-->

CARA MEMILIH ANAK BUAH KANDANG

Memilih anak buah kandang (ABK) menjadi salah satu faktor paling menentukan keberhasilan sebuah usaha peternakan. SOP kandang yang sudah disusun rapi, sistem manajemen yang baik, serta fasilitas yang memadai tidak akan berjalan optimal jika orang yang menjalankannya tidak tepat. Sebaliknya, dengan ABK yang tepat, pekerjaan di kandang bisa berjalan lebih teratur, efisien, dan minim masalah.

Karena itu, pemilik kandang tidak seharusnya asal dalam merekrut tenaga kerja. Dibutuhkan pertimbangan yang matang agar mendapatkan ABK yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga memiliki sikap yang baik, setia, rajin, patuh terhadap aturan, serta dapat dipercaya. Dengan kriteria yang tepat, SOP yang telah dibuat juga akan lebih mudah dijalankan secara konsisten.

Lalu, bagaimana cara memilih anak buah kandang yang ideal? Berikut beberapa hal penting yang bisa dijadikan acuan dalam memilih ABK.

Kompeten. Yaitu mempunyai kecerdasan dan skill yang memadai, lebih disukai jika sudah berpengalaman sehingga tidak perlu mengajari dari nol. Biasanya orang yang kompeten juga suka belajar. Jika ABK tidak kompeten maka SOP kandang sebagus apapun tidak akan bisa dijalankan dengan baik.

Sehat dan kuat fisik serta mentalnya. Karena bekerja di kandang membutuhkan ketahanan dan kekuatan fisik, juga ketahanan mental.

Patuh. Ini sangat penting, sama seperti kompetensi, agar SOP kandang yang dibuat dijalankan sepenuhnya. Karena kadang terjadi pemilik kandang dan ABK sama-sama memiliki ilmu yang memadai namun beda pandangan, dan ABK merasa SOP dia yang lebih baik. Akibatnya di kandang akan ada dua kepemimpinan sehingga pekerjaan bisa berantakan.

Jika mendapatkan ABK yang pintar dan berpengalaman, jelaskan dari awal bahwa pemilik kandang menghargai ilmu ABK tersebut. Namun di kandang hanya boleh ada satu kepemimpinan dan satu SOP.

Berkeluarga. Dari pengalaman beberapa peternak biasanya ABK yang sudah berkeluarga lebih setia atau bertahan lama kerjanya. Karena bagi mereka pekerjaan itu penting sebab ada keluarga yang harus dinafkahi.

Capai kesepakatan di awal. Sistem penggajian, bonus performa, dll termasuk fasilitas dan hak/kewajiban yang diterima ABK harus dibicarakan dan disepakati dari awal.

Background check. Cek riwayat ABK bisa dari media sosial, tempat bekerjanya yang terdahulu, atau rekan kerjanya.

Perlu diuji. Amati kinerja ABK yang baru. Jangan beri kepercayaan penuh, kepercayaan diberikan bertahap ketika ABK memang layak mendapatkannya. Cek aset secara rutin seperti pakan dan peralatan yang rawan dicuri dan dijual oleh ABK nakal. Jangan lupa utamakan komunikasi yang baik.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer