Ekspor daging kalkun melonjak 40% tahun lalu ke rekor 40.000 ton, didorong oleh perluasan penjualan ke Afrika dan Asia, kata Anatoly Velmatov, direktur eksekutif Asosiasi Produsen Kalkun Nasional, pada sebuah acara industri di Moskow.
Produksi domestik juga terus tumbuh, meningkat 3,5% menjadi 453.000 ton, melampaui sektor unggas yang lebih luas, yang diperkirakan tumbuh 2,3% pada tahun 2025.
Konsumsi kalkun di Rusia mencapai 2,9 kg per kapita tahun lalu dan diproyeksikan akan berlipat ganda selama dekade berikutnya, kata Velmatov.
Ekspor semakin berorientasi ke pasar negara berkembang. Afrika dan Asia masing-masing menyumbang 38% dan 32,6% dari pengiriman. Tujuan utama di Afrika termasuk Benin, Republik Demokratik Kongo, Liberia, dan Angola, sementara pasar Asia berkisar dari Tiongkok dan Filipina hingga Hong Kong dan Malaysia.
Di negara-negara tetangga, kalkun Rusia sudah berhasil bersaing dengan daging sapi, kata Velmatov. Pergeseran serupa terlihat di dalam negeri, di mana konsumsi daging sapi dan domba menurun pada tahun 2025 sementara permintaan kalkun terus meningkat.


0 Comments:
Posting Komentar