-->

MCDONALD AKAN MEMFASILITASI PRODUKSI AYAM BROILER BESAR DI ARAB SAUDI

McDonald telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan Otoritas Pembangunan Saudi dan Al Tanmiah Food Company yang bertujuan untuk mendukung kualitas produksi unggas lokal dan memajukan sektor perunggasan di Kerajaan Saudi.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, McDonald dan Tanmiah Food Company telah bersatu untuk memperluas produksi ayam pedaging besar di Arab Saudi. Tanmiah, sebagai satu-satunya perusahaan unggas yang mampu memproduksi ayam pedaging besar di wilayah tersebut, berada di posisi yang tepat untuk tugas ini, sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers mereka pada 24 Juli.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Tanmiah akan meningkatkan pasokan unggasnya ke restoran McDonald di Arab Saudi. Dengan sekitar 412 restoran di seluruh negeri, McDonald merupakan salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar di Arab Saudi.

Membesarkan ayam pedaging besar merupakan tantangan yang umum dihadapi karena iklim yang keras dan kondisi pertanian yang sulit di Arab Saudi, perusahaan Saudi tersebut mengakui. Peternak unggas Saudi biasanya memelihara ayam pedaging yang relatif kecil, dengan bobot hidup rata-rata sekitar 1,4 kg dan bobot karkas rata-rata sekitar 1 kg. Siklus pertumbuhan ayam pedaging ini biasanya berkisar antara 28 hingga 35 hari. Ayam pedaging di Arab Saudi mengalami kenaikan berat badan rata-rata 48-54 gram per hari.

Beberapa faktor secara historis menyebabkan peternak unggas Saudi lebih memilih memelihara unggas yang lebih kecil. Misalnya, ayam pedaging yang lebih kecil membutuhkan ruang yang lebih sedikit per ekor, sehingga memungkinkan kepadatan ternak yang lebih tinggi dan memaksimalkan produksi di fasilitas yang tersedia. Selain itu, konsumen di Arab Saudi cenderung memilih unggas yang lebih kecil.

Untuk memelihara ayam pedaging besar, Tanmiah mengatakan pihaknya mengandalkan keahliannya di bidang peternakan unggas, pakan, kesehatan hewan, dan nutrisi.

Kemitraan baru ini ditandatangani sebagai bagian dari Visi Saudi 2030, sebuah program pembangunan ekonomi yang bertujuan untuk memperkuat swasembada pangan kerajaan.

"Kemitraan kami dengan Tanmiah mencerminkan visi bersama kami untuk melokalisasi produksi unggas sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030, dan komitmen berkelanjutan kami untuk memastikan standar kualitas, keamanan, dan keberlanjutan tertinggi di setiap tahap rantai pasokan," ujar Pangeran Majed Fahad Al Saud, Asisten CEO McDonald Arab Saudi.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer