-->

CLARIANT PERKUAT KUALITAS PAKAN LEWAT INOVASI CLAY MINERAL DI INDO LIVESTOCK 2026

Tim Clariant bersama IMCD Indonesia. (Foto-foto: Infovet/NDV)

Keikutsertaan PT Clariant Adsorbents Indonesia di pameran Indo Livestock yang berlangsung pada 16-18 Juni 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, menyedot perhatian pengunjung. Selain booth yang ramai pengunjung, technical seminar yang diadakan Clariant juga mendapatkan antuasisme tinggi dari peserta.

Mengusung “Inovasi Penggunaan Clay Mineral dalam Industri Peternakan”, seminar eksklusif Clariant berlangsung di Teater 3 NICE PIK 2, di hari kedua Indo Livestock Rabu, (17/6).

“Kami cukup surprised, tidak menduga pengunjung booth Clariant akansebanyak ini. First time kami membuka booth di ajang Indo Livestock, luar biasa senang bisa berinteraksi langsung dengan para customer,” ungkap Regional Manager Asia Pacific for Feed Business Clariant Adsorbents, Erika Kusuma Wardani, ditemui Infovet pada Selasa (16/6).

Erika mengemukakan, pameran peternakan berskala internasional seperti Indo Livestock membuka banyak peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku industri, salah satunya untuk membuka kesempatan mendapatkan peluang bisnis.

“Kami juga menjadikan ajang pameran untuk branding, awareness, dan berbagi ilmu tentang clay. Kegiatan ini juga semakin relevan seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat,” imbuhnya.

Dalam IDL 2026, Clariant menggandeng salah satu distributor yaitu PT IMCD Indonesia. Business Development Manager Animal Health Division PT IMCD Indonesia, Edy Chandra dan Rizal Iqhbal Putra melihat prospek bisnis toxin binder terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya perhatian industri terhadap kualitas pakan.

Clariant & IMCD Indonesia team berinteraksi langsung dengan customer.

IMCD Indonesia menilai keahlian Clariant dalam pengembangan clay berkualitas tinggi dipadukan dengan pemanfaatan sumber bahan baku lokal dan didukung layanan laboratorium, menjadi solusi untuk mendukung proses produksi pakan secara optimal.

IMCD Indonesia menilai keahlian Clariant dalam pengembangan clay berkualitas tinggi dipadukan dengan pemanfaatan sumber bahan baku lokal dan didukung layanan laboratorium, menjadi solusi untuk mendukung proses produksi pakan secara optimal.

Clay Specialist

Memiliki pengalaman panjang dan keahlian mendalam dalam pengembangan solusi berbasis clay, Clariant menghadirkan produk toxin binder untuk menjawab kebutuhan industri peternakan modern.

Produsen clay terbesar di dunia ini berpengalaman sudah 30 tahun lebih di Indonesia, mengelola 39 tambang clay di seluruh dunia, serta memiliki 57 jenis clay yang dipasarkan di seluruh dunia, sementara untuk Asia Pacific saat ini telah dipasarkan ke 14 negara.

Perbedaan dan jenis-jenis bentonit.

Clariant tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pemahaman ilmiah mengenai karakteristik clay dan kemampuannya mengikat mikotoksin secara efektif. Melalui pendekatan ini, Clariant berkomitmen membantu industri peternakan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pakan yang lebih aman.

Tantangan industri peternakan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu, kualitas pakan menjadi fondasi utama dalam menjaga performa dan kesehatan ternak.

Keberhasilan program kesehatan ternak selain pengaplikasian vaksinasi atau manajemen pemeliharaan, juga bergantung dari pemberian pakan yang aman dan berkualitas.

Pakan yang terkontaminasi mikotoksin dapat menurunkan konsumsi pakan, mengganggu fungsi organ, melemahkan sistem imun, hingga menyebabkan respons vaksinasi menjadi tidak optimal.

“Mikotoksin sering menjadi penyebab utama nutrisi dalam pakan tidak terserap sempurna. Hal ini mengganggu sistem imun dan dampaknya efektivitas vaksinasi berpotensi tidak tercapai secara optimal,” ujar Erika.

Sebagai penyedia utama produk khusus berbasis clay, antara lain bentonite, attapulgite, zeolite, saponite, kerolite, sepiolite, dan lainnya; Clariant memberikan solusi dalam meningkatkan kualitas pakan ternak melalui lini produk toxin binder. Secara selektif menargetkan mikotoksin dengan tetap mempertahankan nutrisi pakan yang penting.

Berbeda dengan banyak produk toxin binder yang masih bergantung pada bahan baku impor, Clariant mengembangkan solusi berbasis sumber daya lokal yang dipadukan dengan pengalaman global dalam teknologi adsorben mineral.

Seminar Clay Mineral

Foto bersama peserta seminar.

Sesi seminar Clariant menghadirkan pembicara yakni Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan peneliti Mycotoxin Research Group Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ika Sumantri, S.Pt. M.Si. M.Sc. Disusul dengan pemaparan materi dari Erika Kusuma Wardani.

Mengawali materi presentasinya, Prof Ika menyebutkan jamur tumbuh optimal pada suhu 25-37°C dengan kelembapan 80-85%. Kemudian produksi mikotoksin meningkat pada lingkungan yang cenderung basa (alkali).

Prof Ika menerangkan alur perpindahan mikotoksin sedari pakan terkontaminasi kemudian dimakan ternak hingga menimbulkan residu yang masuk ke susu, telur, daging yang dikonsumsi manusia.

Menurutnya, mikotoksin bukan sekadar persoalan kualitas pakan, melainkan ancaman yang memengaruhi kesehatan ternak, produktivitas, hingga keamanan pangan. Dalam kondisi iklim tropis seperti Indonesia, pengendalian mikotoksin harus dilakukan secara preventif melalui peningkatan kualitas pakan, penyimpanan, dan penerapan manajemen peternakan yang baik, serta penggunaan toxin binder berbasis clay yang tepat.

Sementara Erika menjelaskan bahwa kemampuan bentonit dalam mengikat mikotoksin dipengaruhi kualitas mineralnya. Bentonit dengan luas permukaan yang lebih besar, volume mikro pori yang tinggi, serta struktur pori yang optimal memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih baik terhadap mikotoksin.

Erika menggarisbawahi bahwa toxin binder yang baik tidak hanya efektif mengikat toksin, tetapi juga harus tetap menjaga ketersediaan nutrisi bagi ternak.

Rangkaian produk Clariant di antaranya Toxisorb™, Bentomax™, dan Terrana™ hadir sebagai solusi pengikat multitoksin berbasis clay mineral 100% alami.

Bentomax™ tampil sebagai solusi mycotoxin binder yang tak tertandingi. Diformulasikan dari kalsium bentonit pilihan berkualitas tinggi hanya menargetkan mycotoxin tanpa menyerap nutrisi pakan, sehingga nilai gizi tetap terjaga optimal, dan pastinya terjual dengan harga yang affordable.

Hasil pengujian menunjukkan Toxisorb™ Premium mampu bekerja sinergis dengan enzim fitase dalam meningkatkan pelepasan fosfor dari asam fitat.

Lebih lanjut, Erika mengungkapkan bahwa Toxisorb™ Premium juga memiliki kemampuan mengadsorpsi endotoksin yang dihasilkan bakteri gram-negatif. Kemampuan ganda ini menjadi nilai tambah di tengah tantangan peternakan modern, ketika kualitas bahan baku pakan semakin dipengaruhi perubahan iklim dan risiko kontaminasi.

Fungsi tambahan Toxisorb™ Premium dalam mengadsorpsi endotoksin ini menunjukkan bahwa produk tidak hanya berperan sebagai toxin binder, tetapi juga mendukung kesehatan saluran pencernaan ternak. (ADV)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer