![]() |
| Sumber: Youtube Ditjen PKH |
Indonesia dan Timor-Leste memperkuat kerja sama subsektor peternakan, terutama dalam kesehatan hewan di wilayah perbatasan, peningkatan mutu genetik ternak, pengembangan sumber daya manusia, dan perluasan perdagangan komoditas peternakan.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dengan Menteri Muda Bidang Peternakan Timor-Leste, José Viera de Araújo, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (21/9).
Agung mengatakan, kedekatan geografis dan hubungan lintas batas membuat kerja sama kesehatan hewan kedua negara penting untuk mencegah masuknya dan penyebaran penyakit serta menjaga keamanan perdagangan komoditas peternakan.
“Indonesia memandang Timor-Leste sebagai mitra strategis di kawasan. Kami sepakat kerja sama kedua negara terus ditingkatkan karena memiliki karakteristik dan tantangan yang sama, terutama dalam pengendalian penyakit hewan, peningkatan produktivitas ternak, dan penguatan perdagangan komoditas peternakan,” kata Agung.
Sementara itu, José menekankan pentingnya kerjasama untuk mencegah pergerakan ilegal ternak dan produk hewan serta memperkuat pengawasan kesehatan hewan lintas batas terhadap penyakit eksotik.
Ia juga menilai pelatihan dan edukasi penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan populasi ternak di Timor-Leste. Karena itu, ia berharap kerja sama inseminasi buatan dan pengembangan genetik ternak dengan Indonesia terus ditingkatkan.
Di bidang perdagangan, pasar Timor-Leste telah menerima sejumlah produk peternakan Indonesia, termasuk karkas dan produk olahan ayam. Pada Juni 2026, Kementan melepas ekspor 17,9 ton karkas dan produk olahan ayam ke negara tersebut senilai Rp1,043 miliar.
Agung mengapresiasi pelaksanaan Import Risk Analysis (IRA) oleh Timor-Leste terhadap sejumlah unit usaha Indonesia pada 2024–2025. Ia berharap penilaian lanjutan dapat membuka peluang perdagangan telur tetas, DOC ayam KUB, DOC parent stock (PS) layer, dan DOC PS broiler.
Pengembangan kerbau turut menjadi agenda kerja sama dengan dukungan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Kolaborasi ini mencakup rencana penyediaan semen beku produksi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang serta dukungan dua tenaga ahli untuk pelatihan inseminasi buatan dan peningkatan kapasitas petugas peternakan Timor-Leste.
Melalui kerja sama di bidang kesehatan hewan, genetik, sumber daya manusia, dan perdagangan, Indonesia dan Timor-Leste diharapkan dapat memperkuat kemitraan peternakan yang saling menguntungkan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keamanan kesehatan hewan.
Sumber: https://ditjenpkh.pertanian.go.id/


0 Comments:
Posting Komentar