-->

CEVA ANIMAL HEALTH

CEVA ANIMAL HEALTH

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

SIDO AGUNG FEED

SIDO AGUNG FEED

INFOVET EDISI SEPTEMBER 2022

INFOVET EDISI SEPTEMBER 2022

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt

Drh. Cholillurrahman (Jabodetabek)

Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto,MS (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Dr. Sadarman S.Pt, MSi (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan

Yayah Muhaeni

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Efrida Uli
Monita Susilawati


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

BERAK KAPUR YANG BIKIN PROFIT KABUR

On Februari 21, 2022

Berak kapur pada ayam kampung. (Foto: Istimewa)

Orang awam mungkin menganggap bahwa terminologi berak kapur sebagai candaan. Namun bagi peternak, berak kapur menjadi salah satu momok menakutkan yang bikin keuntungan mereka kabur.

Berak kapur sejatinya adalah penyakit infeksius pada unggas yang disebabkan bakteri Salmonella pullorum. Kalimat berak kapur diambil dari gejala klinis yang timbul pada ayam terinfeksi, dimana fesesnya menjadi berwarna putih seperti kapur.

Salmonella Punya Cerita
Ada banyak spesies bakteri Salmonella yang penting untuk dipelajari dalam kesehatan manusia maupun hewan, diantaranya Salmonella enteritidis, Salmonella thypimurium, Salmonella gallinarum dan Salmonella pullorum.

Salmonella pullorum merupakan spesies bakteri gram negatif berbentuk batang yang biasanya hadir pada kondisi higiene dan sanitasi yang buruk. Celakanya, bakteri ini dapat bertahan di lingkungan hingga satu tahun.

Seorang peternak broiler kemitraan, Wage, menceritakan betapa ganasnya penyakit ini merebak di farm-nya ketika mewabah. Ia mengaku, ketika ayam berumur 4-5 hari kematian yang terjadi sangat tinggi, bahkan dalam satu kandang hanya tersisa dalam hitungan jari.

“Saya menebar DOC 10 boks, awalnya baik-baik saja, kematian normal di hari pertama, kedua dan pas hari ketiga mulai tinggi. Saya berikan obat, namun pada hari kelima sisanya kurang dari 100 ekor. Kacau sekali, pusing rasanya,” tutur Wage dihubungi Infovet.

Setelah itu ia berkonsultasi dengan dokter hewan dari perusahaan inti dan melalui diagnosis kesimpulannya adalah berak kapur alias Salmonellosis pullorum. Wage yang baru gabung kemitraan selama dua tahun akhirnya paham betapa berbahayanya penyakit ini.

“Kehebatan” Pullorum
Pullorum memang hebat dan mengerikan, ketika datang menginfeksi tingkat kematian yang disebabkan oleh Salmonella pullorum dapat mencapai 85-100% (Merck Veterinary, 2019). Ayam-ayam berumur 1-2 minggu menjadi sangat rentan dari serangan bakteri ini.

Keganasan pullorum diakui oleh seorang praktisi perunggasan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Drh Yudith Chrisandy. Menurutnya, pullorum dapat mengakibatkan… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2022. (CR)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer