Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini IRAN MENGALAMI REKOR PENURUNAN KONSUMSI UNGGAS | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

IRAN MENGALAMI REKOR PENURUNAN KONSUMSI UNGGAS

Menara Azadi, Teheran, Iran

Selama beberapa bulan terakhir, Iran mengalami penurunan permintaan 20-30% di pasar unggas domestik, mendorong peternak untuk mengurangi operasi.

Industri peternakan unggas Iran belum dalam kondisi terbaiknya selama beberapa tahun terakhir, tetapi beberapa bulan terakhir adalah yang terburuk, demikian menurut Ataullah Hassanzadeh, CEO serikat peternak unggas Mazandaran.

Pada Desember-Januari, pasar mengalami surplus 15 juta ekor ayam, dengan nilai hingga 400 miliar toman (US$0,95 juta). Perhitungan kasar menunjukkan bahwa permintaan merosot 20-30%, meskipun angka ini dapat bervariasi di seluruh provinsi Iran. Peternak unggas Mazandaran diperkirakan menyediakan 80% daging broiler yang dikonsumsi di ibu kota negara itu, Teheran.

Konsumsi yang anjlok memaksa peternak unggas untuk bertindak. Hassanzadeh mengatakan produsen harus menghapus telur tetas dari siklus produksi.

Langkah ini sangat menyakitkan bagi peternak Iran karena ribuan telur mahal terbuang percuma. Harga telur tetas di pasar Iran sekarang mencapai 12.000 toman (US$0,028) per unit, dibandingkan dengan 2.500 toman (US$0,006) pada awal tahun 2022. Harga DOC saat ini berjumlah 15.000 toman (US$0,036 ) per ekor, dibandingkan dengan hanya 3.000 sampai 5.000 toman (US$0,007 sampai US$0,012) tahun lalu.

Penurunan permintaan yang tiba-tiba terutama disebabkan oleh kegagalan reformasi industri makanan yang dimulai oleh otoritas Iran pada November 2022. Pemerintah merevisi tarif nilai tukar yang disubsidi negara di mana peternak unggas membeli bahan pakan. Hassanzadeh memperkirakan bahwa langkah ini menyebabkan kenaikan harga jagung dan kedelai lima kali lipat dan menyebabkan kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar ayam pedaging.

Untuk mengimbangi kenaikan harga, pemerintah berencana memperkenalkan kupon pangan untuk menutupi sebagian harga daging broiler bagi penduduk pada akhir tahun 2022. Namun, ternyata infrastruktur di bawah sistem tersebut belum siap tepat waktu. (via Poultryworld)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer