-->

CARA MENGHILANGKAN SIANIDA PADA SINGKONG UNTUK PAKAN SAPI

cara menghilangkan sianida pada singkong untuk pakan sapi

Banyak peternak sapi yang menggunakan singkong sebagai salah satu pakan untuk ternak mereka. Hal yang sama juga diketahui dilakukan oleh peternak kambing.

Namun singkong mengandung sianida yang beracun sehingga berbahaya untuk ternak. Meski demikian kandungan sianida dalam singkong dapat dihilangkan dalam arti diturunkan sebanyak mungkin.

Jenis Singkong Harus Diperhatikan

Kadar sianida pada singkong bisa berbeda untuk jenis singkong yang juga berbeda. Umumnya singkong yang rasanya pahit memiliki kandungan sianida yang lebih tinggi dibanding singkong dengan rasa manis. Disarankan untuk pakan ternak menggunakan singkong yang sianidanya lebih rendah.

Cara Menghilangkan Sianida pada Singkong

Cara menghilangkan sianida pada singkong untuk pakan sapi atau ternak lainnya, cukup mudah. Pengolahan seperti penjemuran, perendaman air, pemasakan (rebus, kukus) dan fermentasi masing-masing bisa mengurangi kadar sianida.

Pengolahan singkong dilakukan sampai kadar sianidanya tidak berbahaya untuk ternak. 

Salah satu cara yang dipakai peternak adalah pencucian, pemotongan, perendaman, pencacahan, penyimpanan/fermentasi. Langkahnya sebagai berikur:

  • Singkong utuh (singkong manis yang kadar sianidanya tidak tinggi) dicuci bersih agar tanah dan kotoran yang melekat pada kulit hilang.
  • Kemudian singkong dipotong menjadi beberapa bagian, atau langsung dicacah kecil-kecil, agar pelepasan sianida lebih cepat.
  • Setelah itu direndam selama 36-48 jam. Saat perendaman akan keluar buih. Lalu buang air rendaman, bilas dengan air bersih mengalir.
  • Cacah singkong (jika belum dicacah), bisa menggunakan mesin pencacah atau secara manual. Dengan dicacah proses fermentasi akan lebih cepat dan singkong lebih mudah dimakan ternak.
  • Simpan singkong dalam wadah tertutup yang kedap udara. Jangan sampai penuh karena biasanya singkong akan mengembang. Seiring waktu akan terjadi fermentasi.

Peternak lain ada yang menggunakan cara berbeda-beda. Misalnya ada yang melakukan pencucian, penjemuran singkong yang sudah dipotong-potong, kemudian dicacah, lalu disimpan kedap udara.

Ada yang melakukan pencucian, perendaman, penjemuran, pencacahan, penyimpanan/fermentasi. Ada juga yang menambahkan perebusan, dan sebagainya. Idealnya konsultasi dulu pada peternak yang sudah berpengalaman menggunakan singkong sebagai pakan.

Meskipun singkong sudah diolah untuk menghilangkan/menurunkan kadar sianidanya. Disarankan pemberian pada sapi secara bertahap tidak boleh drastis karena bisa merubah pH lambung. Jika sapi keracunan atau kembung segera hubungi dokter hewan.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer