| Ekspor perdana vaksin unggas Vaksindo, penanda luasnya kiprah industri kesehatan hewan Indonesia di pasar internasional. (Foto-foto: Dok. Infovet & Istimewa) |
Perjalanan PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) memperluas pasar internasional memasuki babak baru. Pada Kamis (24/9), produsen vaksin hewan yang merupakan bagian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) ini secara resmi melepas ekspor perdana vaksin unggas ke Zambia, Uganda, Malawi, dan Republik Demokratik Kongo.
Seremoni pelepasan ekspor perdana berlangsung di kawasan Vaksindo Plant 1, Bogor dan disaksikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Dr Drh Agung Suganda MSi beserta jajaran.
Ekspor tersebut mencakup 8.475 juta dosis vaksin dengan nilai USD 106.875 atau sekitar Rp 1,9 miliar. Bagi Vaksindo, langkah ini bukan sekadar pencapaian komersial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperluas akses terhadap solusi pencegahan penyakit unggas.
Presiden Direktur Vaksindo sekaligus Head of Animal Health and Livestock Equipment JAPFA, Teguh Yodiantara Prajitno, mengatakan ekspansi ke Afrika merupakan kelanjutan dari perjalanan Vaksindo dalam membangun pasar global.
“Ekspor vaksin ke pasar Afrika ini merupakan komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas yang didukung riset ilmiah, pengalaman panjang, serta standar kualitas yang konsisten di tingkat global,” tegas Teguh.
Selain menandai semakin kuatnya daya saing industri kesehatan hewan Indonesia di pasar internasional, juga membuka akses solusi pencegahan penyakit unggas bagi peternak di kawasan Afrika.
Sebelum memasuki pasar Afrika, Vaksindo telah mengekspor berbagai produk vaksin dan obat hewan ke lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Ekspansi ke Afrika memperluas jejak tersebut, sekaligus menunjukkan produk kesehatan hewan produksi Indonesia memiliki peluang untuk diterima di berbagai kawasan dengan karakteristik pasar dan kebutuhan yang berbeda.
Sepuluh Produk untuk Pasar Afrika
![]() |
| Seremoni pelepasan ekspor perdana dihadiri jajaran Kementerian Pertanian dan Direksi JAPFA. |
Pada ekspor perdana ini, Vaksindo membawa 10 produk vaksin unggulan. Antara lain Vaksimune NDL IB Plus, Vaksimune IBH Duo, Vaksimune ND Inaktif, Vaksimune ND Inaktif 0,1, Vaksimune Coryza LE, Vaksimune ND Clone IB, Vaksimune IBD D, Vaksimune Pox, Vaksimune NDHV, dan Vaksimune ND LS IB.
Rangkaian produk tersebut ditujukan untuk membantu pengendalian berbagai penyakit unggas yang berpotensi mengganggu kesehatan dan produktivitas peternakan. Kehadiran produk-produk tersebut di pasar Afrika diharapkan dapat mendukung kebutuhan sektor peternakan, serta membuka ruang bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
“Ekspor vaksin ini membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar internasional. Untuk sampai ke sana, produk kita harus memenuhi persyaratan dan standar yang tidak mudah,” kata Agung Suganda.
Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat industri kesehatan hewan nasional. Pemerintah terus mendorong penguatan industri dalam negeri dan ekspor produk kesehatan hewan sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah.
Data Kementan menunjukkan, nilai ekspor obat hewan Indonesia pada 2025 mencapai USD 438,10 juta. Sementara pada periode Januari-Juli 2026, nilai ekspor tercatat USD 66,37 juta, dengan produk obat hewan Indonesia telah dipasarkan ke 95 negara di berbagai kawasan dunia.
Mutu Menjadi Kunci
Menembus pasar internasional tentu tidak hanya berbicara mengenai kapasitas produksi. Kementan melalui Ditjen PKH terus memperkuat dukungan terhadap industri obat hewan. Mulai dari pemenuhan persyaratan teknis, penguatan regulasi, komunikasi dengan otoritas veteriner negara tujuan, penjaminan mutu, serta pembukaan akses pasar baru.
Salah satu fondasi penting dalam proses tersebut adalah sistem pengujian dan sertifikasi nasional. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) telah mendapat pengakuan sebagai laboratorium rujukan ASEAN untuk pengujian vaksin hewan.
“Semakin kuat sistem penjaminan mutu kita, semakin besar peluang produk vaksin Indonesia diterima di lebih banyak negara,” imbuh Agung.
Bagi Vaksindo, konsistensi terhadap mutu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar. Vaksindo didirikan pada 1983, dikenal sebagai produsen vaksin hewan pertama di Indonesia dan menjadi bagian strategis dari rantai nilai JAPFA. Sebagai produsen vaksin berbasis riset, Vaksindo terus mengembangkan portofolio vaksin ternak khususnya unggas yang digunakan di hatchery, breeding, dan peternakan komersial.
Dari Indonesia untuk Dunia
| Jajaran truk kontainer membawa produk vaksin Vaksindo ke empat negara Afrika. |
Ekspansi bisnis vaksin ke Afrika memperlihatkan eratnya keterkaitan antara penguatan industri kesehatan hewan dan ketahanan pangan. Kesehatan ternak menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan produksi pangan asal hewan.
Pengembangan vaksin tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pasar saat ini. Perubahan tantangan penyakit menuntut inovasi yang berkelanjutan, sekaligus kemampuan industri untuk merespons kebutuhan peternakan secara tepat.
Kemampuan memproduksi vaksin sendiri juga bermakna bagi kedaulatan vaksin Indonesia. Vaksindo mengembangkan vaksin hewan menggunakan strain lapangan dari dalam negeri, sehingga Indonesia memiliki kemampuan menyediakan solusi kesehatan hewan secara mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada produk impor.
“Setiap vial vaksin yang digunakan di peternakan mancanegara terdapat pencantuman ‘Made in Indonesia’. Identitas yang menunjukkan bahwa kemampuan industri kesehatan hewan Indonesia tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi telah bergerak menuju panggung dunia,” tandas Teguh.
Vaksindo terus membuka peluang kemitraan strategis di berbagai kawasan baru untuk memastikan semakin banyak peternak dunia mendapatkan akses terhadap vaksin berkualitas tinggi.
Arah tersebut sejalan dengan misi Vaksindo sebagai penyedia solusi global yang semakin berkembang dan menjadi pilihan utama di bidang kesehatan hewan. Secara konsisten menghadirkan produk dan layanan berkualitas tinggi yang relevan bagi stakeholder, masyarakat, dan lingkungan. (ADV)



0 Comments:
Posting Komentar