-->

AFRIKA BARAT MENGHADAPI RISIKO FLU BURUNG YANG KEMBALI MENINGKAT

Setelah beberapa tahun tanpa kasus yang dilaporkan, Pantai Gading telah mengkonfirmasi wabah baru flu burung patogenik tinggi (HPAI), menandai kemunculan kembali penyakit tersebut secara signifikan di negara itu. Wabah besar terakhir tercatat sekitar tahun 2015-2016.

Pada bulan April, pihak berwenang melaporkan wabah HPAI H5N1 di daerah Koun-Fao dekat perbatasan Ghana. Kejadian tersebut, yang dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, terjadi di sebuah peternakan unggas komersial dan mengakibatkan hilangnya sekitar 95.000 ekor unggas. Mengingat kedekatannya dengan perbatasan internasional, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyebaran lintas batas dan memperkuat perlunya pengawasan dan tindakan respons yang terkoordinasi.

Wabah ini menggarisbawahi risiko regional yang lebih luas yang terkait dengan pergerakan unggas, jaringan perdagangan informal, dan interaksi antara kawanan domestik dan burung liar di sepanjang jalur migrasi. Penguatan biosekuriti tingkat peternakan dan sistem deteksi dini tetap penting untuk membatasi penyebaran lebih lanjut.

Sementara itu Nigeria terus menghadapi tantangan flu burung yang terus-menerus, setelah mengalami wabah berulang sejak pertama kali H5N1 diperkenalkan pada tahun 2006. Sektor unggas negara ini ditandai dengan perpaduan operasi komersial dan sistem pasar unggas hidup yang luas, yang berkontribusi pada sirkulasi virus yang berkelanjutan.

Beberapa subtipe avian influenza telah terdeteksi dari waktu ke waktu. Strain yang sangat patogen seperti H5N1 dan H5N8 telah menjadi pendorong utama wabah dalam beberapa tahun terakhir, sementara H5N6 juga telah dilaporkan. Selain itu, patogen rendah (LPAI) H9N2 hadir di pasar unggas dan unggas hidup, menambah kompleksitas upaya pengawasan dan pengendalian.

Ko-sirkulasi beberapa strain ini meningkatkan risiko evolusi virus dan mempersulit pengelolaan penyakit. Hal ini juga menyoroti pentingnya pengawasan berkelanjutan, peningkatan kebersihan pasar, dan strategi regional yang terkoordinasi untuk mengurangi penularan. Beberapa laporan juga menyoroti perlunya pendekatan yang lebih disesuaikan.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer