-->

Sehat Cerah Indonesia

Sehat Cerah Indonesia

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI JANUARI 2021

EDISI JANUARI 2021
Berlanganan Isi form ato hub kami

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

TAHUN BERGANTI PENYAKIT MENANTI, BAGAIMANA MENGHADAPINYA?

On Desember 28, 2020

Beberapa penyakit viral dan bakterial masih menghantui peternakan unggas di Indonesia. (Foto: Dok. Infovet)

Tahun 2020 tinggal menunggu hitungan hari, namun begitu di tahun itu penyakit unggas tetap datang silih berganti. Sebagai bentuk introspeksi diri, mari sama-sama mengevaluasi apa saja penyakit yang terjadi di 2020 demi masa depan yang lebih baik lagi.

Meskipun 2020 sempat terkendala COVID-19, PT Mensana Aneka Satwa dan PT Sanbio tetap melakukan kunjungan kepada peternak. Berdasarkan laporan kunjungan dari para dokter hewan dan technical services di seluruh penjuru Indonesia, pada 2020 kasus penyakit unggas yang banyak terjadi pada broiler masih didominasi oleh penyakit CRD kompleks, Gumboro dan sedikit laporan mengenai Slow Growth oleh cemaran Mikotoksikosis.

Sedangkan pada ternak layer, kasus penyakit masih didominasi penyakit yang sebabkan penurunan produksi pada ayam masa bertelur seperti ND (G7), AI (H9N2), IB dan Coryza, sedangkan untuk fase starter-grower-prelayer (pullet) di dominasi oleh IBD dan ND.

Bisa dibilang penyakit-penyakit pada 2020 masih didominasi penyakit klasik layaknya CRD kompleks, ND, Coryza dan Gumboro. Sementara itu tim Mensana-Sanbio belum menemukan adanya penyakit infeksius baru yang menginfeksi unggas di Indonesia.

Penyakit disebutkan di atas merupakan penyakit infeksius yang disebabkan virus dan bakteri. Sebagaimana diketahui bersama misalnya saja Gumboro alias Infectious Bursal Disease (IBD) merupakan penyakit yang hampir selalu ada dan ditemui oleh tim Mensana-Sanbio di lapangan umumnya pada broiler.

Mencegah Penyakit Viral
Gumboro masih bisa dibilang merupakan salah satu momok di peternakan unggas Indonesia. Selain tidak bisa disembuhkan, penyakit ini juga dapat menurunkan kinerja sistem imun (imunosupresif) karena menyerang sistem imun ayam. Oleh karena itu, amatlah penting bagi peternak untuk mengutamakan pencegahan terhadap penyakit ini.

Penyakit viral lainnya yang masih sering ditemui di lapangan yakni ND, terutama dari genotipe 7 alias ND (G7). Serupa dengan Gumboro, penyakit ND juga masih menjadi “primadona” dan banyak dijumpai di peternakan unggas rakyat. Namun begitu, ND (G7) ini bersifat lebih ganas daripada strain lainnya dan dapat menyebabkan mortalitas 50-90%, dengan tingkat morbiditas di atas 80%.

Dalam mencegah berbagai penyakit viral pada unggas, tentunya dibutuhkan program vaksinasi yang tepat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam suatu program vaksinasi yaitu:
• Kondisi ayam. Ayam dengan kondisi sehat akan menghasilkan titer antibodi yang baik. Oleh karena itu, sangatlah penting agar ayam dijaga tetap sehat dan tidak mengalami stres sebelum waktu vaksinasi.

• Faktor manusia. Vaksinator harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam melakukan vaksinasi. Abai terhadap hal ini tentunya juga akan mengakibatkan kegagalan vaksin.

• Lingkungan. Peternak harus dapat mengondisikan kandang sedemikian rupa agar ayam tetap nyaman dan tidak stres. Perhatikan kepadatan, ventilasi dan faktor lainnya. Ingat, stres akan menurunkan imunosupresi dan juga dapat menjadi faktor kegagalan program vaksinasi.

• Metode vaksinasi. Vaksinasi harus dilakukan dengan cara/metode yang tepat, teknik yang tepat dan waktu yang tepat untuk meningkatkan presentase keberhasilan vaksinasi dan menghasilkan titer antibodi yang baik.

• Kualitas vaksin. Sebagai salah satu produsen vaksin terkemuka di Indonesia, PT Sanbio Laboratories telah banyak memproduksi vaksin unggas berkualitas. Produk vaksin Gumboro dan ND (G7) milik Sanbio, Sanavac IBD Series, Sanavac Gumboro Series dan Sanavac ND (G7) Series merupakan vaksin berkualitas dan homolog dengan virus di lapangan. Selain itu, produk vaksin Sanbio merupakan produk yang telah teregistrasi di Kementerian Pertanian dan terjamin mutu dan kualitasnya. Banyak peternak telah membuktikan hal ini.

Mengatasi Penyakit Bakterial
Di 2020, penyakit bakterial juga masih mendominasi peternakan unggas di Indonesia. Penyakit-penyakit semacam CRD kompleks dan Infectious Coryza masih menjadi langganan dan kerap ditemui oleh tim Mensana-Sanbio di lapangan.

Penyakit CRD kompleks sebaiknya… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Desember 2020 (CR)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer