![]() |
| Acara talkshow mendapat antusiasme dari para pengunjung ILDEX. (Foto-foto: Infovet/NDV & Istimewa) |
Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang membawa semangat baru dalam keikutsertaannya dalam ILDEX Indonesia 2026 yang berlangsung 16-18 September di ICE BSD, Tangerang. Tidak hanya tampil di area pameran, BET Cipelang juga menggelar talkshow yang menjadi momentum untuk mensosialisasikan arah transformasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.
Talkshow mengusung topik “Precise Improvement Through Genetic Selection: Membangun Peternakan Indonesia Berbasis Genetik Unggul.”
Melalui forum yang diselenggarakan di hari kedua ILDEX pada Kamis (17/9), BET Cipelang memperkenalkan inovasi pengembangan bioteknologi, analisis genomik, sertifikasi genetik, hingga pembangunan bank genomik sebagai bagian dari roadmap menuju BET to BEStGen (Balai Embrio dan Sertifikasi Genomik).
CEO PT Moosa Genetika Farmindo, Drh Deddy F. Kurniawan MVet, dalam pemaparannya menekankan bahwa peternakan memiliki peran penting dalam menyediakan protein hewani bagi masyarakat.
Ia menyoroti tantangan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan protein. Di tengah pertumbuhan penduduk produktif dan meningkatnya jumlah konsumen, kebutuhan terhadap protein hewani akan terus berkembang. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat sektor peternakan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional. “Kita butuh sistem peternakan yang presisi,” katanya.
Teknologi menjadi semakin penting untuk meningkatkan kemampuan produksi sekaligus efisiensi peternakan. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah genomik.
Perkembangan teknologi genomik membuka peluang untuk membawa peternakan menuju tingkat presisi yang lebih tinggi. Jika selama ini seleksi ternak banyak dilakukan berdasarkan tampilan fisik dan performa yang terlihat, pemetaan genom memungkinkan potensi genetik dibaca melalui data yang lebih spesifik.
Gagasan tersebut sejalan dengan transformasi yang tengah disiapkan BET Cipelang. Kepala BET Cipelang, Deasy Zamanti SPt MSi, menjelaskan bahwa perubahan tersebut berangkat dari kebutuhan agar tupoksi BET Cipelang lebih representatif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peternakan saat ini.
BET Cipelang tidak lagi hanya berbicara mengenai produksi embrio, inseminasi, atau teknologi reproduksi, tetapi mulai bergerak menuju pemanfaatan informasi genetik untuk mengidentifikasi potensi ternak secara lebih presisi.
Salah satu persoalan yang ingin dijawab adalah keterbatasan recording di Indonesia. Pencatatan silsilah dan performa ternak secara konsisten masih menjadi tantangan.
Deasy menjelaskan, pendekatan tersebut memungkinkan BET Cipelang melihat potensi genetik tidak hanya dari satu individu, melainkan dalam suatu populasi. Dengan menganalisis materi genetik dari sekumpulan ternak, individu dengan potensi terbaik dapat diidentifikasi untuk mendukung program pemuliaan. “Proses peningkatan mutu genetik dapat dilakukan lebih cepat dan terarah,” ujarnya.
Transformasi itu kemudian diwujudkan melalui BEStGen, paradigma seleksi ternak diharapkan bergeser dari pengamatan fisik menuju pemetaan berbasis data presisi.
Pengembangan genomik tersebut memperluas makna teknologi transfer embrio sapi yang selama ini menjadi kompetensi utama BET Cipelang. Embrio ternak tidak lagi sekadar dipandang sebagai hasil teknologi reproduksi, namun dapat menjadi bagian dari pengembangan genetik.
Materi genetik yang terdapat di dalam embrio ternak dapat dianalisis untuk mengetahui karakter unggul yang ingin dikembangkan. “Sertifikasi genomik dan genetik menjadi fondasi penting, sebelum teknologi rekayasa genetik dapat dikembangkan lebih jauh,” imbuh Deasy.
Di sisi lain, BET Cipelang juga menyiapkan Bank Genomik. Fasilitas tersebut akan menjadi repository material genetik plasma nutfah ternak Indonesia. Deasy menggambarkannya sebagai sebuah “tabungan” material genetik yang tersimpan dapat dimanfaatkan untuk penelitian, konservasi, maupun pengembangan sumber daya genetik di masa depan.
Edukasi dan Bisnis
Kehadiran BET Cipelang di ajang ILDEX 2026, mendapat respons baik dari para visitors yang menunjukkan adanya ketertarikan terhadap apa yang sedang dikembangkan BET Cipelang dari sisi edukasi maupun peluang bisnis.
Selain pelaku industri, kehadiran BET Cipelang juga mendapat perhatian dari perwakilan Kedutaan Besar Belanda yang datang ke booth untuk berdiskusi. Tak sekadar show off, bagi BET Cipelang, ILDEX menjadi ruang untuk menjajaki kolaborasi dan memperkuat koneksi dengan berbagai asosiasi, komunitas, pelaku industri, hingga mitra internasional.
Keikutsertaan di ILDEX tahun ini diharapakan dapat membuat BET Cipelang semakin dikenal publik. “Siapa yang bawa patung sapi? Nah, pengunjung mengenali sebagai khas BET Cipelang. Ini juga bagian dari promosi,” ujar Deasy diselingi tawa. (ADV)



0 Comments:
Posting Komentar