Peternakan ayam pedaging komersial di wilayah barat laut Kamerun memiliki skor biosekuriti keseluruhan yang relatif baik, namun sebuah studi menemukan adanya celah penting dalam beberapa langkah dasar pencegahan penyakit.
Para peneliti dari Universitas Ngaoundéré mengevaluasi 65 peternakan ayam pedaging komersial di Divisi Mezam, wilayah barat laut Kamerun, antara bulan April dan September 2025. Mereka menemukan skor biosekuriti rata-rata sebesar 76,1%. Namun, beberapa praktik dasar hanya diterapkan di kurang dari separuh jumlah peternakan tersebut. Hanya 35,4% yang memiliki fasilitas bak wheel dip untuk disinfeksi, dan persentase yang sama menerapkan sistem produksi all-in, all-out. Selain itu, hanya 47,7% peternakan yang menyingkirkan ayam mati setidaknya dua kali sehari.
Para peneliti mencatat tingkat kematian rata-rata sebesar 1,9% per siklus produksi. Mereka menemukan bahwa tingkat kematian menurun seiring dengan membaiknya biosekuriti, yang menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan secara statistik antara kedua faktor tersebut.
Studi ini juga meneliti pengetahuan dan sikap peternak terhadap kesejahteraan hewan. Meskipun skor praktik kesejahteraan hewan tergolong cukup baik, tingkat pengetahuan peternak jauh lebih rendah.
Nilai tengah skor pengetahuan adalah 38%, dibandingkan dengan 60% untuk sikap dan 70% untuk praktik. Para peneliti juga menemukan hubungan positif antara penerapan biosekuriti dengan pengetahuan peternak maupun praktik kesejahteraan hewan.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan dapat berperan penting dalam membantu peternak mengidentifikasi dan mengatasi kelemahan dalam praktik peternakan sehari-hari mereka. Langkah-langkah praktis dapat memberikan dampak nyata
Para peneliti menyatakan bahwa temuan ini sangat relevan bagi produksi unggas di wilayah dengan keterbatasan sumber daya, di mana para peternak mungkin menghadapi kendala finansial dan praktis dalam menerapkan sistem biosekuriti yang lebih canggih.
Studi ini menyoroti bahwa biosekuriti dan kesejahteraan hewan tidak boleh dipandang sebagai hal yang terpisah. Para peneliti menyimpulkan bahwa pelatihan terpadu yang mencakup kedua aspek tersebut dapat membantu meningkatkan kesehatan kawanan unggas, mengurangi kerugian, serta mendukung produksi ayam pedaging yang lebih berkelanjutan di Kamerun dan wilayah penghasil unggas lainnya yang memiliki keterbatasan sumber daya.


0 Comments:
Posting Komentar