-->

INDUSTRI UNGGAS DI SURIAH DALAM KEKACAUAN

Pasar unggas Suriah menghadapi gejolak yang semakin meningkat, dengan harga melonjak hampir sepertiga dalam beberapa waktu terakhir dan membebani permintaan konsumen. Para pelaku industri mengatakan wabah Newcastle Disease dan, baru-baru ini, lonjakan biaya pakan yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah adalah beberapa pendorong utamanya.

Harga eceran rata-rata ayam baru-baru ini mencapai sekitar 30.000 pound Suriah (€2,5) per kg, naik dari sekitar 22.000 pound Suriah per kg sebulan sebelumnya, lapor media lokal SANA.

Selama beberapa bulan terakhir, industri unggas Suriah telah dilanda serangkaian wabah penyakit yang memengaruhi banyak peternakan. Dokter hewan setempat, Murtada Hassan Reda, mengatakan bahwa wabah tersebut disebabkan oleh Newcastle Disease, yang tidak berbahaya bagi manusia.

Namun, kurangnya transparansi dari pejabat pemerintah mengenai situasi veteriner di sektor unggas telah merusak kepercayaan konsumen. Desas-desus telah beredar di masyarakat Suriah bahwa unggas yang terinfeksi dan berpotensi berbahaya bagi manusia dijual di gerai-gerai ritel.

Kementerian Kesehatan Suriah baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang membantah klaim tersebut dan meyakinkan konsumen bahwa unggas yang tersedia di pasaran aman, meskipun banyak pembeli tetap tidak yakin.

Peternak unggas Suriah juga menghadapi peningkatan persaingan dari unggas beku impor murah setelah pemerintah mengizinkan impor pada akhir tahun 2025. Ma’an Al-Saqqa, pemilik peternakan unggas, mengatakan kepada media lokal bahwa masuknya ayam beku, anak ayam, dan telur tetas yang tidak terduga telah membanjiri pasar, mendorong banyak peternak untuk mempertimbangkan pemusnahan ternak mereka sebelum akhir siklus produksi.

Meskipun terjadi peningkatan harga ritel baru-baru ini, banyak peternak unggas saat ini beroperasi dengan kerugian, Al-Saqqa memperingatkan. Sektor ini sedang mengalami masa yang sangat sulit, dengan beberapa peternakan menangguhkan operasi dalam empat bulan terakhir, menurut Fadel Haj Hashem, direktur jenderal Perusahaan Unggas Umum.

Dalam beberapa minggu terakhir, produsen unggas juga berjuang dengan kenaikan biaya pakan yang terkait dengan meningkatnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Industri pakan Suriah sangat bergantung pada bahan baku impor, sebagian besar karena konflik selama beberapa dekade yang telah melemahkan produksi pertanian domestik negara tersebut.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer