Untuk pertama kalinya, Rusia menghasilkan pendapatan terbesar dari ekspor daging babi dibandingkan jenis daging lainnya, termasuk unggas, dalam 4 bulan pertama tahun 2025. Selama bulan-bulan tersebut, ekspor daging babi Rusia bernilai US$ 298 juta dan ekspor unggas senilai US$ 295 juta.
Hal tersebut disampaikan oleh Agroexport, sebuah badan pemerintah Rusia yang memfasilitasi ekspor pertanian. Peningkatan ekspor daging babi Rusia yang berkelanjutan – kini mencapai 130.000 ton – menandai pergeseran yang nyata dalam perdagangan pangan negara tersebut, ujar Ilya Iliushin, kepala Agroexport.
Selama beberapa tahun terakhir, unggas mendominasi ekspor pangan Rusia, meskipun kesenjangan antara pendapatan ekspor dari ekspor unggas dan daging babi secara konsisten menyempit. Pada periode yang sama di tahun 2024, peternak Rusia menghasilkan US$ 225 juta dari penjualan unggas dan US$ 151 juta dari penjualan daging babi ke pelanggan asing. Tiongkok telah menjadi pendorong utama ekspor daging babi Rusia, kata Iliushin, menjelaskan bahwa penjualan ke pasar ini melonjak lebih dari 6 kali lipat di awal tahun, mencapai US$ 50 juta.
0 Comments:
Posting Komentar