-->

PRODUKSI HEWAN GLOBAL TUMBUH 14% DALAM DEKADE MENDATANG

Produksi pertanian hewan global, termasuk makanan laut, akan tumbuh sebesar 14% selama 10 tahun ke depan karena penduduk dunia diperkirakan akan mengonsumsi lebih banyak produk hewani, dengan pertumbuhan yang diantisipasi sebesar 6% per kapita.

Proyeksi ini telah dibuat oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam sebuah laporan tentang produksi dan permintaan pangan di masa mendatang hingga tahun 2034.

Konsumsi produk hewani akan meningkat, terutama di negara-negara berkembang dengan tingkat kemakmuran yang semakin meningkat. Namun, konsumsi ini akan tetap tertinggi di negara-negara berpenghasilan tinggi. Di wilayah termiskin, konsumsi produk hewani akan tetap rendah.

Diperkirakan bahwa selama 10 tahun ke depan, konsumsi daging, ikan, dan susu akan meningkat sebesar 14%. Sebagaimana konsumsi per kapita, pertumbuhan diperkirakan terutama terjadi di negara-negara berpenghasilan menengah, di mana populasi dan kemakmuran meningkat tajam. Di negara-negara ini, separuh pertumbuhan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, dan separuhnya lagi disebabkan oleh peningkatan konsumsi per kapita. Di negara-negara miskin, konsumsi per kapita tidak akan meningkat, tetapi konsumsi total akan meningkat akibat pertumbuhan penduduk.

Aspek lain yang mencolok dari analisis ini adalah meningkatnya transportasi pangan. Dalam 10 tahun, 22% dari seluruh kalori yang dikonsumsi akan diimpor dari luar negeri. Oleh karena itu, kebutuhan akan transportasi meningkat karena produksi semakin banyak dilakukan jauh dari tempat konsumsi. Para penulis laporan menekankan bahwa hal ini justru meningkatkan pentingnya kerja sama internasional.

Peningkatan produksi sebagian dicapai melalui peningkatan produktivitas per hewan dan per hektar. Teknologi baru, serta investasi modal dan penggunaan pupuk serta pakan tambahan yang lebih intensif, terutama di negara-negara menengah, dipandang sebagai pendorong utama. Namun, perluasan lahan pertanian juga diperkirakan akan terjadi, terutama di Afrika dan Asia Selatan, di mana akses terhadap teknologi modern masih terbatas.

Emisi gas rumah kaca dari pertanian primer diperkirakan akan meningkat sebesar 6%. Angka ini lebih rendah daripada pertumbuhan produksi. Emisi per kilogram produk akan menurun. Sementara itu, para ahli yakin masih ada ruang untuk perbaikan. Jika metode rendah emisi yang tersedia diterapkan, peningkatan produktivitas sebesar 15% dimungkinkan, dikombinasikan dengan pengurangan emisi sebesar 7%.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer