![]() |
| Workshop juga digelar secara offline di Aula Rajawali BBPKH Cinagara. (Foto: Istimewa) |
Upaya memperkuat daya saing sektor peternakan nasional terus dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis. Salah satunya melalui workshop “Akselerasi Peternak dan Kelembagaan Peternak yang Mandiri dan Berdaya Saing” yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Rabu (25/2/2026) secara luring dan daring.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan pentingnya transformasi pola pikir (mindset) peternak. Peternak didorong untuk tidak lagi hanya berorientasi pada produksi semata, namun juga memahami manajemen usaha, pencatatan keuangan, biosekuriti, hingga strategi pemasaran.
Kelembagaan peternak seperti kelompok ternak, koperasi, maupun asosiasi dinilai memiliki peran sentral sebagai penggerak ekosistem. “Kelembagaan yang kuat, peternak akan memiliki posisi tawar yang lebih baik, baik dalam pengadaan sarana produksi maupun dalam pemasaran hasil ternak,” tutur Dr Inneke Kusumawaty STP, MP selaku Kepala BBPKH Cinagara.
Perkembangan teknologi turut menjadi bahasan penting. Digitalisasi pencatatan ternak, pemasaran berbasis platform online, hingga pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan usaha menjadi peluang yang harus direspons secara positif oleh peternak.
Prof Dr Ir Mat Syukur MSc, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Pembiayaan Pertanian memaparkan materi tentang penguatan kapasitas milenial pada program pertanian peternakan.
“Peternak muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia. Regenerasi menjadi kunci berkelanjutan sektor pertanian dan peternakan,” kata Mat Syukur, salah satu pemateri workshop ini.
BBPKH Cinagara, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian bersiap dalam pembentukan brikade pangan.
Langkah strategis juga sebagai penggerak utama di tingkat lapangan yang mengkonsolidasi potensi peternakan, memastikan program berjalan secara terarah, terukur dan berkelanjutan sehingga terwujud ekosistem agribisnis yang kuat dan pasokan harga produk peternakan yang stabil. (NDV)


0 Comments:
Posting Komentar