Peternak saat itu hanya melihat ayam-ayam mereka mati mendadak, menunjukkan gejala saraf, gangguan pernapasan, dan penurunan produksi telur yang drastis. Tidak ada vaksin, tidak ada diagnostik, tidak ada pemahaman.

Dalam konteks itu, ND adalah simbol keterbatasan manusia dalam memahami penyakit infeksius. Namun perlahan, ilmu pengetahuan mulai membuka tabirnya. Virus penyebab ND diidentifikasi sebagai Avian paramyxovirus. Penularannya dipahami, pola epidemiologinya dipetakan. Dunia veteriner mulai memiliki bahasa untuk menjelaskan apa yang sebelumnya hanya dianggap “kutukan”.

Perjalanan ini mencerminkan sesuatu yang fundamental dalam sejarah ilmu pengetahuan, ketakutan sering kali berasal dari ketidaktahuan, dan pemahaman adalah langkah pertama menuju kontrol.

Revolusi Vaksin: Titik Balik yang Menjanjikan
Pertengahan abad ke-20 menjadi titik balik besar bagi dunia veteriner khususnya perunggasan. Munculnya vaksin ND pertama, mulai dari strain lentogenik seperti LaSota dan B1, mengubah lanskap perunggasan global.

Untuk pertama kalinya, manusia memiliki alat untuk melawan ND secara aktif. Mortalitas yang sebelumnya bisa mencapai 100% mulai ditekan. Peternakan ayam modern mulai berkembang. Produksi protein hewani meningkat pesat. Industri perunggasan menjadi salah satu sektor pangan paling efisien di dunia.

Dalam banyak hal, vaksin ND dinilai menjadi simbol kemenangan sains terapan atas kehendak alam. Namun seperti banyak kemenangan awal, realitas kemudian menunjukkan bahwa masalah tidak sesederhana itu.

Dalam sebuah acara seminar di Bogor yang membahas mengenai penyakit ND, Christophe Cazaban selaku Poultry Scientific Director Ceva Sante Animale, menekankan bahwa perjalanan 100 tahun melawan penyakit Newcastle bukan sekadar kisah tentang virus dan vaksin. 100 tahun setelah pertama kali dilaporkan, ND tetap relevan sebagai tantangan strategis industri perunggasan global.

“Evolusi virus yang berkelanjutan menuntut peningkatan kapasitas diagnostik, pengembangan vaksin yang adaptif, serta implementasi biosekuriti yang konsisten”, ujar Christophe.
Ia juga menambahkan bahwa perjalanan ND bukan sekadar sejarah penyakit, tetapi juga cerminan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2026. (CR)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer