SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Gery Buwana, Peternak Muda yang Suka Berwirausaha

On 5:00:00 PM

Gery menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Peternakan IPB (Foto: Nunung)

Kedatangan Infovet Selasa pagi (22/5/2018) disambut senyuman lebar oleh Gery Buwana, pemilik Global Buana Farm yang berlokasi di Desa Cihideung Udik, Ciampea, Bogor. “Beternak itu sangat mengasyikkan,” ungkapnya mengawali perbincangan santai dengan Infovet.

Selepas lulus dari Monash University Australia, Gery memutuskan untuk beternak ayam layer/petelur. Terlepas dari sang ayah yang juga memang seorang peternak, Gery mengaku sangat suka berwirausaha.

Tepatnya tahun 2013, Gery mengisi kandang-kandangnya dengan ayam Lohman Brown. Sejak awal, Gery telah menggunakan sistem kandang closed house.  “Meski semua kandang belum closed house,” ujarnya.

Bagi pria kelahiran Kota Salatiga ini, mengembangkan usaha peternakan sendiri, dirinya belajar untuk lebih bersiap dan menyelesaikan rintangan dengan segera. “Masalah yang berkaitan dengan kandang itu kompleks dan treatment-nya unik-unik atau berbeda satu dengan lainnya. Saya pribadi merasakan dipacu untuk kreatif ketika beternak ,” ungkap Gery diselingi tawa.

Bergulirnya peraturan yang melarang penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) di Indonesia, berpengaruh besar bagi peternak. Gery menegaskan dari segi manajemen pemeliharaaan mengambil peran penting. 

“Penerapan biosekuriti sangat penting demi ayam yang sehat,” katanya. Gery menyatakan, kendati di Indonesia sudah banyak produk vaksin bagus kemudian diperkuat dengan kandang yang memberlakukan sistem biosekuriti ketat, bagaimanapun peternak tetap sedih ketika terjadi penurunan produksi karena ayam sakit.

Antibiotik yang selama ini dimanfaatakan untuk membersihkan/menjaga saluran pencernaan ayam agar terhindar dari penyakit, harus dihilangkan. Menurut Gery, larangan penggunaan AGP membuat ayam lebih rentan penyakit.

“Dampak lainnya dari segi pakan mengalami penurunan kualitas, karena bahan baku impor juga diberhentikan. Mengingat bahan baku lokal, seperti jagungnya kurang kering , mudah sekali terkena jamur, dan harga sangat mahal tidak sebanding dengan kualitasnya,” kritiknya.  

Berbagi pengalaman, Gery pernah memberikan ayamnya pakan dengan jagung lokal. “Awal sih memang biasa saja atau belum ada tanda-tanda masalah ketika ayam memakannya. Jamur akan berasa setelah jangka waktu tiga bulan,” kisahnya.

Setelah ayamnya memakan jagung yang terkontaminasi jamur, hasil produksi mengalamai penurunan. “Produksi yang biasanya 95% turun jadi 75%,” lanjut Gery. Langkah yang ditempuh Gery, sebisa mungkin mengusahakan agar produksi telur tidak turun lagi.

Pada era Indonesia bebas AGP ini, Gery mengatakan dirinya setiap hari menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang pengganti AGP seperti acidifier, probiotik, prebiotik, asam amino, hingga tanaman herbal. Gery pun membeli buku serta melakukan diskusi dengan sesama peternak dan berkonsultasi dengan dokter hewan.

“Perkara cost pasti naik, karena pakan saja tidak cukup. Perlu menambahkan enzim maupun vitamin, sebagai upaya menjaga ayam tetap sehat,” imbuh Gery. ***

Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Infovet edisi 290 - September 2018 



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer