-->

CAPAIAN STRATEGIS DISNAKKESWAN PROVINSI SUMATERA BARAT DALAM PENGUATAN SEKTOR PETERNAKAN

Disnakkeswan Sumbar melakukan sosialisasi konsumsi protein hewani dalam rangka peringatan Hari Susu Nusantara

Sektor peternakan Sumatera Barat bukan sekadar urusan memelihara ternak hewan, melainkan denyut nadi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) membuktikan komitmen tersebut melalui deretan pencapaian yang tidak hanya di atas kertas, tetapi berdampak langsung ke peternak dan masyarakat.

Dari surplus produksi telur yang melimpah hingga garda terdepan perlindungan dari wabah penyakit, menjadi bukti bagaimana transformasi peternakan di Sumbar didorong untuk lebih maju, sehat, dan berdaya saing.

Disnakkeswan Sumbar telah menyalurkan bantuan ternak dan alat serta mesin peternakan, untuk meningkatkan produksi dan populasi peternakan.

Untuk ruminansia, di antaranya adalah penyaluran 40.000 liter N2 cair, plastic sheet, dan plastic glove untuk optimalisasi reproduksi sapi. Ditambah bantuan 20 ekor ternak sapi Simental beserta obat­obatannya. Lengkap dengan 4 unit mesin pencacah pakan ternak.

“Kami juga menyerahkan 5 ekor pejantan pemacek sapi pesisir untuk peningkatan mutu genetik, guna pelestarian plasma nutfah Sumatera Barat,” kata Kepala Disnakkeswan Sumbar, Sukarli SPt MSi. “Untuk ruminansia kecil sudah disalurkan 240 ekor kambing beserta obat-obatannya.”

Terkait peternakan unggas, 4.000 ekor itik dan 6.000 ekor ayam KUB disalurkan pada masyarakat/peternak. Semua beserta pakan dan obat­obatannya. Selain itu Disnakkeswan Sumbar juga memberikan bantuan 16 unit mesin tetas telur.

“Produksi peternakan Sumbar mengalami surplus. Ketersediaan telur mencapai 363.332 ton dan kebutuhannya sekitar 328.244 ton. Ketersediaan daging ayam 70.544 ton jauh melampaui kebutuhan sebesar 47.610 ton.” Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Disnakkeswan Sumbar, Nirmala SPt MSi menjelaskan. “Ketersediaan susu sekitar 975 ton dibandingkan kebutuhan sebesar 591 ton. Kemudian ketersediaan daging sapi mencapai sekitar 26.581 ton sementara kebutuhan berada di angka 24.367 ton.”

Sosialisasi peningkatan konsumsi protein hewani juga terus dilakukan. Ditindaklanjuti dengan penyaluran telur 12.000 butir dan susu 3.000 botol.

Produksi yang tinggi tentu tidak akan berarti tanpa adanya jaminan kesehatan dan keamanan pangan. Disnakkeswan Sumbar tak henti bekerja keras sebagai ‘perisai’ yang melindungi ternak hewan dan manusia dari ancaman penyakit.

Terkait penyakit hewan menular strategis (PHMS), Disnakkeswan Sumbar berhasil merealisasikan 30.000 vaksinasi rabies dari target 30.000 dosis, 2.000 vaksinasi Jembrana dari target 2.200 dosis, 50.375 vaksinasi PMK dari target 50.375 dosis, 3.000 vaksi nasi Septicaemia Epizootica (SE) dari target 3.000 dosis.

Selain itu berhasil menerbitkan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk 11 unit usaha, dari target 10 unit usaha pada unit usaha produk asal hewan. Pelatihan Juru Sembelih Halah (Juleha) berhasil meluluskan 80 orang juleha ruminansia dan 50 orang juleha unggas.

Kemudian sebanyak 374 Sertifikasi Veteriner diterbitkan untuk hewan, dan 4.949 untuk produk hewan, terkait lalu lintas HPM (Hewan, Produk Hewan, dan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya).

Layanan pengujian mutu produk peternakan Disnakkeswan Sumbar telah menambah ruang lingkup akreditasi ISO 17025 2017 dengan parameter oksitetrasiklin, penisilin, tilosin dan kanamisin (bioassay) untuk laboratorium kesmavet, serta parameter kadar air dan kadar abu untuk laboratorium pakan.

“Kami telah memproduksi telur fertil 64.932 butir, DOC ayam KUB 39.481 ekor, pullet 3.268 ekor, serta menghasilkan 2.560 ekor ayam afkir untuk konsumsi,” terang Sukarli. “Di Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumatera Barat juga telah diuji 2.164 sampel aktif dan 5.075 sampel pasif. Telah dilakukan pula pelayanan USG terhadap 75 pasien, pelayanan bedah terhadap 369 pasien, pelayanan rawat inap sebanyak 1.384 pasien, pelayanan rawat jalan sebanyak 4.610 pasien, dan pelayanan pengujian PCR.”

Untuk mendukung peternakan sapi Disnakkeswan Sumbar telah mendistribusikan 55.800 dosis semen beku. Serta melakukan pelestarian dan pemanfaatan pakan lokal yang efektif untuk peningkatan produksi ternak sapi.

“Disnakkeswan Sumbar juga menjadi wadah penelitian dan riset yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan BRIN, serta tujuan magang dari mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai universitas,” pungkas Sukarli. “Kami juga melakukan launching penetapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 3 UPTD lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.” (ADV)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer