-->

RAGAM PILIHAN KANDANG AYAM

Salah satu pilihan kandang panggung yang dibangun di atas kolam. (Foto: Dok. Infovet)

Dalam memelihara ternak ayam, tentunya hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat kandang yang berfungsi sebagai tempat tinggalnya. Hunian ayam bisa dibuat sederhana dengan tetap memperhatikan prinsip keamanan, kenyamanan dan pembiayaan.

Peternak harus pandai-pandai dalam memilih tipe kandang yang baik. Kandang berbahan kayu pun bisa digunakan, apalagi ditambah dengan sentuhan teknologi tentu tidak menjadi masalah, tergantung pada kemampuan ekonomi peternak tersebut.

Pada artikel kali ini, secara garis besar kandang dibagi menjadi dua tipe. Pertama, tipe kandang dengan ventilasi biasa (naturally ventilated housing) diantaranya kandang panggung (slat), kandang postal, kandang kombinasi (slat dan postal), kandang bertingkat dan kandang baterai. Kedua, tipe kandang dengan Ventilasi yang bisa dikontrol (enviromentally controlled housing) yakni kandang tertutup (closed house) terdiri dari kandang tunnel ventilation system dan kandang cooling pad system, serta kandang tertutup bergandengan.

• Kandang panggung, tipe kandang panggung biasa dipakai di daerah banjir, daerah berawa, pedalaman yang tidak aman dari binatang buas atau daerah beriklim panas. Kandang panggung cocok dibangun di dataran rendah, daerah berawa. Konstruksi rangka kandang bisa dibuat dari kayu, bambu, atau kayu dolken. Kandang panggung juga bisa dibangun di atas kolam ikan atau disebut longyam, yang banyak dibangun di daerah Priangan Timur. Kotoran ayam dan tumpahan pakan bisa dimanfatkan ikan menjadi pakan. Peternak pun memperoleh keuntungan ganda dari produksi ayam dan ikan.

• Kandang postal, tipe kandang postal bisa digunakan pada pemeliharaan ayam bibit (breeder) atau komersial, baik ayam pedaging maupun petelur. Sirkulasi udara kandang postal tidak sebaik kandang panggung, karena aliran udara pada kandang panggung diperoleh juga dari kolong kandang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bila membangun kandang postal, yakni atap perlu diberi monitor agar sirkulasi udara dalam kandang berjalan baik, gunakan bahan penutup atap kandang yang minim dalam menyerap dan melepaskan panas (asbes, genteng atau rumbia), bangun kandang di atas areal lahan terbuka sehingga sirkulasi udara berjalan lancar, lebar kandang minimal 7 m agar sirkulasi udara berjalan cepat dan terhindar dari penumpukan udara panas dalam kandang, kepadatan harus lebih rendah daripada kandang panggung yaitu 6-7 ekor/m2 untuk ayam pedaging komersial atau 2,5-3 ekor untuk breeder ayam pedaging.

• Kandang kombinasi (slat-postal), kandang ini biasa dipakai untuk pembibitan, yaitu 2/3 bagian slat dan 1/3 bagian postal dari lebar kandang. Keungulan tipe kandang kombinasi slat-postal dapat menampung jumlah ayam lebih banyak, slat secara tidak langsung dapat menyalurkan naluri bertengger ayam, pakan dan air minum yang tertumpah tidak dikonsumsi lagi oleh ayam karena feses jatuh ke penampungan di bawahnya, slat membuat temperatur kandang lebih dingin disamping kondisi dalam kandang lebih bersih. Tinggi tiang sisi kiri-kanan kandang dari lantai sampai atap terendah 2,4 m. Untuk daerah dataran rendah/panas disarankan 3 m, agar sirkulasi udara lancar dalam membuang tumpukan panas dan gas amonia. Kemudian kanopi kiri-kanan kandang berjarak 1,5 m dari dinding luar kandang untuk melindungi bagian dalam kandang dari tampias air hujan dan sorotan sinar matahari, bahan baku dan konstruksi kandang bisa disesuaikan dengan kemampuan ekonomi peternak. Untuk memenuhi kenyamanan ayam bisa dipakai bahan kayu, bambu atau besi. Kemudian lantai kandang cukup dengan plester semen agar memudahkan pencucian dan sanitasi, serta arah kandang disarankan sejajar dengan garis khatulistiwa atau arah Barat-Timur sehingga sinar matahari tidak langsung menyorot ke bagian panjang kandang.

• Kandang bertingkat, tipe kandang bertingkat biasa dipakai untuk pemeliharaan ayam broiler/pejantan/kampung pedaging komersil, dengan lahan terbatas/sempit agar tetap bisa memproduksi lebih banyak dalam satu siklus. Lantai dasar kandang diplester semen serta lantai atas dan selanjutnya terbuat dari kayu/bambu yang dilapisi papan atau bilik, semua lantai memakai sistem litter. Untuk mencapai lantai atas disediakan tangga kayu.

• Kandang baterai, kandang ini bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dan komersial, terutama untuk ayam petelur, atau untuk breeding ayam petelur maupun pedaging dengan perkawinan Iseminasi Buatan. Keunggulan dari kandang ini antara lain menghemat penggunaan lahan, mudah menyeleksi ayam unggul, telur lebih bersih, terhindar dari kanibalisme, mudah mengisolasi ayam yang sakit, meminimalisir penghisapan gas amonia, menekan persaingan konsumsi pakan. Bahan kandang bisa menggunakan bambu, kayu atau kawat (campuran besi dan alumunium). Kandang baterai juga bisa ditempatkan dan memakai ruangan tertutup (closed house). Kawat kandang baterai harus merupakan hasil campuran 70% alumunium dan 30% besi agar elastis, karena bila prosentase campuran besinya terlalu banyak akan mengakibatkan banyak telur yang retak/pecah pada saat keluar dari ayam, termasuk telur yang berkulit tebal sekalipun. Dari pengalaman, penulis pernah meninjau salah satu layer komersial farm berkapasitas 50.000 ekor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pernah memakai kandang baterai yang salah pilih, campuran besinya terlalu tinggi ternyata kerugian akibat telur retak/pecah bernilai jutaan rupiah per minggunya, sehingga harus mengganti kandang dan kerugian menjadi berkali lipat.

• Kandang tertutup dengan tunnel ventilation system. Tipe kandang ini cocok digunakan di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin (karena menggantungkan suhu pada lingkungan luar), dimana system tunnel hanya menyedot udara luar dengan menggunakan exhaust fan melalui inlet kemudian dibuang keluar melalui bagian sisi kandang yang lain. Biaya kandang ini sedikit lebih mahal dari kandang terbuka.

• Kandang tertutup dengan colling pad system. Kandang ini sarat dengan teknologi tinggi dimana peralatannya cukup mahal, karena kecepatan aliran udara, pergantian udara, sekat udara, lubang masuk udara dan lain-lain diperhitungkan dan diatur sedemikian rupa. Model kandang ini cukup mahal dan biasa dipakai oleh industri perunggasan yang berpopulasi puluhan ribu ekor.

• Kandang tertutup bergandengan. Adalah kandang tertutup yang tidak memiliki jarak antara masing-masing kandang serupa dengan kandang disampingnya (bergandengan), ini dimaksudkan untuk menghemat lahan dan biaya instalansi listrik, biasa dipakai oleh industri perunggasan besar. Kelemahan kandang model ini, kontaminasi antar kandang mudah terjadi bila terjadi kebocoran udara. (SA)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer