![]() |
| Konferensi pers Indo Livestock 2026 berlangsung di kawasan Jakarta Selatan (Foto: NDV/Infovet) |
Ada yang berbeda pada pagelaran Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum, yang akan dilaksanakan pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Yaitu diadakannya program Indo Livestock Grand Championship (ILGC), sebuah kontes ternak domba dan seni ketangkasan domba Garut indoor pertama di Indonesia, bekerjasama dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI).
“Kami turut berbangga dari HPDKI bisa dilibatkan, kami akan membawa dan menampilkan kurang lebih 600 ekor ternak ke NICE PIK 2. ILGC adalah ajang kompetisi kontes ternak dan seni ketangkasan domba Garut yang memperebutkan Piala Menteri Pertanian Republik Indonesia,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP HPDKI, Nuryanto.
ILGC diadakan selama tiga hari dengan hari pertama adalah kontes ternak domba. Mempertandingkan empat kelas utama yaitu Raja Pet, Raja Kasep, Ratu Bibit, dan Raja Pedaging. Kurang lebih 200 ekor domba akan berkompetisi di hari pertama tersebut.
Seni ketangkasan domba Garut akan berlangsung di hari kedua dan ketiga. Menghadirkan kurang lebih 400 ekor domba yang berkompetisi di beberapa kelas yaitu kelas 75 kg ke atas, 65-75 kg, dan di bawah 65 kg.
“Seni ketangkasan domba Garut ini erat kaitannya dengan budaya Sunda. Nanti seperti halnya event-event yang biasa kami laksanakan, ada peternaknya, biasa disebut dengan bobotoh, yang membawa ternaknya. Akan ada juga penampilan seni pencak silat yang diiringi dengan musik tradisional Sunda,” jelas Nuryanto lebih lanjut.
ILGC melibatkan para peternak domba dari sekitar 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, juga para peternak dari daerah Banten.
Selain itu juga ada eksibisi domba-domba unggulan tipe pedaging, yang merupakan hasil introduksi persilangan yang memiliki keunggulan tipe pedaging yang baik. Yang melibatkan beberapa perwakilan peternak dari Jawa Tengah.
Dorong Diplomasi Ekonomi dan Ekspor Peternakan
Diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama dan dituanrumahi oleh Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum berhasil menjaring 600 peserta dari 30 negara, dengan 7 paviliun negara termasuk paviliun negara Indonesia. Menargetkan sebanyak 20.000 pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr drh Agung Suganda, MSi menjelaskan, “Untuk tahun ini Kementerian Pertanian lebih terlibat lagi. Tujuannya untuk mendorong agar Expo dan Forum yang akan kita selenggarakan tidak sekedar hanya event saja. Tetapi juga merupakan upaya diplomasi ekonomi khususnya subsektor peternakan Indonesia di hadapan dunia.”
Agung melanjutkan, Indo Livestock 2026 sekaligus merupakan konsolidasi nasional yang mempertemukan seluruh aktor dan stakeholder di bidang peternakan. Termasuk juga menghadirkan mitra-mitra swasta dan mitra negara sahabat, dengan harapan akan terbuka pasar-pasar ekspor baru dari beberapa negara yang ikut berpartisipasi.
Lisa Rusli, Project Director Napindo menjelaskan bahwa Indo Livestock dan Indo Feed 2026 merupakan pameran yang ke-19 sejak diadakan pertama kali pada 2002. Tahun genap diadakan di Jakarta dan tahun ganjil diadakan di Surabaya.
“Selain itu juga ada kegiatan Indo Dairy, ini sudah yang ke-17 kali. Kita juga punya Indo Agrotech, baru yang kelima kali. Indo Vet baru yang keenam kali. Indo Fisheries sudah yang ke-16 kali kita selenggarakan,” jelas Lisa. (NDV)


0 Comments:
Posting Komentar