-->

KEMENTAN MENYIAPKAN LAGI SAPI GAMA DI SUMATERA

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan Sapi Gama melalui program inseminasi buatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini sekaligus ditujukan untuk mendukung pemulihan usaha peternakan di wilayah terdampak bencana.

Sebanyak 1.000 dosis semen beku Sapi Gama telah disalurkan pada 2026, masing-masing 200 dosis untuk Aceh, 300 dosis untuk Sumatera Utara, dan 500 dosis untuk Sumatera Barat.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, mengatakan pemanfaatan semen beku perlu disertai perencanaan, pendampingan, serta evaluasi agar memberikan hasil optimal bagi produktivitas sapi pedaging.

Hal tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Semen Beku Sapi Gama yang berlangsung di Lembang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Sapi Gama merupakan rumpun sapi pedaging hasil kolaborasi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Widodo Makmur Perkasa. Rumpun ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 840 Tahun 2025. Pejantan terseleksi telah ditempatkan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang untuk mendukung produksi semen beku.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Peternakan, Prof Ali Agus, menekankan bahwa pengembangan Sapi Gama harus berbasis bukti ilmiah. Seleksi sapi akseptor, pencatatan, dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengukur keberhasilan program.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah langkah teknis turut disepakati. Di antaranya penyusunan SOP pemilihan lokasi dan sapi akseptor oleh BIB Lembang bersama PT Pasir Tengah. Kedua pihak bersama tim peneliti sapi Gama juga melakukan pengujian gen myostatin pada pejantan terseleksi, serta penyusunan herd book untuk memantau perkembangan populasi.

Selain itu, PT Pasir Tengah dan tim peneliti UGM akan menyiapkan proposal Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Bibit Sapi Gama kepada BRMP.

Kementan bersama pemerintah daerah dan pihak terkait juga mempersiapkan pelaksanaan inseminasi buatan di ketiga provinsi tersebut. Kegiatan direncanakan berlangsung pada akhir Oktober atau awal November 2026, menyesuaikan kesiapan teknis masing-masing wilayah.

Melalui program ini, pengembangan Sapi Gama diharapkan tidak berhenti pada distribusi semen beku, tetapi mampu menghasilkan bibit berkualitas, meningkatkan produktivitas sapi pedaging, dan membantu pemulihan usaha peternakan.

(Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer