-->

JANGAN LEWATKAN SEMINAR PERSEMBAHAN DARI SAGAVET BERSAMA FKH UNAIR


SECOND ANNOUNCEMENT

Satria Airlangga Veterinarian (SAGAVET) bersama Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) dengan bangga mempersembahkan:

“Seminar Perunggasan & Hewan Kecil, serta Peluncuran Buku 55 Tahun FKH UNAIR”

Acara akan diselenggarakan pada:
Hari : Sabtu, 23 Mei 2026
Waktu : 08:00-16:00 WIB
Tempat : Tanjung Adiwinata, FKH UNAIR Kampus C, Surabaya

Menghadirkan narasumber yang inspiratif dan topik-topik menarik, di antaranya:
• Prof. Dr. Suwarno, Drh., M.Si (Guru Besar Virologi & Konsultan Perunggasan, FKH UNAIR): “One Hundred Years Newcastle Disease in Indonesia: What Happened

• Henri E. Prasetyo, DVM., M.VSc (PT Dinamika Megatama Citra): “Design Functional Feed for Functional Food: Precision Nutrition to Improve Egg and Poultry Meat Quality

• Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes (Guru Besar Klinik & Praktisi Hewan Kecil, FKH UNAIR): “Neurological Examination in Companion Animals: Made Simple

• Drh. Lina Susanti, M.S., Ph.D (Dosen & Praktisi Hewan Kecil, FKH UNAIR): “Introduction to Neuro-ophthalmic Diseases in Small Animals

• Dr. Rizky Fajar Murniwan, SKH., Mvet (Dosen Universitas Indonesia I): Book Launch

Fasilitas:
• Seminar Kit
• Doorprize menarik
• Ilmu yang aplikatif & update

Donasi: Rp 250.000
Daftar sekarang melalui link berikut: https://forms.gle/DUrMq5EQjmW92dAz8

TEMPAT TERBATAS - JANGAN SAMPAI TERLEWAT!

Mari bergabung dan menjadi bagian dari perayaan 55 tahun FKH UNAIR!

Bagi Sponsorship/Alumni, Anda dapat support kegiatan berupa:
• Logo Perusahaan pada Seminar Perunggasan & Hewan Kecil
• Iklan baris/flyer produk perusahaan pada Buku 55 Tahun FKH UNAIR

FKH UNAIR DUKUNG PETERNAKAN INTEGRASI SAPI SAWIT DI KALBAR

Kadisbunnak Kalbar, Heronimus Hero saat melihat Langsung Kegiatan Pelatihan Pengolahan Pakan Ternak dan Penanganan Gangguan Reproduksi Sapi. 
(Sumber : Antara)

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga mendukung program peternakan terintegrasi sapi sawit di Kalbar sebagaimana yang tengah digalakkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar.

"Luasnya perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalbar memberikan peluang yang besar untuk peningkatan populasi ternak sapi. Kami tertarik akan hal itu terutama dalam mendukung program pengembangan dan peningkatan produksi peternakan sapi yang terintegrasi sawit di Kalbar yang saat ini sedang gencar dilakukan," ujar Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Airlangga Dr. Nanik Hidayatik di Pontianak, Sabtu (22/7).

Ia menjelaskan dengan potensi luas lahan sawit dan pihak yang melibatkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar menghadirkan pelatihan pengolahan pakan ternak dan penanganan gangguan reproduksi di daerah peternakan sapi terintegrasi kelapa sawit di Kalbar.

Materi yang diberikan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan berupa silase, Urea molases blok atau UMB dan penanganan gangguan reproduksi. Beberapa gangguan reproduksi dapat terjadi karena kurangnya asupan nutrisi pada ternak. Misalnya hipofungsi ovarium.

Pakan perlu mengandung gizi yang mencukupi untuk kebutuhan hidup dan produksi suatu ternak. Seekor sapi membutuhkan pakan hijauan sekitar 10 persen dari beratnya.

"Untuk lokasinya kami bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar memilih Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Untuk pelaksanaan pelatihan Jumat-Sabtu, 21-22 Juli 2023," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar Heronimus Hero menyambut baik PKM Universitas Airlangga yang ikut memberikan perhatian program integrasi sawit sapi.

"Pelatihan pengolahan pakan dan penanganan masalah reproduksi sapi sangat penting. Ini tentu dibutuhkan peternak termasuk dalam program integrasi sawit sapi di Landak," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa potensi pengembangan program sistem integrasi sawit sapi di Kalbar mencapai 2,9 juta ekor sapi. Menurutnya, berdasarkan hasil analisis tim penyusun peta jalan, potensi daya dukung lahan untuk integrasi dengan kriteria sesuai dan sangat sesuai seluas 2.156.406 hektare.

Hal itu dapat menampung hingga 2,9 juta ekor sapi baik yang dipelihara dengan pola ekstensif, intensif, maupun semi intensif.

"Nah, apabila provinsi menargetkan populasi 500 ribu ekor sapi potong di 2032, maka hanya 25 persen lahan kebun sawit yang diperlukan untuk menjadi tempat yang layak bagi berkembangnya sapi di Kalbar. Oleh karena itu kegiatan ini menjadi program yang relevan untuk diimplementasikan di Kalbar dengan sumber daya yang tersedia di kebun sawit," ucap dia. (INF)

MAHASISWA INDONESIA RAIH BEASISWA WVA VETERINARY SCHOLARSHIP PROGRAM

Suwatibul Annisa, peraih beasiswa WVA Veterinary Student Scholarship 2020


Suwaibatul Annisa atau yang akrab disapa Ica, mahasiswa Pendidikan Dokter Hewan Unair angkatan 2017 menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa dari MSD Animal Health/WVA Veterinary Student Scholarship Program 2020.Dari program tersebut, Ica mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar 5.000 dolar AS.

“Rencananya biaya tersebut akan digunakan untuk upgrade karir saya di dunia kedokteran hewan dan untuk meningkatkan pengalaman akademik saya dengan magang atau mengikuti konferensi,” ucap Ica.

Dalam proses mengajukan beasiswa tersebut, selain menyiapkan transkrip nilai dan surat keterangan aktif, Ica juga perlu meminta surat rekomendasi dari dosen dan dekan dan membuat personal statement. Pada tahap pembuatan personal statement Ica harus menceritakan kelebihannya, aktivitas studi, keadaan finansial, dan potensi di masa depan. Untuk itu, ia perlu mengetahui passionnya. Salah satu cara untuk menemukan passion dan tujuan karir dilakukannya dengan mencoba-coba.

“Lakukan sekarang mumpung masih muda. Coba semua hal agar tahu mana yang membuat enjoy atau tidak, mana yang bisa diusahakan atau tidak,” terang Ica.

Dalam mempersiapkan persyaratan untuk mengajukan beasiswa. Ica juga sempat mengalami hambatan. Yaitu ketika meminta surat rekomendasi dekan dari kemahasiswaan. Menurutnya, beberapa beasiswa taraf internasional dan nasional memiliki perbedaan format dalam penulisan recommendation letter. Program beasiswa yang diikuti dIca tersebut mempersyaratkan agar recommendation letter ditulis dalam bentuk esai, namun format dari kemahasiswaan fakultasnya adalah hanya dengan menyertakan nama dan nomor induk mahasiswa (NIM) mahasiswa.

“Karena recommendation letter memerlukan KOP, maka butuh waktu untuk berdiskusi dengan pihak kemahasiswaan agar mau mengubah format tersebut menjadi bentuk esai,” terang Ica. Tantangan lain adalah dalam hal bahasa. Program beasiswa internasional mengharuskan beberapa dokumen dalam bentuk bahasa inggris.

“Persiapan berkas dan persyaratan pengajuan beasiswa juga jangan sampai mendekati tenggat waktu deadline karena hal tersebut bisa membuat kehilangan kesempatan ketika melewati tenggat waktu,” pesannya pada mahsiswa yang ingin mengajukan beasiswa, “ tutupnya. (INF)







ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer