Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini ANAK MUDA DITUNTUT MAJUKAN SEKTOR PETERNAKAN DAERAH | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

ANAK MUDA DITUNTUT MAJUKAN SEKTOR PETERNAKAN DAERAH

Provinsi NTT Dikenal Sebagai Salah Satu Lumbung Sapi Indonesia

Saat ini usaha peternakan warga skala kecil dan menengah di hampir setiap perkampungan di Nusa Tenggara Timur tumbuh pesat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, termasuk meningkatkan gizi keluarga.

Pesatnya pertumbuhan usaha peternakan tersebut dapat dijumpahi di hamper semua kampung di Pulau Flores, Adonara, Solor, Lembata hingga Alor dan pulau-ulau sekitarnya. Potensi usaha ini dapat menjadi peluang sampingan para pemuda atau rekan-rekan lulusan perguruan tinggi.

"Para pemuda atau rekan-rekan lulusan perguruan tinggi punya peran strategis mendorong usaha peternakan di kampungnya masing-masing sembari mencari formasi kerja sesuai disipling ilmu. Usaha peternakan skala kecil memiliki prospek menjanjikan," ujar Ketua Lembaga Pendamping Masyarakat Nelayan, Tani dan Ternak (LPM NTT) Marianus Wilhelmus Lawe Wahang, saat tampil sebagai pembicara dalam webinar bertajuk Usaha Peternakan Rakyat: Tantangan dan Solusi di Jakarta, belum lama ini.

Marianus, tokoh muda asal NTT yang juga chief engineer (kepala kamar mesin) kapal berbendera asing di Uni Emirat Arab, lebih jauh mengatakan, potensi usaha peternakan skala atau menengah tersebut merupakan peluang baru bagi masyarakat, termasuk kalangan muda untuk membantu pemerintah menggerakkan roda ekonomi di daerah.

"Kita semua tentu mengharapkan peran pemerintah kabupaten melalui dinas dan badan terkait melalui sentuhan insentif. Namun, para pemuda atau rekan-rekan sarjana baru sejenak mengarahkan mata ke usaha tersebut sebelum memperoleh pekerjaan sesuai disiplin ilmu," lanjut Marianus, pria asal Lembata engineer yang pernah bertugas sebagai chief engineer di Pulau Tansmania, Australia.

Menurut Marianus, pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga terkait terus mendorong masyarakat di desa-desa baik secara perorangan maupun dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) melahirkan inisiatif menggerakkan perekonomian keluarga melalui usaha ternak skala kecil.

Saat usaha mulai menampakkan prospek membaik, pemerintah tentu memberikan perhatian berupa insentif melalui komunikasi yang produktif. Karena itu, para lulusan perguruan tinggi yang memiliki punya ilmu dan gagasan yang masih fresh dan bisa melihat peluang usaha ini.

"Usaha peternakan merupakan salah usaha ekonomi mikro masyarakat yang bisa ditekuni para pemuda atau rekan-rekan lulusan perguruan tinggi. Usaha peternakan tersebut sangat prospektif di tengah tantangan pemerintah menghadapi virus korona yang kian mengglobal," ujar Marianus.

Marianus menambahkan, bila para pemuda atau lulusan perguruan terjun langsung atau mendorng semakin banyak masyarakat mengembangkan usaha ternak, hal tersebut juga salah satu bentuk pertanggungjawaban akademik di tingkat praksis.

Pihaknya juga berharap peran pemuda kian dimaksimalkan mengeksplorer ide atau gagasan terkait masa depan nelayan, tani, dan ternak. Gagasan yang pernah digaungkan Presiden Republik Indonesia dan Proklamator Ir Soekarno.

"Bung Karno dalam catatan harian saya pernah mengatakan bahwa soal pangan adalah masalah hidup-mati bangsa. Ini yang tentu menjadi refleksi kolektif setiap anak bangsa, terutama generasi muda tentang masa depan Indonesia yang berdaulat di bidang ekonomi," ujar Marianus.

Selain Marianus, tampil juga dalam webinar yaitu Agriculture Development Expert and Scientist Ir Ratno Soetjiptadie, Ph.D dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur Kanisius Tuaq. Diskusi dipandu Mahasiswa Unika Atma Jaya Jakarta Maria Ayunda Hadia. (CR)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer