-->

PENGABDIAN MASYARAKAT FAPET UNHAS, UBAH KOTORAN SAPI JADI PUPUK ORGANIK

Kegiatan Pengabdian Fakultas Peternakan (Fapet) Mengabdi dengan tema Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
(Foto : Fapet Unhas)



Kegiatan Pengabdian Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) Mengabdi dengan tema Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai dilaksanakan Sabtu, 2 November 2024. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Ir. A. Amidah Amrawaty, S.Pt., M.Si., IPM selaku pembina.

Amidah Amrawaty mengatakan kegiatan dimulai dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru oleh Ir. Ahmad. M.M di lokasi pengabdian. 

Tim kemudian mendatangi masyarakat binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru di Desa Kading. 

Kegiatan dimulai dengan tim melakukan inspeksi dan survey fasilitas dan bahan pembuatan pupuk kompos bersama mitra di lokasi.

Selanjutnya, kata Amidah Amrawaty, tim memberikan pengarahan dalam pembuatan pupuk kompos organik dari limbah kotoran ternak sapi yang dimiliki oleh mitra. 

Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dan mitra dengan didampingi ketua dan tim dalam pencampuran dan formulasi pupuk organik.

Setelah pencampuran selesai, pupuk kompos di simpan untuk proses fermentasi, selanjutnya akan di kontrol oleh mitra dan akan dievaluasi kembali oleh tim via online.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian bibit tanaman sayur kepada mitra untuk melihat efektivitasan pupuk yang dibuat. 

"Kegiatan pengabdian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat mitra sasaran serta menjadi percontohan dalam sistem pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Amidah.

Hasil dari kegiatan ini, lanjut Amidah Amrawat, tim pengabdian berhasil menghasilkan beberapa dokumen penting.

"Salah satunya adalah Implementation of Arrangement (AI) yang berfungsi sebagai panduan kerjasama dengan mitra, serta pupuk kompos organik dari limbah kotoran ternak yang dapat digunakan oleh mitra," imbuhnya. (INF)



DOSEN POLTANA MAPENA BERDAYAKAN PETERNAK KAMBING - DOMBA DI DESA BRINGIN

Tim Dosen POLTANA MAPENA Memberikan Materi Penyuluhan Pada Peternak
(Foto : Radar Tuban)


Tim dosen Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban menggelar program pemberdayaan masyarakat di Desa Bringin, Kecamatan Montong. Program yang dimulai Mei dan berakhir Agustus 2024 tersebut menggandeng mitra peternak kambing dan domba anggota BUMDesa Suryonegoro. Kegiatannya, mengoptimalisasi budidaya ternak kambing dan domba serta digital marketing.

Program tersebut merupakan hibah kompetitif nasional dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tahun 2024. Ketua tim pengabdian, drh Lia Nur Aini mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa setempat.

Khususnya peternak Desa Bringin dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian beternak kambing dan domba. Mengacu data BPS 2021, Kecamatan Montong menempati urutan keempat terbanyak jumlah populasi ternak kambing dan domba di Kabupaten Tuban.

‘’Potensi masyarakat ini perlu pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian. Itu karena peternakan merupakan salah satu pondasi ketahanan pangan Kabupaten Tuban,’’ ujarnya.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut berlangsung di BLKK Komunitas Desa Bringin. Hadir pada pembekalan tersebut Ketua BUMDesa Suryonegoro, Sugiyanto dan 20 peternak anggotanya.Selama kurang lebih empat bulan, peternak mendapatkan penyuluhan dan pelatihan yang fokus pada optimalisasi budidaya.

Materi yang diberikan berupa teknik budidaya ternak yang baik, pencatatan produksi, manajemen hijauan pakan ternak, pembuatan silase, pembuatan Urea Molases Block, dan pendampingan budidaya maggot lalat Black Soldier Fly (BSF) serta digital marketing.

Khusus materi optimalisasi budidaya, peternak didampingi oleh Ir. Teguh Dwi Putra, S.Pt., M.Sc. IPM. ASEAN. Eng. Materi pengecekan kesehatan ternak dan pengetahuan manajemen kesehatan ternak disampaikan drh. Lia Nur Aini, M.Si. Sedangkan pelatihan digital marketing melalui pembuatan media sosial untuk pemasaran ternak dibimbing oleh Afsah Indah Maulidah S.Pi., M.P.

Peserta sangat antusias mengikuti program tersebut. Terbukti, banyak yang menyampaikan pertanyaan. Diskusi pun berlangsung hidup. Terutama terkait temuan-temuan masalah baru peternak seperti standarisasi harga jual kambing dan domba hidup.

Selama ini, peternak kambing dan domba di Desa Bringin mengalami kerugian saat menjual ternak hidup. Pemicunya, tidak adanya standarisasi harga yang pasti dari pemerintah.

Untuk mendukung keberlanjutan program pengabdian tersebut, pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat digelar focus group discussion (FGD) yang mengundang berbagai stakeholder dari instansi pemerintah.

FGD dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tuban dan pemerintah Desa Bringin, lembaga filantropi Nurul Hayat Tuban, Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Tuban, Pemerintah Desa Bringin Montong, serta Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena.

’Hasil dari FGD ini, diharapkan para stakeholder mampu mengawal keberlanjutan program pengabdian sesuai dengan porsi tugas masing-masing untuk membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bringin melalui kegiatan ketahanan pangan, yakni peternakan,’’ ujar Lia Nur. (INF)


UNAND LAKUKAN PEMBERDAYAAN PETERNAK KAMBING PERAH UNTUK CEGAH STUNTING

Tim Pengabdian Masyarakat Unand Memberikan Materi Kepada Peternak
(Foto : Unand)

Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat, diketahui memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Kondisi ini memerlukan penanganan yang kompleks dan berkelanjutan, salah satunya melalui upaya peningkatan gizi masyarakat.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah melalui pengembangan ternak kambing perah yang dapat menyediakan sumber susu berkualitas tinggi, serta membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal.

Menjawab tantangan ini, Fakultas Peternakan Universitas Andalas melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Ternak Kambing Perah dalam Upaya Peningkatan Pendapatan dan Pencegahan Stunting di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam”.

Program ini dipimpin oleh Dr Roni Pazla, sebagai ketua tim, dengan dukungan anggota tim yang terdiri dari El Latifa Sri Suharto, dr Rahmani Welan, Dr Arief, Dr Gusri Yanti, serta Zaitul Ikhlas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 18 September 2024 di Aula Kantor Wali Nagari Sungai Pua ini menghadirkan berbagai materi penting untuk mendukung keberhasilan peternakan kambing perah. Dr. Roni Pazla dari Fakultas Peternakan Unand memberikan pemaparan mengenai pentingnya pakan dan nutrisi yang optimal untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu kambing perah.

Sementara itu, Dr. Antonius dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan tentang budidaya kambing perah yang meliputi proses recording dan seleksi, pemeliharaan intensif, hingga produksi bibit kambing berkualitas.

Program ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Sekretaris Nagari Sungai Pua menyatakan harapannya agar program ini berkelanjutan, sedangkan Kepala Balai Penyuluh Pertanian setempat berharap agar program ini dapat menjangkau lebih banyak peternak di daerah tersebut secara merata.

Dengan adanya program ini, diharapkan potensi ekonomi masyarakat melalui peternakan kambing perah dapat meningkat, sekaligus memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting melalui penyediaan susu yang berkualitas tinggi dan bernutrisi. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer