Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini PT Malindo Feedmill | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

TAHUN 2022 MALINDO TARGETKAN PERTUMBUHAN DOUBLE DIGIT

 

Kinerja positif PT Malindo Feedmill Tbk 


Kendati menghadapi tekanan bahan baku yang mahal, PT Malindo Feedmill Tbk (Malindo) mampu mempertahankan kinerja positif. Pada tahun 2021, Malindo meningkatkan penjualan bersih sebesar 30,4% dibandingkan dengan tahun 2020.

Tahun 2022, Malindo menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di kisaran double digit dibandingkan dengan tahun lalu.

Malindo di tahun 2021 mengembangkan bisnis restoran dengan nama Sunny Chick. Pihak Malindo berharap ke depannya pengembangan Sunny Chick akan maksimal, sehingga bisa memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan terhadap Perseroan.

Dalam keterangan resminya, Malindo mencatat data penjualan bersih Perseroan pada kuartal I 2022 meningkat sebesar Rp608,1 miliar atau meningkat sebesar 28,3%. Peningkatan ini terutama dikarenakan peningkatan penjualan pakan ternak naik sebesar 27,8% atau sebesar Rp373,4 miliar diikuti penjualan ayam pedaging yang meningkat sebesar Rp139,8 miliar atau setara dengan 46,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tren positif ditunjukkan dengan peningkatan segmen penjualan DOC yang meningkat 14,3% jika dibanding dengan periode yang sama pada kuartal I 2021.

Selain harga bakan baku, kendala lain dihadapi Perseroan adalah krisis ekonomi global yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Beberapa kebijakan strategis yang dilakukan oleh Perseroan untuk mengatasi kendala diantaranya menunda belanja modal, meningkatkan efisiensi produksi dan melakukan penghematan di setiap lini produksis serta operasional. (NDV/INF)

 

 

ANGGARKAN RP 200 MILIAR, MALINDO OPTIMIS BANGUN FARM & RPHU

Direktur PT Malindo Feedmill Tbk. Rewin Hanrahan (kanan) dan Rudy Hartono Husin. (Foto: Infovet/Ridwan)

PT Malindo Feedmill Tbk. menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 200 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan farm dan RPHU. Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang belum usai, pihaknya tetap optimis walau ada beberapa hal yang tertunda.

Direktur Malindo Feedmill, Rudy Hartono Husin, dalam Public Expose PT Malindo Feedmill Tbk, Kamis (24/6/2021), mengatakan bahwa penundaan pembelanjaan modal untuk pabrik feedmill di Lampung dan beberapa farm. Namun, pihaknya terus mencermati situasi dalam melakukan ekspansi agar memberikan hasil maksimal.

“Normalnya Malindo tiap tahun anggaran belanja modal sebesar Rp 500-600 miliar, namun kami masih mencermati keadaan, begitu situasi membaik, kondisi stabil, pasti ekspansi akan terus berjalan," kata Rudy.

"Tahun ini kami anggarkan berkisar Rp 200 miliar, jadi kami bangun yang esensial dulu. Nanti kita alokasikan untuk beberapa farm broiler dan rumah pemotongan hewan unggas (RPHU)."

Kepercayaan diri itu terlihat dari kinerja perusahaan yang semakin membaik. Dijelaskan Rudy, pada kuartal I 2021, penjualan bersih Malindo meningkat sebesar Rp 453 miliar dari kuartal I 2020.

“Kinerja kami sangat bagus di kuartal I tahun ini. Penjualan meningkat 27% dibandingkan kuartal I 2020 dan kita punya laba bersih yang juga meningkat signifikan menjadi Rp 112 miliar, meningkat Rp 94 miliar atau naik 522% dari kuartal I sebelumnya,” jelas Rudy.

Peningkatan dikarenakan penjualan pakan ternak naik Rp 245 miliar atau meningkat 22% , diikuti segmen DOC sebesar Rp 148 miliar atau setara 55%. Demikian pula pada penjualan ayam pedaging yang meningkat masing-masing 34%.

“Ini menunjukkan performa luar biasa dari seluruh tim. Kuartal I menjadi start luar biasa, kami harapkan sampai akhir tahun kondisi bisa jauh lebih kondusif, sehingga kita punya hasil yang lebih baik,” harapnya.

Sementara ditambahkan oleh Direktur Malindo Feedmill, Rewin Hanrahan, strategi peningkatan kinerja juga dilakukan dengan menambah produk-produk baru.

“Tahun ini ada produk baru dan sudah launching sekitar dua bulan lalu, diantaranya produk karage jahe merah, nugget vegetable dan nugget pedas. Diharapkan tahun ini kita juga rilis produk-produk baru lainnya,” katanya.

Upaya lain yang juga digenjot perseroan, lanjut Rewin, adalah ekspor produk-produk olahan. Malindo pun sukses masuk ke pasar Jepang yang dikenal ketat dalam melakukan importasi.

“Tahun ini kita sudah satu kali ekspor ke Jepang dan akan terus-menerus ekspor produk-produk olahan kita. Disamping itu kita juga sudah ada permintaan dari Timor Leste dan memperkenalkan produk kita ke Timur Tengah dan Papua Nugini. Kita harapkan respon mereka baik, karena kita sudah berhasil ekspor ke Jepang, sehingga tidak diragukan lagi mengenai kualitas dan keamanan produk kita,” pungkasnya. (RBS)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer