-->

KONFLIK TIMUR TENGAH TERUS BERDAMPAK PADA PASAR UNGGAS

Mulai dari kenaikan harga pakan unggas di Vietnam hingga penurunan harga telur di Pakistan, gangguan pasokan global akibat perang di Timur Tengah dan blokade sebagian Selat Hormuz semakin memengaruhi perdagangan unggas.

Di Pakistan, harga telur telah anjlok dalam beberapa pekan terakhir karena ekspor ke Timur Tengah terhenti, lapor media lokal. Perluasan penjualan ke luar negeri, khususnya ke pasar Teluk, telah menjadi pendorong utama pertumbuhan industri unggas Pakistan dalam beberapa tahun terakhir, kata Sohail Ahmed, CEO Noor Poultry. Dengan terganggunya pengiriman, industri ini telah mengalami pukulan signifikan, ia memperingatkan.

Peternak unggas di seluruh Pakistan berjuang untuk tetap bertahan karena pasokan yang biasanya diekspor dialihkan ke pasar domestik, menciptakan kelebihan pasokan. Sehingga telah menurunkan harga, menekan margin yang sudah tipis bagi peternak dan bisnis unggas.

Pakistan tidak sendirian dalam menghadapi dampak buruk perang. Eksportir unggas dan daging utama termasuk Turki, Rusia, Ukraina, Amerika Serikat, dan Uni Eropa juga terkena dampak gangguan ini, terutama mereka yang sangat bergantung pada permintaan Timur Tengah.

Rusia dan Ukraina termasuk yang paling rentan, menurut Nan-Dirk Mulder, spesialis global senior untuk protein hewani di Rabobank. Konflik tersebut telah sangat memengaruhi ekspor daging Rusia ke wilayah tersebut, kata Sergey Yushin, direktur eksekutif Asosiasi Daging Nasional Rusia.

Saat ini, sejumlah besar kargo sedang dalam perjalanan, tetapi jadwal pengiriman masih belum pasti. Beberapa eksportir terpaksa menurunkan kontainer dalam perjalanan ke Teluk, yang menyebabkan penundaan dan biaya tambahan.

Biaya pengiriman juga meningkat. Premi asuransi per kontainer telah meningkat dari sekitar US$3.500 menjadi US$4.000, mendorong beberapa pengirim untuk mengubah rute atau menurunkan kargo di tujuan alternatif seperti Mesir, yang selanjutnya mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan biaya produksi, menurut Yushin.

Di Asia, dampaknya dirasakan melalui biaya input yang lebih tinggi. Sektor peternakan Vietnam menghadapi kenaikan harga pakan yang baru, dengan produsen menaikkan harga pada awal Maret karena gangguan rantai pasokan mendorong kenaikan biaya bahan baku dan logistik.

Beberapa produsen melaporkan kenaikan sekitar US$7-11 per ton, menambah tekanan lebih lanjut pada produsen yang sudah bergulat dengan kondisi pasar yang bergejolak.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer