-->

TIENYEN INTERNATIONAL

TIENYEN INTERNATIONAL

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

INFOVET EDISI NOVEMBER 2021

INFOVET EDISI NOVEMBER 2021

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

AMI DAN PUSVETMA DISKUSIKAN SERUM KONVALESCEN UNTUK KENDALIKAN ASF

On November 18, 2021

Merespon banyaknya pertanyaan mengenai serum konvalescen untuk mencegah penyakit ASF (African Swine Fever) yang tengah mewabah di Indonesia. Pengurus Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI) mengundang Pusvetma (Pusat Veteriner Farma) untuk memberikan penjelasan mengenai serum konvalescen  yang telah diproduksi Badan Layanan umum (BLU) milik pemerintah tersebut. Rapat dilakukan secara online Rabu 17 November 2021 pukul 09.00-11.00, melalui aplikasi zoom. Rapat  dipimpin oleh Ketua Umum AMI Dr Sauland Sinaga.

Hadir dari pihak Pusvetma Drh Agung Suganda, MSi (Kepala Pusat Veteriner Farma),  didampingi oleh Drh SNR Anieka Rochmah, MSi (Koordinator  Pemasaran dan Distribusi), Drh Wriningati, MKes (Koordinator Pelayanan Produksi) dan Drh Sapto Rini BP, MImun (Koordinator Pelayanan Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk/PPMPP).

Sedangkan dari pengurus AMI, Ketua umum Sauland Sinaga didampingi pembina AMI (Dr Rachmawati dan Ir Bambang Suharno), serta pengurus yang juga mewakili beberapa daerah antara lain Merva, Alexander Kasim (Jateng),  Drh Yonahes (NTT),  Didik Teguh, Drh Yunanto, Drh Michael Indra Wahyudi,  Felix, Parsaoran Silalahi (Medan), Herlina (Kalteng), Rudy, Gilbert, Darmawan dan lain-lain.

Dalam sambutannya kepala Pusvetma Agung Suganda menyampaikan terima kasih kepada AMI yang berinisiatif menyelenggarakan pertemuan online untuk mendiskusikan serum konvalescen produksi Pusvetma. Pihaknya terbuka untuk menginformasikan produk-produk Pusvetma untuk peternakan babi dan siap membantu para peternak babi dalam mengendalikan ASF. Ia menegaskan Pusvetma yang kini berstatus BLU telah melakukan serangkaian langkah untuk membantu peternak babi di Indonesia dalam mengendalikan ASF. 

Sementara itu Anieka Rochmah, Wriningati dan  Sapto Rini menguraikan lebih detail mengenai proses produksi  serum konvalascen oleh Pusvetma dan penggunaannya di lapangan yang dinilai efektif untuk mengendalikan ASF.  Pihaknya  menegaskan bahwa sebagai BLU,  Pusvetma mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, sehingga harga produk dengan merek Scovet ASF ini sangat terjangkau oleh masyarakat. 

Dari diskusi ini pihak AMI berharap sosialisasi tentang serum konvalescen dapat diteruskan dalam forum yang lebih luas supaya menjangkau seluruh peternak babi di Indonesia. Disinyalir ada pihak yang memanfaatkan situasi antara lain dengan munculnya penawaran produk dari pihak tertentu dengan harga yang sangat mahal dan ada kemungkinan beredarnya produk palsu. 

Menanggapi harapan AMI, Pihak Pusvetma menegaskan siap bekerjasama dengan AMI untuk melakukan kegiatan lanjutan dari pertemuan ini. (BAMS)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer