-->

WAMENTAN SUDARYONO: SEKTOR PETERNAKAN SERAP TENAGA KERJA

Momen penyerahan cinderamata kepada Wamentan Sudaryono. (Foto: NDV)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengapresiasi potensi peternakan di Ciamis yang dinilai cukup besar, terutama untuk ayam pedaging. 

Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) peternakan di daerah Ciamis sudah banyak diminati industri sebelum lulus. 

“Ini menunjukkan sektor peternakan punya prospek bagus dan menyerap tenaga kerja,” katanya saat ditemui awak media usai Dialog Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” di Ciamis, Jawa Barat, Selasa (28/04).

Ia menuturkan jutaan masyarakat Indonesia menggantungkan hidup dari sektor peternakan, khususnya perunggasan seperti ayam petelur dan ayam pedaging.

“Ada jutaan orang yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Mereka tidak berpenghasilan tetap, akan tetapi hasil ternaknya bisa menghidupi keluarga,” ujarnya. 

Sudaryono didampingi Ketua Umum Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Herry Dermawan menambahkan, saat ini nilai tukar petani (NTP) mengalami peningkatan.

Hal tersebut menunjukkan kesejahteraan petani dan peternak semakin membaik. Kendati demikian, pemerintah akan terus meningkatkannya.

Sudaryono menegaskan, sektor pangan menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. “Sektor pangan ini sangat strategis. Tidak boleh kita bergantung pada pihak lain,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu menciptakan pasar baru bagi hasil pertanian dan peternakan.

“Sekarang tidak ada lagi hasil pertanian yang terbuang. Semua terserap pasar. MBG menjadi emerging market bagi petani dan peternak,” jelasnya.

Meningkatnya kebutuhan protein masyarakat melalui program tersebut berdampak pada naiknya permintaan produk seperti telur dan daging ayam.

Selain itu, Sudaryono menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas pangan, terutama daging ayam dan telur, agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

“Kalau harga terlalu tinggi harus diturunkan, kalau terlalu rendah harus dinaikkan. Harus dijaga di kisaran yang wajar,” tegasnya.

Pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, termasuk dalam program MBG.

“Kalau bisa jangan impor. Jika tidak ada susu, bisa diganti telur atau ayam. Terpenting dari produksi dalam negeri,” pungkasnya. (NDV)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer