Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini INOVASI “PASTI BERES” INI BANTU PETERNAK BERSIHKAN KOTORAN AYAM | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

INOVASI “PASTI BERES” INI BANTU PETERNAK BERSIHKAN KOTORAN AYAM

Proses pembuatan peralatan belt conveyor feces (Foto: Dok Disnak Luwu Utara)


Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan berinovasi dengan sistem belt conveyor. Belt conveyor feces yang diberi label nama “Pasti Beres” ini adalah alat penampungan yang dipasang di bawah kandang dan dapat digerakkan dengan bantuan roler pada kedua ujungnya, sehingga feces (kotoran) ayam dapat diangkut keluar ke pinggir kandang.

Kepala Disnak Keswan melalui Kasi Sarana dan Prasarana Peternakan, Saidah SPt mengatakan latar belakang inovasi ini diantaranya ada beberapa permasalahan yang dihadapi peternak dalam melakukan usaha peternakan ayam di pemukiman padat penduduk.

“Banyak peternak tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk beternak, sehingga mereka melakukan pemeliharaan ayam dengan cara dikandangkan di pekarangan rumah,” ungkap Saidah, dalam petikan wawancara dengan Infovet melalui whatsapp, Selasa (14/1/2020).

Saidah menambahkan, ada kondisi lain juga di mana peternak mengandangkan di teras belakang rumah yang memunculkan komplain dari tetangga sekitar karena bau kotoran yang begitu menyengat.  

Selain itu, peternak juga masih kesulitan dalam melakukan rutinas pembersihan kandang

“Latar belakang lainnya yaitu banyak peternak yang belum memanfaatkan kotoran ayam ini sebagai pupuk kompos untuk tanaman,” tambah Saidah. 

Beberapa masalah tersebut melatarbelakangi lahirnya inovasi "Pasti Beres" (penerapan sistem belt conveyor feces).

Menurut Saidah, sebenarnya belt conveyor ini bukan suatu alat yang benar-benar baru. ”Saya melakukan sedikit modifikasi disesuaikan dengan kondisi peternak yang ada di Kabupaten Luwu Utara sehingga para peternak dapat dengan praktis mengaplikasikan di dalam kandangnya,” terangnya. 

Namun bagi peternak di Kabupaten Luwu Utara, kata Saidah, belt conveyor feces adalah alat yang betul-betul baru. 

Kegiatan sosialisasi penanganan limbah ternak ayam melalui belt conveyor feces


 “Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan sistem penanganan limbah ternak ayam melalui belt conveyor feces telah dilaksanakan di satu kecamatan dan satu kelurahan,” lanjutnya.

Menurut Saidah, pihaknya berharap alat belt conveyor feces ini betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh peternak, baik yang memiliki lahan sempit dan peternak yang tinggal di pemukiman padat penduduk

“Jika alat ini nantinya untuk dikomersilkan, kami belum terpikirkan sampai ke situ, karena memang tujuannya sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Saidah. (NDV) 

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer