-->

TEGUH SUDARYATNO KEMBALI DIPERCAYA PIMPIN KAFAPET UNSOED

Ketua Umum Kafapet Unsoed Periode 2026-2030, Teguh Sudaryatno. (Foto: Dok. kafapet Unsoed)

Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) kembali mempercayakan Teguh Sudaryatno sebagai Ketua Umum Kafapet Unsoed melalui Musyawarah Nasional VI (Munas VI) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026).

Sekretaris Panitia Munas VI Kafapet Unsoed, Farid Dimyati, mengatakan pemilihan ketua umum berlangsung lancar dan ditempuh melalui musyawarah mufakat setelah tiga kandidat memenuhi ketentuan dalam tata tertib persidangan.

"Alhamdulillah munas berjalan lancar. Dari data yang masuk sebenarnya ada lima bakal calon ketua umum, tetapi ada dua bakal calon yang tidak hadir secara luring di lokasi pelaksanaan munas, sehingga sebagaimana dipersyaratkan dalam tata tertib pemilihan dinyatakan gugur," ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, terdapat tiga calon ketua umum yang memenuhi ketentuan dan selanjutnya mengikuti proses musyawarah untuk menentukan pemimpin KAFAPET UNSOED, di antaranya Teguh Sudaryatno, A. Bagus Pekik, dan Aries Teguh Wibowo.

Farid melanjutkan, setelah melalui musyawarah ketiga kandidat tersebut, mereka sepakat bahwa Teguh Sudaryatno akan kembali memimpin organisasi. Oleh sebab itu, sidang munas akhirnya menetapkan dan mengesahkan Teguh Sudaryanto sebagai Ketua Umum Kafapet Unsoed periode 2026-2030.

Sebagaimana diketahui, Teguh Sudaryatno sebelumnya dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kafapet Unsoed pada 24 Februari 2025, menggantikan ketua sebelumnya periode 2021-2026, Bambang Rijanto Japutra, yang mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Wakil Ketua IV Keluarga Alumni Unsoed (KAUNSOED).

Farid berharap dengan terpilihnya kembali Teguh Sudaryatno, organisasi Kafapet Unsoed menjadi lebih baik lagi serta terus memperkuat peran organisasi dalam membangun jejaring alumni dan berkontribusi bagi almamater.

Usai dipercaya kembali memimpin Kafapet Unsoed, Teguh Sudaryatno mengungkapkan salah satu prioritas yang akan dilakukan ialah membenahi dan memperkuat basis data alumni Fakultas Peternakan Unsoed.

"Yang pertama kita mungkin database alumni. Selama ini memang database belum rapi, jadi nanti alumni itu ada di mana saja bisa kami ketahui. Kemudian pada waktu kelulusan nanti juga langsung kita data untuk pengajuan kartu anggota alumni," katanya.

Ia juga menambahkan akan terus memperkuat koordinasi dengan para alumni di berbagai wilayah. Menurutnya, hal itu penting mengingat cakupan wilayah organisasi yang luas sehingga membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya.

Selain itu, penekanan terkait pentingnya memperkuat hubungan antara Kafapet dengan Fakultas Peternakan Unsoed melalui berbagai kegiatan yang melibatkan alumni dan mahasiswa.

"Hubungan dengan fakultas yang mungkin beberapa kegiatan yang terkait dengan alumni dan fakultas, baik mengadakan seminar, kemudian melakukan pembekalan untuk mahasiswa baru ataupun pembekalan untuk mahasiswa yang baru akan lulus," pungkasnya.

Ia berharap dengan terpilihnya kembali dirinya dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik dan mendapat kesehatan serta kelancaran dalam melaksanakan tugas. (INF)

BAKTI ALUMNI SUKSESKAN PROGRAM HILIRISASI DALAM MUNAS VI KAFAPET UNSOED

Seminar Nasional dalam rangkaian Musyawarah Nasional VI Kafapet Unsoed. (Foto: Istimewa)

"Bakti Alumni Fakultas Peternakan Unsoed untuk Sukseskan Program Hilirisasi”, menjadi tema Seminar Nasional dalam rangkaian Musyawarah Nasional VI Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) di Purwokerto, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Drijen PKH), Drh Agung Suganda, yang turut hadir mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi untuk mempercepat hilirisasi peternakan nasional.

"Sinergi tersebut diperlukan agar riset dan inovasi dapat diterapkan menjadi teknologi, produk bernilai tambah, lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan peternak," ujar Agung.

Ia menambahkan, pembangunan peternakan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia. Ketahanan pangan, menurutnya, tidak hanya menyangkut karbohidrat, tetapi juga kecukupan protein hewani dari daging, susu, dan telur.

Untuk memperkuat kontribusi tersebut, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi dan daya saing peternakan melalui penguatan pembibitan, reproduksi, pakan, kesehatan hewan, investasi, dan kemitraan dengan peternak rakyat.

Sebab, lanjut dia, hilirisasi tidak boleh dimaknai hanya sebatas membangun fasilitas pengolahan. Hilirisasi harus membentuk ekosistem yang menghubungkan produksi, teknologi, pengolahan, distribusi, dan pasar.

“Hilirisasi harus memberikan manfaat nyata. Produksi harus semakin efisien, pasar semakin luas, dan nilai tambah yang dihasilkan harus dapat dirasakan peternak,” tegasnya.

Dalam upaya tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai penghasil sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Agung mendorong agar penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi diterjemahkan menjadi teknologi dan model usaha yang mampu menjawab kebutuhan peternak dan industri.

Semangat tersebut sejalan dengan pandangan Plt. Rektor Unsoed, Prof Ali Rokhman. Ia menilai hilirisasi membutuhkan hubungan yang semakin kuat antara pendidikan tinggi dan dunia industri, dengan alumni sebagai salah satu penggeraknya.

“Harus ada link and match antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri. Alumni memiliki jejaring dan pengalaman yang dapat menjadi jembatan antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat,” ujar Prof Ali.

Ia juga menambahkan, perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Munas VI Kafapet Unsoed diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan ilmu, pengalaman, jejaring, inovasi, dan semangat pengabdian.

“Mari kita jadikan alumni sebagai energi kolaborasi dan hilirisasi sebagai jalan menuju kemandirian serta ketahanan pangan bangsa,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Novie Andri Setianto, menyampaikan bahwa hubungan alumni dengan kampus tidak berakhir setelah kelulusan. Alumni tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Bagi kami, alumni bukan sekadar mahasiswa yang telah lulus, tetapi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi tanpa benar-benar meninggalkan kampus. Sejauh apapun melangkah, kampus Fakultas Peternakan selalu menjadi tempat untuk kembali,” kata Novie.

Menurutnya, seminar nasional dan Munas VI Kafapet Unsoed tidak hanya menjadi ruang konsolidasi organisasi, tetapi juga sarana untuk merawat kebersamaan dan memperkuat kontribusi alumni bagi almamater serta pembangunan peternakan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Kafapet Unsoed, Teguh Sudaryatno, mengatakan subsektor peternakan dituntut semakin adaptif, efisien, dan inovatif dalam menghadapi perubahan serta tantangan global. Karena itu, alumni yang berkiprah di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, dan penelitian perlu memperkuat sinergi dengan kampus dan masyarakat.

Diharapkan dari adanya forum ini dapat melahirkan gagasan baru, riset aplikatif, dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan peternak serta mendukung penguatan pangan nasional.

Munas VI Kafapet Unsoed juga menjadi bagian dari semangat Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 tahun 2026. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, alumni, peternak, dan dunia usaha diharapkan mampu mendorong hilirisasi yang meningkatkan daya saing sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi peternak. (INF)

PELANTIKAN PENGURUS PUSAT KAFAPET UNSOED PERIODE 2021-2026

Pelantikan Pengurus Pusat Kafapet Unsoed melalui daring. (Foto: Istimewa)

Setelah sukses menyelanggarakan Musyawarah Nasional V Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Munas V Kafapet Unsoed) pada Juni lalu, Ketua Umum terpilih beserta calon Pengurus Pusat Kafapet Unsoed periode 2021-2026 dilantik pada Sabtu (21/8/2021). Acara terselenggara secara hybrid yakni di Purwokerto, Jawa Tengah dan secara daring.

Menurut Ketua Umum Kafapet Unsoed terpilih, Bambang Rijanto Japutra, pelantikan pengurus ini merupakan mandat Munas, sehingga harus segera terselenggara. Meskipun pelantikan masih dalam suasana pandemi, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat para panitia maupun calon pengurus.

“Karena masih ada kebijakan PPKM, acara luring dihadiri sangat terbatas dengan protokol ketat. Selebihnya para calon pengurus hadir secara daring dari rumah masing-masing,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, kepengurusan yang baru dilantik merupakan representasi dari lintas angkatan dan wilayah dengan total pengurus berjumlah 34 orang dengan komposisi 10% dari angkatan 80-an, 40% angkatan 90-an dan 50% angkatan 2000-an, dengan calon pengurus termuda berasal dari angkatan 2015. Adapun latar belakang calon pengurus berasal dari beragam profesi, birokrat, praktisi, akademisi, industri, media dan lain-lain.

“Setelah dilantik, kami akan mengadakan Musyawarah Kerja (Musker) yang rencananya dilakukan pada September besok. Untuk mekanismenya masih dibahas karena kondisi juga masih pandemi,” ucap dia.

Dalam menjalankan roda organisasi ke depan, ada beberapa rencana prioritas program kerja yang akan dilakukan, seperti pembukaan wilayah/cabang baru di setiap kabupaten/provinsi, program beasiswa alumni, pelatihan dan kuliah umum. Sejauh ini sudah terbentuk 17 Kafapet wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara untuk target kepengurusan, akan membentuk 13 wilayah baru lagi sehingga nanti bisa mencapai 30 Kafapet wilayah.

“Saya berharap dalam lima tahun masa kepengurusan nanti rekan-rekan pengurus tetap semangat untuk mengabdi kepada almamater, bangsa dan negara. Melalui semangat gotong royong, saya yakin program kerja yang nanti diputuskan bisa terlaksana dengan baik dan sukses,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Kuat Puji Prayitno SH MHum, turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas soliditas alumni peternakan di tengah kesibukannya masing-masing.

“Alumni merupakan bagian keluarga besar Unsoed yang menjadi mitra pengembangan faksultas dan universitas untuk menjadi lebih baik lagi. Alumni mengambil peran dan sangat berkontribusi untuk kemajuan fakultas,” kata Kuat.

Sementara, Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Dr Ir Triana Setyawardani MP, mengharapkan dukungan dari alumni untuk bersinergi, harmonis dan kolabortaif dengan pihak kampus, sehingga rencana kerja organisasi diharapkan bisa selaras dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

“Pada program MBKM yang sudah dicanangkan Kemendikbud, ada program magang. Di sinilah peran alumni memberikan fasilitas kepada adik-adik mahasiswa untuk magang di industri alumni tersebut berkiprah. Kami berharap peran serta alumni lebih besar,” kata Triana. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer