EDISI JUNI 2018

Perlu Kiriman Artikel Via Email? Isi email Anda di bawah ini

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati


Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi (0815-9186-707)



Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

PT. GITA Group

Followers

Sapi-Sapinya Tersambar Petir, Muhammad Hidayat Rugi 50 Juta

On 11:44:00 PM

Sapi-sapi tersambar petir di Kabupaten Hulu Suntai Utara


Muhammad Hidayat, warga Desa Baringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan merugi sekitar 50 juta lantaran beberapa ekor sapi miliknya ditemukan mati. Kepala Bidang Produksi Peternakan setempat, Akhmad Rijani, pada Kamis (17/5/2018) memastikan penyebab kematian sapi-sapi itu adalah sambaran petir.

Memang sehari-hari, Hidayat melepas sapi-sapinya tersebut di sekitar perkebunan sawit di Desa Baringin. Semua sapi yang mati ini adalah bagian dari gembala sistem ekstensif, program integrasi sapi dan sawit dari tahun 2015 hingga sekarang.

Sebelumnya, beredar kabar sapi-sapi itu mati karena keracunan. "Pemilik sudah dimintai keterangan. Meski ada info beredar yakni keracunan, tetapi itu tidak bisa dibuktikan," jelas Akhmad Rijani.

Sample sapi yang mati didiagnosa untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Pihaknya pun sedang mendata dan mendokumentasi kerugian ternak. Akhmad Rijani menambahkan, sapi-sapi tersebut juga belum masuk daftar asuransi.

"Ini yang kami sesalkan, sebab belum terdaftar. Ini musibah yang tak disangka-sangka. Pendataan ternak juga sulit sebab sebagian ternak dilepas liarkan, sehingga petugas kesulitan mendata," katanya. (NDV/JPNN)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer