-->

HENG AIK JIN DAN LIMA PRINSIP KEPEMIMPINANNYA

Heng Aik Jin

"Bagi saya, kepemimpinan yang baik bertumpu pada lima prinsip utama. Kerendahan hati, kemampuan mendengarkan, tindakan, keterlihatan, dan komunikasi. Kelimanya saling berkaitan, karena pada dasarnya kepemimpinan adalah tentang manusia,” kata Heng Aik Jin, Alltech Regional Director for Malaysia and Indonesia, saat diwawancara Infovet.

Lebih lanjut Heng menjelaskan, rendah hati itu penting. Kerendahan hati akan membuka jalan bagi prinsip kedua, mampu untuk mendengarkan. Karena orang yang tinggi hati biasanya sulit mendengarkan orang lain. Entah karena menganggap remeh orang atau merasa sudah memiliki jawaban sendiri yang sempurna.

Namun, mendengar saja tidaklah cukup, harus diiringi dengan kemampuan untuk bertindak. “Kepercayaan tidak akan terbangun jika orang merasa didengarkan tetapi tidak melihat adanya perubahan. Demikian pula, bertindak tanpa mendengarkan terlebih dahulu hanyalah tindakan berdasarkan dugaan semata,” jelas Heng.

Selanjutnya adalah keterlihatan (visibilitas), baik sebagai pemimpin maupun visibilitas tujuan yang ditetapkan. Pemimpin perlu hadir, mudah didekati, dan transparan.

Segala sesuatu juga harus dikomunikasikan dengan jelas. Heng menyarankan agar pemimpin sebaiknya menyampaikan ke mana arah tujuan pekerjaan, apa alasan arah itu dipilih, dan bagaimana cara mencapainya. Ketika visi sudah jelas dan jalannya terlihat nyata, setiap orang akan memahami peran masing-masing dan memberikan kinerja terbaiknya.

“Namun, yang terpenting adalah memastikan tujuan-tujuan tersebut dapat dicapai,” kata Heng. “Jika visi terasa terlalu jauh atau mustahil diraih, orang-orang akan kehilangan semangat. Saat setiap orang dapat membayangkan diri mereka berada di tujuan akhir tersebut dan meyakini bahwa kontribusi mereka berarti, itulah saat organisasi benar-benar melangkah maju bersama.”

Menemukan Impiannya di Alltech

Heng Aik Jin bersama keluarga tercinta.

Berkarier di industri peternakan bukanlah hal yang dicita-citakan oleh Heng sejak kecil. Justru ia ingin menjadi wirausahawan, membangun sesuatu miliknya sendiri. Namun, karena latar belakang keluarganya yang sederhana, Heng tidak memiliki modal untuk memulai bisnis. Sehingga menjadi wirausahawan terasa sulit untuk dicapainya.

Saat bekerja di Alltech, Heng justru menemukan sesuatu yang terasa sangat dekat dengan impiannya.

“Nilai-nilai perusahaan mendorong kami semua untuk berpikir dan bertindak layaknya wirausahawan, memperlakukan bisnis ini seolah-olah milik sendiri,” jelasnya. “Pola pikir seperti itu sangat selaras dengan diri saya. Meskipun saya tidak menjalankan bisnis sendiri, saya dapat menerapkan semangat kepemilikan, hasrat, dan dorongan yang sama dalam pekerjaan sehari-hari. Saya sangat bahagia dengan posisi saya saat ini.”

Suka Duka dalam Pekerjaan

Heng yang meraih gelar sarjana di bidang Studi Asia Tenggara dari University of Malaya, dan kemudian menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) di Cardiff Metropolitan University, bergabung dengan Alltech Biotechnology Malaysia pada 2022, dan mengemban peran sebagai Direktur Regional untuk Malaysia dan Indonesia.

Setelah 32 tahun berkecimpung di industri peternakan, tak terhitung banyaknya suka duka yang Heng alami. Salah satu di antara pengalaman-pengalamannya yang berkesan adalah kunjungan pertamanya ke peternakan.

“Saat itu adalah kunjungan ke peternakan babi dan saya harus memeriksa kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut, termasuk memeriksa kotoran mereka. Saya hampir muntah,” kenang Heng.

“Sama sekali bukan hal yang nyaman untuk saya kerjakan. Namun, saya tetap melakukannya karena ingin mendapatkan kepercayaan dari peternaknya. Untuk menunjukkan bahwa saya tidak sekadar datang untuk berjualan, melainkan benar-benar memahami ternaknya beserta kebutuhannya.”

Peternak tersebut yang melihat kesediaan Heng untuk terjun langsung menangani pekerjaan lapangan yang kotor, menjadi yakin bahwa produk perusahaan Heng bukanlah penyebab masalah kesehatan yang dialami ternaknya. Hari itu Heng berhasil memenangkan kepercayaannya dan mendapatkan kesepakatan bisnis, yang lebih istimewa lagi mereka tetap menjalin persahabatan hingga saat ini.

Tantangan Utama Bisnis Nutrisi Hewan di Indonesia

Heng membagi tantangan utama bisnis nutrisi hewan di Indonesia menjadi tiga. Pertama, terkait pasokan dan kualitas bahan baku.

Indonesia memiliki iklim tropis yang panas dan lembap dengan curah hujan tinggi. Risiko signifikan iklim yang demikian adalah pertumbuhan jamur dan kontaminasi pada bahan pakan. Selain itu, jagung yang menjadi salah satu biji-bijian bahan pakan terpenting, hanya dipanen dua kali dalam setahun. Hasil panen harus disimpan dalam jangka waktu lama, di mana masa penyimpanan yang panjang menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur dan toksin, yang berdampak langsung pada kualitas serta keamanan pakan.

Kedua, optimalisasi nutrisi. Tantangannya adalah memperoleh nilai gizi terbaik dari setiap kilogram pakan, memastikan hewan benar-benar menyerap dan memanfaatkan nutrisi tersebut secara efektif. Hal ini berkaitan dengan penentuan formulasi dan bahan tambahan yang tepat sesuai dengan kondisi setempat.

Tantangan ketiga adalah iklim dan manajemen peternakan. Karena terletak di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki suhu panas sepanjang tahun, dan stres akibat panas merupakan masalah utama yang memengaruhi kesehatan, laju pertumbuhan, serta produktivitas hewan.

Heng menyarankan, “Desain kandang yang lebih baik serta praktik manajemen peternakan yang lebih baik merupakan kunci untuk mengatasi tantangan lingkungan ini. Hal ini bukan hanya soal apa yang kita berikan sebagai pakan hewan, melainkan juga lingkungan tempat mereka dipelihara.”

Bisnis Alltech ke Depannya

Alltech terutama regional Malaysia dan Indonesia berencana untuk memperluas dan mengembangkan bisnis. Heng mengatakan perusahaan akan terus memperkuat keterlibatan pelanggan melalui seminar teknis, kunjungan pelanggan, focus group discussions, kegiatan di peternakan dan pabrik pakan, uji coba produk, serta program berbagi pengetahuan. Pemasaran digital juga diperkuat untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta mengomunikasikan sains, teknologi, dan solusi Alltech secara lebih efektif.

Fokus penting lainnya, lanjut Heng, adalah membangun kemitraan yang lebih kuat dengan distributor, pabrik pakan, integrator, dan produsen. Dengan memadukan penelitian dan teknologi global Alltech serta pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, Alltech menghadirkan solusi yang menjawab tantangan spesifik yang dihadapi industri peternakan Indonesia.

Kategori utama produk Alltech mencakup manajemen mikotoksin, manajemen kesehatan saluran pencernaan, nutrisi mineral organik, manajemen enzim, efisiensi pakan, manajemen protein, dan manajemen fungsi rumen.

“Hal yang membedakan Alltech adalah kami tidak memandang produk-produk ini secara terpisah. Kami bertujuan menyediakan solusi nutrisi terintegrasi yang didukung oleh sains, penelitian, dan keahlian teknis untuk menjawab tantangan produksi spesifik yang dihadapi pelanggan,” tutur Heng.

Saling Menghormati

Prinsip hidup Heng sederhana, yaitu bersikap rendah hati, saling menghormati, dan selalu berusaha membantu orang lain sebisa mungkin. Dia berupaya menerapkan ketiga hal tersebut dalamsetiap situasi dan dengan siapapun yang ditemuinya, baik di tempat kerja, di rumah, dan di mana pun.

Untuk mengisi waktu senggangnya Heng gemar bepergian, membaca buku, serta mempelajari sejarah dan beragam budaya.

“Namun, yang paling saya nikmati adalah mengamati kehidupan sehari-hari secara langsung, dekat, dan nyata,” katanya. “Ke mana pun saya pergi, saya selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan pagi menyusuri pasar setempat, baik pasar basah maupun pasar kering.”

Hal itu dilakukannya baik saat berada di Jakarta, Malaysia, Jepang, bahkan Amerika Serikat. Ia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar. Baginya, di situlah orang bisa benar-benar merasakan denyut kehidupan suatu tempat. Bisa mengamati bagaimana orang-orang menjalani hidup, apa yang mereka anggap penting, dan bagaimana mereka berinteraksi. Sebuah cara yang paling jujur dan apa adanya untuk memahami sebuah komunitas beserta budayanya. (ADV)


Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer