-->

TIENYEN INTERNATIONAL

TIENYEN INTERNATIONAL

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

INFOVET EDISI SEPTEMBER 2021

INFOVET EDISI SEPTEMBER 2021

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

PELATIHAN DAN PABRIKASI BAHAN PAKAN BERKELANJUTAN

On Juli 16, 2021

Teknologi biofermentasi untuk mengawetkan bahan pakan berkadar air tinggi dengan memanfaatkan bakteri asam laktat. (Foto: Istimewa)

Dosen Fakultas Peternakan IPB, Dr M. Ridla dalam pelatihan dan pabrikasi bahan pakan berkelanjutan di pesantren Darul Fallah, melalui daring, Sabtu (10/7), mengatakan untuk dapat memperpanjang umur simpan bahan pakan ruminansia, terdapat dua cara utama yakni dengan teknologi hay dan silase, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Hay memerlukan energi panas untuk mengeringkan, tergantung pada cuaca dan kecerahan di siang hari, diolah di ruang terbuka dan disimpan di gudang, serta mudah diangkut dan diperjualbelikan. Adapun silase, dapat diawetkan langsung tanpa perlu adanya energi panas, tidak tergantung cuaca, diolah di ruang tertutup atau silo, serta sulit diangkut dan diperjualbelikan.

“Bahan baku pakan dari hasil ikutan banyak yang berkadar air tinggi seperti ampas, daun, kulit, buah, limbah pasar, limbah restoran dan lain-lain. Selain berisiko mencemari lingkungan, bahan baku pakan tinggi air juga sulit disimpan dan mudah busuk,” kata Ridla.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk pemanfaatan bahan baku pakan tersebut, perlu dilakukan langkah pengeringan hingga kandungan bahan keringnya mencapai 85%. Pengeringan perlu waktu, alat dan biaya, serta tidak efisien untuk jumlah yang banyak. “Perlu teknologi alternatif yang bisa mengolah limbah dalam waktu dan jumlah yang tak terbatas,” jelas dia. 

Untuk itu, lanjut dia, adanya teknologi biofermentasi untuk mengawetkan bahan berkadar air tinggi tersebut dengan memanfaatkan bakteri asam laktat. Dengan teknologi itu, bahan pakan dapat awet dan aman, asal telah mencapai tingkat keasaman pada pH 4-5. Dengan cara seperti itu, bahan campuran dengan kadar air tinggi dapat disimpan dalam waktu yang lama.

Campuran bahan pakan yang berkadar air tinggi seperti ampas tahu, ampas kecap, ampas tempe, kulit nanas, kulit jagung, buah apkir, urea, molases, dedak dan lain-lain, disimpan dalam silo hampa udara atau anaerob. Melalui proses fermentasi oleh bakteri asam laktat tersebut, bahan pakan akan dapat tersimpan lama, dengan bahan kering berkisar 30-50%, protein kasar 12-17% dan total digestibel nutrien mencapai 60-70%. (IN)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer