![]() |
Dalam usaha peternakan sapi, ketersediaan pakan hijauan yang berkualitas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan produksi. Pakan hijauan bukan hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai sumber protein, serat, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan sapi untuk tumbuh, berkembang, dan berproduksi secara optimal. Di Indonesia, banyak peternak mengandalkan rumput sebagai pakan utama karena mudah dibudidayakan, biaya produksi relatif rendah, dan cocok dengan iklim tropis.
Beberapa jenis rumput pakan ternak telah lama digunakan oleh peternak di berbagai daerah, mulai dari rumput lokal hingga rumput introduksi dari luar negeri. Masing-masing jenis rumput memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi kandungan nutrisi, produktivitas, ketahanan terhadap lingkungan, maupun kemudahan budidaya. Berikut adalah beberapa jenis rumput pakan sapi protein tinggi yang populer dan sering digunakan dalam pakan ternak sapi.
Biovitass
Biovitass merupakan salah satu jenis rumput pakan ternak sapi yang dikembangkan oleh BB Biogen dari rumput lokal, melalui berbagai perlakuan pemuliaan hingga menghasilkan karakteristik yang lebih baik. Rumput ini dikenal tahan terhadap kondisi iklim kering dan relatif tahan terhadap serangan hama, sehingga cocok untuk dikembangkan di berbagai wilayah.
Kandungan protein kasar Biovitass mencapai sekitar 18% dengan serat kasar sekitar 24%. Nilai protein yang cukup tinggi ini membuat Biovitass sangat baik sebagai sumber nutrisi bagi sapi, terutama untuk fase pertumbuhan dan penggemukan. Selain itu, produktivitasnya tinggi dan memiliki bulu yang sedikit, sehingga tidak mudah melukai mulut ternak saat dikonsumsi.
Rumput Gajah
Rumput gajah merupakan salah satu rumput pakan ternak yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Rumput ini sangat adaptif terhadap berbagai kondisi cuaca dan jenis tanah, sehingga cukup mudah dibudidayakan.
Kandungan protein kasar rumput gajah sekitar 10% dengan serat kasar sekitar 31%. Meskipun kadar proteinnya tidak setinggi beberapa rumput lainnya, rumput gajah tetap disukai karena produktivitasnya sangat tinggi dan mudah ditanam. Usia panennya relatif cepat, sehingga peternak dapat melakukan pemotongan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pakan hijauan.
Rumput Odot
Rumput odot dikenal dengan karakteristik daun yang lembut dan batang yang tidak terlalu keras, sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh ternak. Kandungan protein kasar rumput odot berkisar antara 12-14%, dengan serat kasar sekitar 32-38%.
Rumput odot yang ditanam dan dipanen pada musim penghujan biasanya lebih disukai ternak karena teksturnya lebih lunak dan palatabilitasnya lebih baik.
Rumput Setaria
Rumput setaria memiliki daun yang lebat dengan batang yang cukup kuat. Rumput ini mudah ditanam di berbagai jenis lahan, sehingga cocok untuk dikembangkan di lahan kering maupun lahan subur.
Kandungan protein kasar rumput setaria berkisar antara 10-12%, dengan serat kasar sekitar 30-36%. Umur panen rumput setaria sekitar 60-90 hari.
Namun, kelemahan utama rumput ini adalah tidak tahan terhadap genangan air. Jika lahan tergenang terlalu lama, rumput setaria dapat mati, sehingga perlu manajemen drainase yang baik.
Rumput Pakchong
Rumput Pakchong berasal dari Thailand dan dikenal juga dengan sebutan king grass. Rumput ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan produktivitas yang tinggi.
Rumput Pakchong tahan terhadap cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan. Kandungan protein kasar sekitar 16% dengan serat kasar 35-40%.
Umurnya relatif panjang, bisa mencapai sekitar 9 tahun, dengan umur panen pertama sekitar 40 hingga 50 hari. Dengan produktivitas yang tinggi dan kandungan nutrisi yang baik, rumput ini sangat potensial untuk mendukung usaha penggemukan sapi secara komersial.
Rumput Brachiaria
Rumput Brachiaria merupakan salah satu jenis rumput introduksi yang banyak digunakan di daerah tropis. Rumput ini mampu beradaptasi pada berbagai iklim dan jenis tanah, serta dikenal tahan terhadap kondisi kekeringan.
Kandungan protein kasar rumput Brachiaria sekitar 12% dengan serat kasar antara 30-35%. Ketahanan terhadap kekeringan membuat rumput ini sangat cocok untuk daerah dengan curah hujan rendah atau musim kemarau yang panjang.


0 Comments:
Posting Komentar