-->

TIENYEN INTERNATIONAL

TIENYEN INTERNATIONAL

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

INFOVET EDISI APRIL

INFOVET EDISI APRIL

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

EVALUASI DAN OPTIMALISASI KEUNTUNGAN TERNAK LAYER

On Desember 17, 2020

Agar untung, kuncinya adalah menjaga ayam agar tetap berproduksi stabil. (Foto: Istimewa)

“Tahun 2020 dimulai dengan harga telur yang lebih bagus dari 2019, beberapa kali sempat turun tapi bisa recovery harganya bagus lagi. Harga DOC di akhir 2020 juga lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sedangkan harga pakan dari tahun lalu cukup stabil Rp 5.000-an,” kata Fatimah mengawali kuliah WhatsApp “Evaluasi dan Optimalisasi Keuntungan Ternak Layer”, Jumat (13/11).

Wanita yang sudah sembilan tahun bergabung dengan PT Cargill Indonesia dan sekarang menempati posisi Technology Application Manager, menjelaskan perhitungan kasar BEP (harga impas) ternak layer. Yaitu 3,5 x harga pakan jika performa normal; 3,25 x harga pakan jika performa bagus dan 3,75 x harga pakan jika performa sedang jelek.

Kemudian disampaikannya untuk evaluasi performance total farm ada dua yang harus dihitung, yaitu FCR total farm dan %HD (hen day) produksi total farm.

Biaya Pullet, Operasional, Depresiasi Kandang, Program Kesehatan dan Pakan
Tahun 2020 ini biaya pullet terhitung meningkat cukup gradual sekitar Rp 1.450-1.500/kg telur. Kemudian biaya operasional fase layer adalah Rp 2.000-2.500/kg telur, biaya depresiasi bangunan (gudang, kandang) Rp 1.700-2.000/kg telur, biaya kesehatan (obat, vaksin, vitamin) Rp 600-700/kg telur. Mayoritas peternak mengalami kenaikan di biaya kesehatan ini.

Harga jagung tahun ini terhitung cukup terkendali dan lebih kondusif dibandingkan dua tahun ke belakang. Rata-rata harga pakan tahun ini tidak ada gejolak signifikan, cukup stabil bahkan sedikit lebih rendah dibanding dengan rata-rata harga pakan tahun lalu.

Evaluasi Performance (Total Farm)
Untuk bisnis yang dievaluasi adalah total farm. Karena dalam satu farm biasanya mempunyai lebih dari satu kandang layer dan biasanya juga memiliki ayam starter dan ayam grower yang belum berproduksi. Ayam layer yang dimiliki pun biasanya ada ayam yang muda, ada yang di puncak produksi dan ada ayam tua.

FCR total farm yang masih menguntungkan ada di kisaran 2,5-2,6. Jika di atas 2,6 biasanya keuntungannya tipis sekali atau bahkan tidak ada keuntungan.

%HD produksi total farm yang masih menguntungkan adalah di atas 75%.

Untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis layer, pertama pastikan FCR total farm lebih kecil dari 2,6. Jika sudah lebih besar dari 2,6 segera ambil tindakan untuk memperbaiki FCR.

Kedua, perbaiki %HD total farm. Secara umum rataan %HD total farm, jika performa layer sesuai standar, angkanya adalah 84%. Jika pullet masuk HD akan turun jadi sekitar 75-76%.

Jika %HD total farm 70% peternak masih bisa membayar biaya pakan, biaya operasional dan biaya pullet. Jika %HD total farm 60% hanya bisa digunakan untuk membayar biaya pakan dan biaya operasional. Dengan HD 60% ini nanti jika harus masuk pullet pasti akan terganggu cash flow-nya. Sedangkan jika %HD total farm 50% hanya bisa untuk membayar biaya pakan dan biaya lain-lain harus nombok.

Jika produksi total adalah 60% sudah harus dievaluasi kandang yang sudah tidak produktif untuk segera di-culling/afkir, untuk mengembalikan angka HD tetap di atas 70%. Kecuali kalau harga telur sedang bagus sekali.

Utamakan Jaga Performance Ayam
Konsep efisiensi biaya produksi perlu ditetapkan secara bijak, yaitu dengan disiplin melakukan biosekuriti. Kemudian bisa dengan sedikit menambahkan instalasi sederhana yang memangkas waktu tenaga kerja melakukan sesuatu dan memfokuskan tenaga ke kegiatan yang lebih penting.

Pembuatan instalasi tersebut misalnya bisa diterapkan pada alat pemberian pakan semi otomatis. Sebab pakan yang terbuang dari aktivitas pemberian pakan manual (dengan gayung, piring dan lain-lain) bisa mencapai 1-2 gram/hari/ekor ayam. Alat semi otomatis bisa mengurangi potensi pakan tercecer ini. Jika peternak mempunyai populasi 10.000 ekor dengan harga pakan Rp 5.000/kg. Apabila pakan terbuang 2 gram/ekor/hari, maka biaya pakan terbuang per bulan adalah Rp 3.000.000.

Untuk menjaga keuntungan, output (hasil penjualan) harus bisa menutup semua biaya produksi. Di kondisi sulit, misalnya waktu harga telur sedang jatuh mau tidak mau harus mengoptimalkan biaya produksi. Konsep efisiensi biaya produksi harus ditetapkan secara bijak.

Jangan ganti pakan yang lebih rendah kualitasnya demi berjalannya cash flow atau demi agar tetap untung. Mengganti pakan sebaiknya jadi pilihan terakhir. Menurut Fatimah, masih bisa mengoptimalkan biaya produksi dengan cara lain, misalnya biosekuriti, agar farm benar-benar terjaga dan risiko ayam terkena penyakit bisa dihindari. Kalau ayam gampang sakit maka produksi akan menurun dan bisa terjadi kematian.

Penggantian pakan secara drastis akan berdampak ke FCR. Jika tidak dilakukan dengan baik bisa berdampak ke saluran cerna, ayam mungkin tidak sakit tapi akan ada masa adaptasi yang biasanya langsung berdampak ke FCR. Jika FCR naik 0,1% maka kerugiannya 0,1% x Rp 5.000 (harga pakan) = Rp 500. Jika pakan tidak diganti, harga pakan memang bisa naik Rp 100-200 tapi FCR dan performance tetap terjaga kestabilannya.

 “Kalau harga telur sedang jatuh lebih baik pakan tetap yang bagus atau di bawahnya? Beberapa peternak yang benar-benar menghitung bisnis tetap memilih pakan yang kualitasnya bagus. Tidak mengganti pakan tapi mencari alternatif lain untuk menekan cost,” kata dia.

Secara jangka pendek mengganti pakan yang lebih murah memang bisa menurunkan biaya operasional. Tapi produksi jangka panjang cenderung menurun dan ayam lebih cepat afkir. Sedangkan dengan tetap menjaga kualitas pakan, produksi dipertahankan tetap stabil dan ayam lebih lama afkir.

“Agar untung kuncinya adalah menjaga ayam agar tetap berproduksi stabil, jangan sampai terganggu produksinya,” pungkasnya. (NDV)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer