| Herry Dermawan, Ketua Umum GOPAN. (Foto: NDV) |
Ketua Umum Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Herry Dermawan, menilai industri perunggasan sekarang tengah memasuki fase penting. Herry menilai regenerasi peternak menjadi isu yang tidak kalah penting.
Menurut Herry, sudah saatnya generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam industri perunggasan nasional. Kehadiran peternak muda dinilai mampu membawa pendekatan yang lebih efektif, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi modern di sektor budidaya.
Pernyataan ini dikemukakan Herry saat membuka Dialog Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” yang diadakan di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Ciamis pada Selasa (28/4).
Sebagai organisasi yang mewadahi peternak rakyat mandiri, GOPAN memandang perlu adanya konsolidasi nasional untuk membahas berbagai isu strategis perunggasan. Mulai dari implementasi regulasi, akses peternak terhadap program-program pemerintah, hingga persiapan kaderisasi generasi penerus yang mampu mengambil peran dalam pembangunan industri perunggasan nasional.
“Peternak muda memiliki potensi besar menghadirkan sistem usaha yang lebih efisien dan visioner. Mereka akan menjadi penentu keberlanjutan peternak rakyat di masa depan,” katanya.
Perlindungan Bagi Peternak
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi menegaskan harapannya agar usaha budidaya ayam pedaging (broiler) lebih banyak diserahkan kepada peternak rakyat sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus memberikan perlindungan usaha bagi peternak kecil.
“Kalau peternak rakyat mendapatkan ruang usaha yang lebih besar, maka generasi muda akan lebih bersemangat masuk ke sektor perunggasan karena ada perlindungan dalam berusaha,” jelas Sugeng.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam melakukan intervensi pasar ketika harga jatuh, sebagaimana perlindungan yang diberikan kepada petani padi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak kecil, agar tetap mampu bertahan di tengah fluktuasi pasar.
Lebih lanjut Sugeng menjelaskan bahwa dialog perunggasan ini merupakan bagian dari program kerja triwulan organisasi.
“Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder lintas generasi mulai dari peternak rakyat, pelaku usaha korporasi, hingga akademisi sebagai pengamat industri,” imbuhnya.
Diskusi yang berlangsung diharapkan mampu melahirkan arah kebijakan strategis bagi penguatan usaha budidaya, serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam kepemimpinan komunitas peternak.
Dialog Perunggasan Nasional 2026 tersebut dipandu oleh Moderator Ir H Setya Winarno (Ketua Harian GOPAN). Para pembicara diantaranya Hari Adam, SE, (Peternak dan Ketua Kadin Ciamis), Dr Ir Rohadi Tawaf, MSi (Akademisi, peneliti senior ekonomi dan kebijakan peternakan Unpad) serta Drh Asrokh Nawawi dari Asosiasi Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU). (NDV)

0 Comments:
Posting Komentar