-->

INDUSTRI UNGGAS INGGRIS MEMPERINGATKAN KONFLIK TIMUR TENGAH DAPAT MENAIKKAN HARGA PANGAN DI INGGRIS

Industri daging unggas Inggris membunyikan alarm karena konflik yang meningkat di Timur Tengah mengganggu rantai pasokan global, memberikan tekanan yang semakin besar pada biaya produksi dan mengancam kenaikan harga pangan bagi konsumen Inggris.

Dengan gangguan besar di Selat Hormuz input utama seperti minyak, gas, pupuk, dan komponen pakan penting telah menghadapi penundaan yang signifikan atau kenaikan harga yang tajam. Para pemimpin di seluruh sektor memperingatkan bahwa tanpa intervensi pemerintah yang terkoordinasi, produksi pangan domestik dapat menghadapi tekanan serius sebagai akibatnya.

Richard Griffiths, kepala eksekutif Dewan Unggas Inggris (BPC), mengatakan dampak ketidakstabilan global sudah dirasakan. “Peristiwa global sekali lagi menantang ketahanan produksi pangan domestik kita. Dengan ayam sebagai setengah dari daging yang dikonsumsi bangsa ini, kami menganggap serius peran kami dalam memastikan masyarakat dapat mengakses makanan yang terjangkau. Janji pemerintah tentang rencana pertumbuhan sektor untuk unggas menjadi semakin mendesak dan kami meminta para menteri untuk mempercepat pelaksanaannya.”

Salah satu kekhawatiran yang paling mendesak adalah kenaikan tajam biaya energi dan bahan bakar. Gas minyak cair, yang banyak digunakan untuk memanaskan kandang unggas, sangat rentan terhadap kendala pasokan. Dengan biaya yang meningkat di setiap mata rantai pasokan, produsen bersiap menghadapi tekanan keuangan yang berkelanjutan.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer