-->

CEVA ANIMAL HEALTH

CEVA ANIMAL HEALTH

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

SIDO AGUNG FEED

SIDO AGUNG FEED

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

INFOVET EDISI MEI 2022

INFOVET EDISI MEI 2022

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

AGRIBUSINESS OUTLOOK 2022, GELIAT BISNIS UNGGAS

On Maret 10, 2022

Webinar Agribusiness Outlook 2022 “Geliat Bisnis Udang dan Unggas di Tahun Macan Air”. (Foto: Infovet/Ridwan)

Industri perunggasan saat ini masih menjadi tumpuan penghasil protein hewani masyarakat yang dikenal dengan harga murah. Namun tantangan yang semakin tinggi membuat fluktuasi harga unggas di tingkat konsumen dan peternak kerap terjadi.

Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dalam meningkatkan produksi. Hal itu disampaikan Dr Ir Rachmat Pambudy, dalam webinar Agribusiness Outlook 2022 “Geliat Bisnis Udang dan Unggas di Tahun Macan Air”, Kamis (10/3/2022).

“Dengan produksi di atas 3 miliar ekor, membuat bisnis perunggasan menjadi sangat penting. Kita berharap kebijakan pemerintah bisa memberikan arah baru bagi sektor perunggasan yang lebih stabil, kompetitif dan bergairah bagi peternak, begitupun di sektor udang kita,” kata Rachmat.

Salah satu tantangan berat yang masih menyertai bisnis perunggasan datang dari sektor pakan ternak. Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Drh Desianto Budi Utomo, menyebutkan beberapa faktor yang membuat tingginya harga pakan.

“Pengenaan PPN dan bea masuk beberapa jenis bahan pakan impor masih menjadi salah satu faktor penyebab harga pakan mahal,” kata Desianto.

“Kemudian naiknya ongkos pengiriman dan kelangkaan kontainer, serta peningkatan harga jagung dan bahan pakan seperti soybean meal (SBM) maupun meat bone meal (MBM).” Harga jagung kini mencapai Rp 5.000-5.600, serta SBM dan MBM saat ini menyentuh harga Rp 10.000-11.000/kg.

Kenaikan bahan pakan tersebut, kata Desianto, menyebabkan harga pakan terkoreksi karena komponen bahan pakan berkontribusi 80-85% dari total biaya produksi pakan.

Lebih lanjut, tantangan lain yang juga menjadi ancaman adalah importasi ayam Brasil. Hal itu menjadi kekhawatiran karena biaya produksi ayam Brasil lebih rendah sehingga membuat harga menjadi sangat kompetitif.

Untuk mempersiapkan tantangan-tantangan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian, Dr Musdhalifah Machmud MT, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan industri perunggasan nasional.

Diantaranya dengan peningkatan produktivitas dan daya saing industri perunggasan melalui modernisasi budi daya dan rantai pasok, dorongan pengembangan industri pengolahan telur dan pengaturan tata niaga daging dan telur unggas.

“Kemudian juga stabilisasi harga daging dan telur ayam, serta stabilisasi harga pakan dan bahan baku pakan unggas, melakukan upaya peningkatan konsumsi masyarakat dan membentuk tim kajian untuk membuat road map perunggasan nasional,” kata Musdhalifah. (RBS)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer