SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI JANUARI 2019

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Kali Ini Bulog Impor Jagung Tanpa Kuota

On 12:02:00 PM

Lagi-lagi impor jagung, kali ini tanpa kuota (Foto: Pixabay)

Ternyata dua kali impor jagung dengan kuota 100.000 ton dan 30.000 ton belum mencukupi kebutuhan peternak ayam. Perum Bulog kembali mengimpor jagung untuk pakan ternak tanpa dibatasi kuota.

"Permintaan-permintaan dari peternak kecil menengah baik petelur maupun pedaging masuk terus ke Bulog. Waktu kita review, bahkan impor 30 ribu kemudian yang sudah di jalan itu sudah habis, permintaannya lebih banyak dari situ," kata Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (29/1/2019), seperti dikutip dari finance.detik.com.

Darmin menegaskan, meski impor jagung kali tanpa kuota, pemerintah membatasi sampai pertengahan Maret 2019 agar tidak bentrok dengan musim panen jagung.

Permintaan jagung ini, kata Darmin, bahkan juga datang dari perusahaan-perusahaan besar. Kendati  demikian, pemerintah mengutamakan pengusaha kecil menengah.

"Terus terang peternak besar banyak juga yang minta, tapi kita bilang diutamakan peternak kecil menengah dululah. Artinya harga di market, ritel itu masih terlalu tinggi, sehingga mereka berharap ada impor pemerintah supaya harganya turun," pungkasnya. (NDV)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer