-->

PARA ILMUWAN IRAN MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI UNTUK MENGUBAH BULU MENJADI PAKAN TERNAK

Sekelompok ilmuwan Iran dari Institut Nasional Rekayasa Genetika dan Bioteknologi mengklaim telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan pemrosesan bulu unggas secara efektif menjadi tepung menggunakan strain Bacillus.

Bulu, yang menyumbang sekitar 5% dari total berat unggas, merupakan salah satu aliran limbah paling signifikan dalam industri unggas, kata Amir Maimandipour, salah satu ilmuwan di balik proyek tersebut.

“Ekspansi industri unggas [di Iran] berarti bahwa lebih banyak volume limbah ini dihasilkan, yang membutuhkan pengelolaan dan konversinya menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Maimandipour.

Terlepas dari tantangan yang terus berlanjut dengan pasokan pakan, industri unggas Iran mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024 setelah beberapa tahun mengalami gejolak. Produksi bulanan mencapai 223.000 ton, memungkinkan Iran untuk kembali menjadi pengekspor bersih, terutama ke Irak.

Saat ini, bulu unggas kadang-kadang digunakan sebagai sumber protein pakan dengan nilai gizi rendah dalam industri peternakan, meskipun umumnya diperlakukan sebagai limbah rumah potong hewan. Teknologi baru menjanjikan peningkatan yang signifikan dalam praktik pemberian pakan yang ada.

Hambatan utama dalam penggunaan bulu sebagai pakan ternak adalah sebagian besar protein bulu adalah keratin, protein struktural berserat yang juga membentuk lapisan luar pelindung kulit, rambut, kuku, bulu, tanduk, dan cakar pada hewan.

Terdapat banyak ikatan disulfida dalam struktur keratin, yang membuat protein ini tidak larut dan sulit dicerna, kata Maimandipour.

Meskipun demikian, keratin berpotensi digunakan di luar pakan ternak. Keratinase sebelumnya telah diisolasi dari mikroorganisme seperti jamur, sejumlah bakteri, dan Streptomyces. Enzim-enzim ini telah banyak digunakan tidak hanya dalam sistem air limbah tetapi juga dalam beberapa tahun terakhir di industri seperti makanan, pakaian, obat-obatan, dan kosmetik, kata Maimandipour.

Para peneliti mengisolasi gen yang mengkode keratinase dari strain bakteri asli dan mengekspresikannya dalam inang laboratorium untuk mempelajari sifat enzimatiknya. Menurut Maimandipour, strain tersebut dapat diterapkan langsung untuk produksi enzim atau digunakan bersamaan dengan limbah bulu yang dikumpulkan dari rumah potong hewan untuk memfasilitasi proses konversi.

Para ilmuwan mengantisipasi bahwa tepung bulu dapat meningkatkan diet hewan, tetapi penelitian lebih lanjut sangat penting untuk mengkonfirmasi efektivitasnya.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer