Friday, September 22, 2017

MULAI HARI INI, KEMENTAN DAN HPDKI GELAR JAMBORE PETERNAKAN NASIONAL 2017

Jakarta (22/09/2017). Dalam rangka mendorong peningkatan peran dan kontribusi sub sektor peternakan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani asal ternak dan kesejahteraan peternak, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian memfasilitasi penyelenggaraan "Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017".
Sebanyak 1.200 peternak dan pelaku usaha mengikuti acara Jambore Peternakan Nasional 2017 dengan tema ‘Masyarakat Sehat dan Cerdas dengan Protein Hewani’. Acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dari 22-24 September 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Di acara puncak pada Ahad, 24 September 2017 Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir untuk bertemu para peternak. Mantan Walikota Solo itu rencananya melakukan temu wicara dengan para peternak dan pelaku usaha peternakan.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengungkapkan kegiatan jambore ini adalah salah satu wadah bertemu antara presiden dengan para peternak.  “Dalam acara ini, Presiden Jokowi juga ingin lebih dekat bertemu dengan masyarakat, khususnya kalangan peternak domba dan kambing,” kata Teten di Jakarta, Kamis, 21 September 2017.
"Kegiatan ini digunakan sebagai salah satu wadah untuk melakukan konsolidasi antar pelaku usaha peternakan dalam mendukung program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dalam acara Konferensi Pers Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017, Rabu 20 September 2017 di Kantor Kementerian Pertanian.
Menurutnya kedaulatan bangsa salah satunya diukur dari kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya, termasuk pangan asal ternak. Hal ini dapat diwujudkan apabila Indonesia mempunyai kedudukan yang kuat di kancah perdagangan internasional. Peran peternakan dan kesehatan hewan tidak hanya sebagai penyedia pangan, namun juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, dan penghasil devisa.
"Untuk itu perlu penerapan kemitraan agribisnis yang berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha peternakan dan peningkatan investasi usaha peternakan yang muaranya adalah untuk menciptakan fondasi yang kuat mewujudkan bioindustri di masa mendatang," kata I Ketut Diarmita.
Pada usia 181 tahun, yang merupakan usia sangat matang sejak lahirnya Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tanggal 26 Agustus 1836, acara ini menjadi momentum kebangkitan sekaligus penyadaran kepada seluruh masyarakat peternakan Indonesia untuk memberikan perhatian lebih serius kepada peningkatan produksi dan skala usaha komoditas domba dan kambing, sehingga mampu berperan menjadi alternatif prioritas utama sumber protein hewani.
I Ketut Diarmita menyampaikan, Kegiatan Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017 diinisiasi oleh peternak yang bergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) yang mengangkat semangat Bangga Menjadi Peternak Indonesia.
Foto saat jumpa pers, dari ki-ka: Dirkesmavet Syamsul Ma'arif,
Dirjen PKH I Ketut Diarmita, dan Ketua HPDKI Yudi Guntara. 
Tujuan pelaksanaan kegiatan Jambore Peternakan Nasional 2017 adalah: (1). meningkatkan minat masyarakat terhadap usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan; (2). meningkatkan semangat, kreatifitas dan partisipasi peternak serta pelaku usaha peternakan dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan; (3). Meningkatkan sumber daya genetik lokal serta melestarikan seni budaya yang menunjang pembangunan peternakan; (4). Memberikan apresiasi/penghargaan kepada peternak/kelompok peternak, petugas teknis dan instansi terkait yang berprestasi untuk mendorong pelaku peternakanlainnyaagar lebih giat dan berdedikasi tinggi, memiliki kebanggaan terhadap profesi yang ditekuni dan kuatnya motivasi pemenuhan protein hewani serta pengembangan agribisnis peternakan.
Acara ini dihadiri oleh lebih kurang lebih kurang 700 peternak/pelaku usaha serta undangan lainnya seperti kementerian/lembaga pemerintahan terkait, pemerintah daerah, perbankan, dengan total peserta 1.200 orang. Pada tanggal 24 September 2017 merupakan acara puncak kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo untuk melakukan Temu Wicara dengan peternak dan para pelaku usaha peternakan.
Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada Jambore Peternakan Nasional 2017 adalah (1). Kontes Ternak Domba dan Kambing, Seni Ketangkasan Domba Garut (23 September 2017); (2). Eksibisi ternak oleh peternak sapi, ayam lokal, itik, dan kelinci (24 September 2017); (3). Penghargaan Anugeran Bakti Peternakan dan Temu Wicara (24 September 2017); (4). Ekspo dan Pameran Peternakan menghadirkan industri pengolahan hasil peternakan, industri obat hewan, industri pakan, industri kerajinan hasil peternakan, perbankan, asuransi; serta Festival kuliner (22 - 24 September 2017); (5). Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Silaturahmi Nasional Peternak (Silatnas) Kambing Domba dengan Menteri Pertanian (22 - 23 September 2017); (5). Pemecahan rekor MURI makan bersama 100 ekor kambing guling (24 September 2017).
Dalam acara Jambore Peternakan Nasional 2017 ini akan diserahkan Piala Presiden dan penghargaan Anugerah Bakti Peternakan. Piala Presiden diberikan oleh Presiden Rl kepada pemenang kontes Domba Garut (24 pemenang), Kambing Kaligesing (48 pemenang) dan seni ketangkasan Domba Garut (18 pemenang). Selain itu juga akan diberikan Anugerah Bakti Peternakan Tahun 2017 dalam bentuk tropi/piagam, dari Menteri Pertanian sebagai penghargaan kepada kelompok peternak (10 kelompok), Unit Pengolahan Hasil (UPH) peternakan (3 UPH), dan inseminator yang berprestasi (15 orang).
Selama tiga hari, jambore diperkirakan dihadiri sekitar 700 peternak dan pelaku usaha.
I Ketut Diarmita mengungkapkan, pada acara tersebut Menteri Pertanian juga akan memberikan apresiasi kepada daerah yang bebas penyakit hewan tertentu yaitu: (1) penyakit Septicaemia epizootica/ Haemorrfiagic septicaemia untuk sapi kepada Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali; (2) Rabies untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain itu juga akan diberikan apresiasi kepada daerah wilayah sumber bibit : (1) Kabupaten Rembang sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongoie (PO); dan (2) Kabupaten Buleleng sebagai wilayah sumber bibit Sapi Bali.
Lebih lanjut disampaikan, pemberian penghargaan dari pemerintah kepada para pelaku usaha bidang peternakan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan memberikan apresiasi. I Ketut Diarmita mengatakan, urusan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dalam kerangka mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan daya saing ekspor merupakan tanggung jawab bersama. "Untuk itu diperlukan kertelibatan, sinergisme peran, dan kewenangan semua pihak dalam menjalankan roda pembangunan. Pelaksanaan program pembangunan pun sudah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial", ungkapnya.
"Mari kita terus perjuangkan nasib peternak-peternak kita agar berkembang usahanya dan sejahtera. Saya juga berharap kepada para peternak agar melakukan pembenahan manajemen budidaya dan perbaikan teknis lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai sumber protein hewani. Selain itu juga kita dorong peternak-peternak kita untuk membentuk korporasi peternak supaya skala usahanya ekonomis. Dengan bertambahnya usaha peternakan berskala komersil, kita berharap mimpi Indonesia pada tahun 2045 menjadi lumbung pangan Asia dapat tercapai," pungkas I Ketut Diarmita penuh harap. (WK) 

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template