Mulai 5 Agustus, layanan veteriner negara Rusia, Rosselkhoznadzor, melarang transit daging unggas dan beberapa produk lainnya dari Uni Eropa (UE) melalui wilayah Rusia.
Langkah ini akan menghambat transit produk unggas yang diproduksi di Uni Eropa melalui Rusia, dengan pembatasan yang akan tetap berlaku hingga pembicaraan dengan Komisi Eropa mengenai dugaan pelanggaran dilakukan.
Rosselkhoznadzor menyatakan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan dan melindungi konsumen di Rusia.
Badan pengawas veteriner Rusia tersebut merujuk pada sebuah kasus yang melibatkan dugaan transit ilegal produk sampingan unggas asal Jerman melalui Polandia. Pengiriman tersebut melintasi perbatasan menggunakan dokumen veteriner palsu sebelum dikirim ke Uzbekistan melalui Rusia.
"Analisis lanjutan dan tanggapan dari otoritas veteriner Jerman dilaporkan gagal mengungkap identitas pengirim maupun asal-usul sebenarnya dari produk-produk tersebut," ujar Rosselkhoznadzor.
Dampak utama dari larangan transit ini akan ditanggung oleh pemasok Eropa dan pembeli di Asia Tengah, demikian disampaikan Ilya Grashchenkov, seorang analis politik dan presiden Center for Regional Policy Development, kepada kantor berita negara setempat, TASS.


0 Comments:
Posting Komentar