-->

TIPS WIRAUSAHA KOMPOS KOTORAN SAPI YANG BISA DIKERJAKAN SENDIRI

Usahakan membeli kotoran sapi yang sudah siap dikompos. Ciri-cirinya adalah kotorannya kering, bobotnya ringan karena kandungan air sedikit. Baunya tidak menyengat. Kotorannya berbutir-butir kecil, tidak masih dalam bentuk gumpalan besar-besar yang masih basah.

Kotoran sapi yang demikian akan lebih cepat untuk dibuat kompos.

Penting juga untuk memilih kotoran sapi yang cukup bersih. Yaitu tidak tercampur dengan banyak keriril, tanah, sampah plastik, dan bahan penganggu lainnya. Karena selain buang waktu dan tenaga untuk memilahnya, juga kalau campuran sampah dan lain-lain tersebut banyak bisa membuat proses pengomposan lebih lama.

Untuk pengomposannya pilih teknik yang bisa dikerjakan sendirian. Mungkin pilih metode yang tidak banyak mengeluarkan tenaga, misal tidak membutuhkan pembalikan/pengadukan yang sering.

Merapikan keuangan juga penting. Ambil sebagian laba sebagai gaji pribadi. Sisa laba dan modal simpan sebagai uang usaha, untuk membeli bahan baku dan ongkos produksi batch berikutnya.

Pemasaran jika baru mampu berproduksi skala kecil bisa menyasar rumah tangga, sekolah, dan perkantoran.

PERTAMINA BERIKAN PELATIHAN WIRAUSAHA PETERNAKAN AYAM

Pelatihan Yang Diselenggarakan Pertamina Sebagai Bentuk Kepedulian Kepada Masyarakat
(Foto : Pertamina)


Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal Jambi, mendukung pengembangan usaha terpadu di Kelurahan Sejinjang dengan membangun rumah usaha peternakan ayam pedaging, serta memberikan pelatihan kewirausahaan. Program ini merupakan bagian dari Kampung Sejinjang Maju dan Berdikari (JEMARI), yang bertujuan menciptakan desa mandiri dengan kemandirian ekonomi melalui integrasi budidaya maggot dan peternakan ayam.

Program dilaksanakan pada Senin (23/9) dalam dua bentuk kegiatan yaitu Peresmian Rumah Usaha Peternakan Ayam Pedaging dan Pelatihan Wirausaha Peternakan Ayam sebagai Usaha Integritas Turunan Budidaya Maggot BSF. Pelatihan kewirausahaan peternakan ayam yang dipandu oleh, Budi Rahman, seorang wirausahawan dan peternak sukses ini diikuti oleh 24 masyarakat Kelurahan Sejinjang.

Dalam pelatihan, peserta disuguhi materi mengenai teknik pembesaran ayam pedaging, pembuatan kandang, dan pencegahan gagal panen. Ayam pedaging yang memiliki waktu pertumbuhan cepat, yaitu 5-8 minggu, dinilai sebagai pilihan yang tepat untuk usaha integrasi dengan budidaya maggot karena menghasilkan perputaran modal yang efisien.

Pada kesempatan ini, Lurah Sejinjang Zulkarnain, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina Patra Niaga dalam pengembangan usaha masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan warga dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya melalui usaha peternakan ayam yang diintegrasikan dengan budidaya maggot BSF.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, karena telah memberikan usaha lanjutan budidaya maggot BSF, yang diintegrasikan dan dikembangkangkan dengan pembangunan rumah usaha peternakan ayam pedaging. Harapannya, program bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Kelurahan Sejinjang,” ungkap Zulkarnain.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen Pertamina dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Sejinjang dan mendukung kemandirian ekonomi di wilayah tersebut. Hal ini pun mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan Nomor 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan Nomor 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab,” tegas Nikho. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer